Tips Calon Legislatif Yang Frustrasi dan Stres Gara-gara Gagal Dalam Pemilu

 In Pemilu, Opini

Para calon legislatif (caleg) di semua tingkatan, yang gagal meraih kursi di parlemen banyak yang frustrasi dan stres.

Saya pernah didamprat oleh caleg gagal, yang melampiaskan frustasi dan stresnya kepada saya. Hal itu terjadi ketika saya membuka bimbingan teknis DPRD dari suatu daerah di Jakarta pasca Pemilu 2019.

Pada saat saya memulai memberi sambutan dalam rangka pembukaan Bimtek, saya mohon izin untuk menyampaikan hal-hal krusial pasca Pemilu.

Ditengah saya memberi sambutan, salah seorang anggota DPRD yang gagal dalam Pemilu 2019, berdiri dan intrupsi sambil memukul meja supaya saya stop bicara. Dia anggap saya tidak netral karena mengemukakan masalah-masalah aktual pasca Pemilu.

Setelah selesai pembukaan, pada saat saya mau pulang, dia menghampiri saya lalu minta maaf karena bertindak kasar. Dia mengaku sedang stres berat. Sudah habis-habisan, tidak terpilih dalam Pemilu gara-gara isu partainya pendukung penista Agama.


Dunia Tidak Seluas Daun Kelor

Sangat manusiawi, seseorang frustrasi karena gagal meraih yang diimpikan. Frustrasi ialah perasaan kecewa akibat terhalang dalam pencapaian tujuan. Semakin penting tujuan yang ingin dicapai, semakin besar tingkat frustrasi yang dirasakan. Frustrasi bisa menjurus ke stres.

Stres menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ialah gangguan mental yang dihadapi seseorang akibat adanya tekanan. Tekanan muncul dari kegagalan individu dalam memenuhi kebutuhan atau keinginannya.

Mereka yang sedang mengalami frustrasi, ciri-cirinya antara lain:

Pertama, mudah emosi dan tersinggung.

Kedua, kurang motivasi dalam bekerja.

Ketiga, melampiaskan kegagalannya kepada orang lain.

Keempat, nampak kelelahan dan hilang optimisme dalam hidup.

Kelima, susah makan dan tidur.

Keenam, tidak merawat diri

Ketujuh, gangguan kesehatan


Tips dan Saran

Untuk mengembalikan perasaan frustrasi dan stres kepada kehidupan normal, ada lima tips yang menurut saya harus dilakukan:

Pertama, positive thinking terhadap kegagalan yang dialami. Pasti ada hikmah dibalik itu. Jangan anggap kegagalan sebagai kiamat dalam hidup.

Kedua, minta tolong kepada Allah, supaya memberi kesabaran. Wujudnya kita membangun hubungan yang intensif kepada Allah dengan shalat bagi orang Islam, dan beribadah bagi agama lain.

Ketiga, lakukan olah raga agar kebugaran jasmani terbangun.

Keempat, bangun optimisme kembali dengan memegang pepatah: banyak jalan ke Roma, dunia tidak seluas daun kelor.

Kelima, tidak melampiaskan frustrasi dan stres ke publik melalui media sosial dengan pernyataan yang menyerang dan menyalahkan siapapun atau mencari perhatian kepada lawan politik karena akan merusak reputasi sendiri dan akan mengubur masa depan. Anggap saja kegagalan dalam Pemilu 2019 adalah keberhasilan yang tertunda.



Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search

Ambon Manise dan Segregasi Sosial Pasca Konflik Sosial di Awal ReformasiPrabowo-Sandi Peluang Menang di MK Sekecil Apapun Harus Optimis dan Diperjuangkan