Musni Umar Socmed

Search

Wakil Rakyat: Tiket Pesawat Mahal Mana Tanggung Jawabmu? 
bandara internasional soekarno hatta yang sepi (12/6/2019) - twitter anggit_mr

Ramadhan 1440H

Wakil Rakyat: Tiket Pesawat Mahal Mana Tanggung Jawabmu?

Mempertanyakan tanggung jawab para wakil rakyat yang duduk di DPR karena tiket pesawat mahal. Sejatinya wakil rakyat di DPR harus mendengar jeritan rakyat tentang mahalnya tiket pesawat dan memperjuangkannya di DPR sesuai fungsi mereka. DPR harus bergerak karena rakyat tidak bisa berbuat apa-apa. Saya menyarankan, sebaiknya wakil rakyat di DPR yang membidangi transportasi mengundang Menteri Perhubungan RI dan pemilik perusahaan penerbangan untuk rapat kerja membahas masalah melambungnya harga tiket pesawat.

Pada 12 Juni 2019, saya melakukan perjalanan ke Ambon. Tujuan akhir Masohi, ibukota Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku.

Di pesawat Batik Air yang membawa kami ke Ambon, ibukota Maluku, saya duduk bersebelahan dengan seorang dosen dari Universitas Pattimura, Ambon, yang menolak untuk menulis namanya.

Beliau bercerita tentang mahalnya tiket pesawat yang naik sampai 100 persen lebih. Kondisi ini menyulitkan rakyat yang mau melakukan perjalanan.

Akibat tiket pesawat mahal menurut dia, rakyat dan mahasiswa kembali kepada kehidupan sebelum 20 tahun silam, menggunakan kapal laut. Padahal setelah itu, rakyat banyak memilih menggunakan kapal terbang.

Dampaknya kapal penumpang yang melayari berbagai pelabuhan di Indonesia, meniadakan kamar kelas 1, 2, 3 dan 4. Seluruh penumpang tidur bersama tanpa ada kamar seperti di masa dahulu.

Masalah lain yang dihadapi dalam menggunakan kapal laut, menyita waktu yang lama. Misalnya dari Ambon ke Jakarta bisa memakan waktu satu minggu.


Padahal saat ini, kita memerlukan kecepatan tinggi karena kita hidup dalam persaingan di seluruh lapangan kehidupan. Tidak hanya bersaing dengan sesama bangsa Indonesia, tetapi bersaing dengan bangsa lain yang datang ke Indonesia atau yang mengembangkan bisnis di Indonesia dengan menggunakan jaringan internet.


DPR Mana Tanggung Jawabmu?

Sang Ibu yang berprofesi dosen Universitas Pattimura, Ambon, Maluku, mempertanyakan tanggung jawab para wakil rakyat yang duduk di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Sejatinya wakil rakyat di DPR harus mendengar jeritan rakyat tentang mahalnya tiket pesawat dan memperjuangkannya di DPR sesuai fungsi mereka.

Sangat memprihatinkan, para wakil rakyat di DPR hanya diam dan sama sekali tidak mempersoalkan kenaikan harga tiket pesawat yang diluar kemampuan mayoritas bangsa Indonesia untuk membayarnya. Ini ironi, bukan kemajuan, tetapi kemunduran setelah kita merdeka 73 tahun dan memasuki reformasi 20 tahun lebih.

Sebagai perbandingan, tiket pesawat di negara tetangga seperti Malaysia tidak mengalami kenaikan harga, sehingga banyak rakyat Indonesia dari Medan atau Aceh harus menggunakan pesawat Air Asia ke Kuala Lumpur, kemudian melanjutkan perjalanan ke Jakarta, atau ke Yogyakarta atau Surabaya. Menurut penuturan mereka, bisa menghemat biaya 50 persen.

Pertanyaannya, apa solusi agar tiket pesawat kalaupun naik harganya, masih bisa terjangkau oleh mayoritas rakyat Indonesia?

Menurut Ibu dosen tersebut, DPR harus bergerak karena rakyat tidak bisa berbuat apa-apa. Saya menyarankan, sebaiknya wakil rakyat di DPR yang membidangi transportasi mengundang Menteri Perhubungan RI dan pemilik perusahaan penerbangan untuk rapat kerja membahas masalah melambungnya harga tiket pesawat yang bersifat Win-win Solution. Perusahaan penerbangan dalam negeri tidak rugi dan tetap survive, sementara rakyat sebagai konsumen tidak dirugikan.

Sebagai sosiolog, saya mengharapkan adanya solusi yang menguntungkan rakyat sebagai konsumen dan pengusaha sebagai penyedia jasa penerbangan di dalam negeri.


Tujuan Negara Indonesia

Tujuan Negara Indonesia ini tercantum didalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Indonesia 1945 alinea keempat yang berbunyi, “Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan, Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, dan Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, serta dengan Mewujudkan suatu Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia”.

Di dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 alinea keempat tersebut juga telah disebutkan mengenai dasar dan landasan Negara Indonesia yakni Pancasila. Melalui Pembukaan Undang-Undang tahun 1945 tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa tujuan Negara Indonesia adalah melindungi seluruh Warga Negara Indonesia, mengusahakan kesejahteraan bagi masyarakat, mengutamakan pendidikan bagi generasi penerus bangsa, serta ikut serta dalam nilai-nilai luhur yang selalu ditanamkan tidak hanya di Indonesia melainkan juga di beberapa negara lain yaitu mengupayakan perdamaian dunia, dan keadilan sosial bagi seluruh warga negara.

Menurut saya, kegiatan usaha bangsa Indonesia harus juga dilindungi dari cengkraman pihak asing. Bangsa Indonesia harus menjadi tuan di negeri sendiri. Bagaimana bisa menjadi tuan di negeri sendiri kalau tidak dibina dan dikembangkan.

Oleh karena itu, saya mohon maaf tidak sependapat untuk menurunkan harga tiket pesawat harus mengundang pesawat asing untuk melayani penerbangan domestik. Bukan saja tidak lumrah, tetapi merugikan bangsa Indonesia untuk jangka panjang.

Saya berpendapat, yang bisa menolong Indonesia, hanya bangsa Indonesia sendiri. Semoga wakil rakyat yang duduk di DPR sadar akan tanggung jawab mereka.


https://twitter.com/ArLex_Wu/status/1138313937441546240



Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Baca Juga

Lainnya

Mengapa kita bangga jadi seorang Muslim? Pertama, memiliki kitab suci Alqur'an yang sangat orisinal. Dihafal ribuan Muslim dan Muslimah (laki-laki dan perempuan) di seluruh...

Lainnya

Ustaz Dr. Zaitun Rasmin mengemukakan bahwa tujuan khutbah Jumat antara lain memperkuat keimanan dan ketaqwaan, mengingatkan agar selalu ingat kepada Allah, memperkuat persatuan dan...

Lainnya

MUNAS MUI ini dipandang sangat penting karena bangsa Indonesia yang mayoritas Muslim harus berpartisipasi dalam pembangunan.

Opini

Dalam berbagai acara yang dihadiri, seperti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Tebet Jakarta Selatan, lautan manusia yang hadiri. Begitu pula, peletakan batu pertama...

Opini

Maka sesuai jadwal, pesawat Saudia Air lines yang ditumpangi IBHRS pada 10 November 2020 pukul 09.00 wib. mendarat di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta.

Opini

Imam besar Habib Rizieq Syihab (HRS) telah mengumumkan kepulangannya ke Indonesia. Berangkat dari Arab Saudi dengan pesawat Saudia pada 9 November 2020 dan tiba...

Lainnya

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Universitas Ibnu Chaldun Jakarta secara virtual dengan pembicara Dr. HM. Gamari Sutrisno, MPS dan Dr. H. Muhammad Sidiq, M.Si

Opini

Pada 01 Oktober 2020, Prof. Dr. M. Amien Rais mengumumkan ke publik berdirinya Partai Ummat. Partai ini berasaskan Islam rahmatan Lil 'alamin.