Ani Yudhoyono Berpulang: Ketika Allah Menentukan Ajal

 Kategori Ramadhan 1440H, Politik

Setiap yang bernyawa akan merasakan kematian. Tidak ada yang bernyawa yang hidup selamanya. Ketika Allah menentukan ajal, semua yang bernyawa, apakah makhluk manusia, binatang dan lain sebagainya akan merasakan kematian.

Hal itu ditegaskan Allah dalam Alqur’an Surah Al Ankabut, ayat (57)

کل نفس ذا عقه الموت تم الینا ترجعون

Tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan kematian. Kemudian hanya kepada Kami, kamu akan dikembalikan.

Mati adalah sunnatullah, yaitu cara Allah melaksanakan ketetapannya di alam smesta, yang disebut dalam bahasa akademik “hukum alam.”

Maka kematian bagi yang bernyawa pasti dialami. Tidak ada yang mampu mencegah jika kematian sudah saatnya datang.

Allah menegaskan dalam Alqur’an Surah Al A’raf, ayat (34)

لکل امه اجل فا اذا جاع اجلهم لا یستاخرون ساعه ولا یستقدمون

Bagi setiap umat ada ajalnya. Maka apabila ajal telah datang tidak bisa dimundur sesaat dan tidak bisa pula didahulukan.


Ketika Allah Menentukan Ajal

Hari ke-27 Ramadhan 1440 H bertepatan 01 Juni 2019, Ibu Ani Yudhoyono, isteri Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono pergi mendahului kita untuk selamanya.

Ibu Ani Yudhoyono meninggal dunia di Rumah Sakit National University Hospital (NUH) Singapura, setelah dirawat beberapa waktu lamanya.


Kita yang masih hidup ini, tak obah orang yang sedang menunggu, mengantri kematian. Tidak ada yang tahu kapan ajal itu tiba.

Kalau ajal kematian sudah datang menjemput, tidak ada negosiasi. Siap tidak siap harus berangkat meninggalkan dunia yang fana ini.

Cara ajal menjemput kita, ada kalanya dengan sakit, seperti yang dialami Ibu Ani Yudhoyono, ada yang berpulang karena lanjut usia, ada yang karena kecelakaan, serangan jantung dan sebagainya.

Oleh karena kematian merupakan kepastian yang pasti dialami oleh setiap orang, maka kita semua diminta menyiapkan bekal sebanyak-banyaknya sebab tujuan akhir hidup kita adalah akhirat.

Saat ini kita sedang antri menunggu datangnya ajal, maka sebaiknya kita semua selalu menyiapkan bekal. Posisi apapun yang disandang apakah sebagai pengusaha, akademisi, wakil rakyat, presiden, wakil presiden, gubernur, bupati, walikota dan jabatan apapun yang sedang disandang harus dimanfaatkan untuk berbuat yang terbaik sesuai hukum Allah dan hukum positif yang berlaku.


Berbuat baik dengan menjalankan perintahNya dan menjauhi segala laranganNya adalah cara yang terbaik dan mulia untuk membuat bekal sebanyak-banyaknya dalam hidup ini. Karena yang kita bawa ketika ajal datang menjemput, hanya amal kebaikan dan sebaik-baik bekal adalah taqwa.

وترودوا فا ان خیر الراد التقوی والتقونی یااولی الالباب

Dan buatlah bekal karena sebaik-baik bekal adalah taqwa dan bertaqwalah kepadaKu hai para cendekiawan (ulul albaab).

Semoga tulisan ini menyadarkan kita bahwa yang pasti dan mustahil tidak datang adalah kematian. Mari kita isi hidup ini dengan banyak berbuat baik.


Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search

Selesaikan Tuntutan Referendum Aceh dan Daerah Lain dengan DialogMudik Bareng Gratis dan Dampak Sosial Ekonomi Di Kampung