Musni Umar Socmed

Search

Ziarah ke Makam Orang Tua dan H.Mr.Syafruddin Prawiranegara Di Akhir Ramadhan
tanah kusir yang tenang di pagi hari - twitter binarmalam

Ramadhan 1440H

Ziarah ke Makam Orang Tua dan H.Mr.Syafruddin Prawiranegara Di Akhir Ramadhan

Hari ini 30 Ramadhan 1440H / 4 Juni 2019. Saya bersama isteri ziarah ke makam orang tua R.H.Hadi Purnomo bin Ichsanuddin dan Hj.Sri Sutarni binti Sudijar di Taman Makam Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Lalu saya ziarah ke makam H.Mr.Syafruddin Prawiranegara dan isterinya Halima yang dikubur dalam satu kuburan tidak jauh dari makam orang tua. Saya membaca Alfatihah dan doa yang cukup panjang.

Pada 30 Ramadhan 1440H. bertepatan 4 Juni 2019, saya bersama isteri ziarah ke makam orang tua R.H.Hadi Purnomo bin Ichsanuddin dan Hj.Sri Sutarni binti Sudijar di Taman Makam Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Kami tiba di pemakaman Tanah Kusir masih sangat pagi sekitar pukur 06.20 wib. Isteri lalu membeli beberapa tangkai bunga mawar merah dan air mawar.

Bunga mawar untuk dipasang diatas pusara kuburan orang tua dan air mawar untuk disiram disekitar pusara orang tua yang dirawat dengan baik oleh petugas.


Kaget Tidur Dikuburan

Saya sangat kaget ketika tiba di makam orang tua, ada petugas yang tidur dengan lelap di atas kuburan dekat kuburan orang tua.

Nampaknya kalau cuaca cerah – tidak hujan, para petugas yang merawat makam, ada yang tidur diatas kuburan yang dirawatnya. Karena hal itu menarik dan langka, maka saya foto sebagai kenangan.

Selain itu, juga menarik bagi saya, para petugas yang merawat kuburan, ternyata tidak puasa. Ada yang merokok, ada yang minum teh dan kopi hangat di pagi hari pada bulan ramadhan. Saya tidak foto karena khawatir, mereka marah.


Ternyata para petugas yang merawat banyak makam hanya menganggap sebagai pekerjaan semata yang menghasilkan uang. Tidak ada kesadaran dan penghayatan bahwa mereka harus takwa, taat kepada Allah dengan menjalankan perintahNyan seperti puasa Ramadhan. Padahal tiap hari mereka membantu dan menyaksikan orang yang dimakamkan.

Walaupun begitu saya berterimakasih atas jasa para petugas yang merawat kuburan, semoga kedepannya bisa lebih baik lagi.


Baca Al Fatihah, Surah Yasin dan Berdoa

Pertama, saya dan isteri memulai ziarah dengan berniat mendoakan Nabi Muhammad SAW, para sahabatnya, keluarganya, para Nabi dan keluarganya, para Waliullah, para mujahid-mujahidah, orang-orang Islam laki-laki dan perempuan yang masih hidup maupun yang sudah wafat terutama mendoakan kedua orang tua R.H.Hadi Purnomo bin Ichsanuddin dan Hj.Sri Sutarni binti Sudijar.

Kedua, membaca surah yaasiin, tahlil dan diakhiri doa. Saya memandu baca surat Yaasiin dengan pelan supaya isteri saya ikut dan meresapi yang dibaca.

Ketiga, ziarah ke makam H.Mr.Syafruddin Prawiranegara dan isterinya Halima yang dikubur dalam satu kuburan tidak jauh dari makam orang tua. Saya membaca Alfatihah dan doa yang cukup panjang. Diantara doa yang saya baca:

اللهم صل علی سیید نا محمد وعلی ال سید نا محمد، اللهم اغفر لهم وارحمهم و عافهم واعف عنهم …..

H.Mr.Syafruddin Prawiranegara adalah seorang pejuang kemerdekaan, Wakil Perdana Menteri, Gubernur Bank Indonesia dan Presiden Pemerintahan Darurat RI.

Sejatinya H.Mr.Syafruddin Prawiranegara dan Mohammad Hatta, Wakil Presiden RI pertama yang dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, tetapi beliau dan keluarganya memilih dimakamkan bersama rakyat di Taman Makam Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.


Ingat Mati

Pada saat ziarah di kubur, jika sadar dan menghayati, maka yang terbayang bahwa cepat atau lambat, mati akan datang menjemput kita.

Jika mati sudah datang menjemput, maka tidak seorangpun yang bisa menolak. Setiap orang akan tunduk pada sunnatullah, yaitu hukum alam yang pasti dialami setiap orang.

Ada sebuah syair yang berbunyi:

الموت با ب و کل النا س داخله

Mati laksana pintu dan tiap manusia pasti memasuki pintu.

Almarhum orang tua dan Mr. Syafruddin Prawiranegara dan isterinya merupakan pelajaran bagi kita bahwa mereka sudah dipanggil duluan oleh Allah dan saat ini kita tengah antri menunggu panggilan dari Allah berikutnya.

Siapa yang duluan dipanggil, kita tidak tahu. Maka sementara kita antri – menunggu panggilan Allah, kita harus banyak menanam kebaikan dalam hidup ini.

Ada pepatah:

من  ذرع حصد

Siapa yang menanam, akan memanen hasilnya.

Semoga ziarah ke kubur, menyegarkan kesadaran kita bahwa kita akan menyusul mereka dan kita harus bersiap diri dengan banyak beramal yaitu menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi segala laranganNya.

Berikut foto-foto ketika saya dan isteri ziarah ke makam

Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Baca Juga

Lainnya

Mengapa kita bangga jadi seorang Muslim? Pertama, memiliki kitab suci Alqur'an yang sangat orisinal. Dihafal ribuan Muslim dan Muslimah (laki-laki dan perempuan) di seluruh...

Lainnya

Ustaz Dr. Zaitun Rasmin mengemukakan bahwa tujuan khutbah Jumat antara lain memperkuat keimanan dan ketaqwaan, mengingatkan agar selalu ingat kepada Allah, memperkuat persatuan dan...

Lainnya

Hidup ini tidak lama. Sangat jarang ada manusia yang hidup dengan umur 100 tahun di era sekarang. Kalaupun Allah memberi kita umur yang pandang,...

Lainnya

Selalu menjaga keislaman kita dengan mengamalkan segala ajaran Islam dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah. Jangan sekali-sekali kita mati kecuali mati dalam keadaan Muslim...

Lainnya

MUNAS MUI ini dipandang sangat penting karena bangsa Indonesia yang mayoritas Muslim harus berpartisipasi dalam pembangunan.

Opini

Dalam berbagai acara yang dihadiri, seperti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Tebet Jakarta Selatan, lautan manusia yang hadiri. Begitu pula, peletakan batu pertama...

Opini

Maka sesuai jadwal, pesawat Saudia Air lines yang ditumpangi IBHRS pada 10 November 2020 pukul 09.00 wib. mendarat di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta.

Opini

Imam besar Habib Rizieq Syihab (HRS) telah mengumumkan kepulangannya ke Indonesia. Berangkat dari Arab Saudi dengan pesawat Saudia pada 9 November 2020 dan tiba...