Connect with us

Ani Yudhoyono Berpulang: Ketika Allah Menentukan Ajal
bu ani yudhoyono mengenakan kebaya merah sambil melambaikan tangannya - twitter

In Memoriam

Ani Yudhoyono Berpulang: Ketika Allah Menentukan Ajal

Hari ke-27 Ramadhan 1440 H bertepatan 01 Juni 2019, Ibu Ani Yudhoyono, isteri Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono pergi mendahului kita untuk selamanya. Ketika allah menentukan ajal kita yang masih hidup ini, tak obah orang yang sedang menunggu anti mati. Tidak ada yang tahu kapan ajal kematian itu tiba. Kalau ajal kematin sudah datang menjemput, tidak ada negosiasi. Siap tidak siap harus berangkat meninggalkan dunia yang fana ini.

Setiap yang bernyawa akan merasakan kematian. Tidak ada yang bernyawa yang hidup selamanya. Ketika Allah menentukan ajal, semua yang bernyawa, apakah makhluk manusia, binatang dan lain sebagainya akan merasakan kematian.

Hal itu ditegaskan Allah dalam Alqur’an Surah Al Ankabut, ayat (57)

کل نفس ذا عقه الموت تم الینا ترجعون

Tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan kematian. Kemudian hanya kepada Kami, kamu akan dikembalikan.

Mati adalah sunnatullah, yaitu cara Allah melaksanakan ketetapannya di alam smesta, yang disebut dalam bahasa akademik “hukum alam.”

Maka kematian bagi yang bernyawa pasti dialami. Tidak ada yang mampu mencegah jika kematian sudah saatnya datang.

Allah menegaskan dalam Alqur’an Surah Al A’raf, ayat (34)

لکل امه اجل فا اذا جاع اجلهم لا یستاخرون ساعه ولا یستقدمون

Bagi setiap umat ada ajalnya. Maka apabila ajal telah datang tidak bisa dimundur sesaat dan tidak bisa pula didahulukan.


Ketika Allah Menentukan Ajal

Hari ke-27 Ramadhan 1440 H bertepatan 01 Juni 2019, Ibu Ani Yudhoyono, isteri Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono pergi mendahului kita untuk selamanya.

Ibu Ani Yudhoyono meninggal dunia di Rumah Sakit National University Hospital (NUH) Singapura, setelah dirawat beberapa waktu lamanya.


Kita yang masih hidup ini, tak obah orang yang sedang menunggu, mengantri kematian. Tidak ada yang tahu kapan ajal itu tiba.

Kalau ajal kematian sudah datang menjemput, tidak ada negosiasi. Siap tidak siap harus berangkat meninggalkan dunia yang fana ini.

Cara ajal menjemput kita, ada kalanya dengan sakit, seperti yang dialami Ibu Ani Yudhoyono, ada yang berpulang karena lanjut usia, ada yang karena kecelakaan, serangan jantung dan sebagainya.

Oleh karena kematian merupakan kepastian yang pasti dialami oleh setiap orang, maka kita semua diminta menyiapkan bekal sebanyak-banyaknya sebab tujuan akhir hidup kita adalah akhirat.

Saat ini kita sedang antri menunggu datangnya ajal, maka sebaiknya kita semua selalu menyiapkan bekal. Posisi apapun yang disandang apakah sebagai pengusaha, akademisi, wakil rakyat, presiden, wakil presiden, gubernur, bupati, walikota dan jabatan apapun yang sedang disandang harus dimanfaatkan untuk berbuat yang terbaik sesuai hukum Allah dan hukum positif yang berlaku.


Berbuat baik dengan menjalankan perintahNya dan menjauhi segala laranganNya adalah cara yang terbaik dan mulia untuk membuat bekal sebanyak-banyaknya dalam hidup ini. Karena yang kita bawa ketika ajal datang menjemput, hanya amal kebaikan dan sebaik-baik bekal adalah taqwa.

وترودوا فا ان خیر الراد التقوی والتقونی یااولی الالباب

Dan buatlah bekal karena sebaik-baik bekal adalah taqwa dan bertaqwalah kepadaKu hai para cendekiawan (ulul albaab).

Semoga tulisan ini menyadarkan kita bahwa yang pasti dan mustahil tidak datang adalah kematian. Mari kita isi hidup ini dengan banyak berbuat baik.


Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Baca Juga

DKI Jakarta

Gubernur Anies dalam pesan Idul Fitri dihadapan jamaah yang memadati Pelataran Jakarta International Stadium mengatakan Pada lebaran kali ini, ia berpesan untuk menghargai keberagaman...

DKI Jakarta

Dalam rangka mudik lebaran, sebagai sosiolog saya terpanggil untuk mencegah berbagai musibah yang dialami pemudik dengan memberikan 20 Tips Mudik Selamat.

Politik

Belajar dari Chechnya, Ukraina dan Rusia, Muslim Indonesia harus kuat. Supaya kuat, maka harus bersatu dan jangan mau jadi alat untuk kepentingan penguasa yang...

Opini

Pada 5 Februari 2022, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) genap berumur 75 tahun. Selama 75 tahun HMI telah mengabdi kepada bangsa dan negara dengan mengkader...

Opini

Tanpa terasa bangsa Indonesia telah berada di penghujung tahun 2021 Masehi. Sebagai bangsa yang mayoritas Muslim, alhamdulillah telah menjalani tahun 2021 dengan rasa syukur....

In Memoriam

Sangat merasa sangat sedih dan kehilangan yang luar biasa atas wafatnya Prof. Dr. H. Harry Azhar Azis, M.A (18/12/2021).

Opini

Umat Islam yang mayoritas, terus tidak berdaya dan semakin diperparah keadaan mereka karena tidak bersatu umat Islam dipecah belah, sehingga tidak pernah memegang kekuasaan...

Pendidikan

Menurut saya, berpolitik merupakan bagian dari jihad (perjuangan) yang harus aktif dilakukan umat Islam untuk mewujudkan tujuan Indonesia merdeka sebagaimana yang tercantum dalam Pembukaan...