Prabowo-Sandi Peluang Menang di MK Sekecil Apapun Harus Optimis dan Diperjuangkan

 In Pemilu

Saya tidak setuju dengan pandangan beberapa pihak bahwa tidak ada gunanya membawa kasus dugaan kecurangan Pemilu di Mahkamah Konstitusi (MK) karena peluang menang sangat kecil bahkan tidak ada sama sekali karena semua sudah di setting.

Ada yang memberitahu, semua proses persidangan di MK hanya sandiwara hukum. Hasilnya sudah pasti sesuai skenario.

Pandangan semacam itu, harus ditolak karena menurut saya, tidak ada yang mustahil di atas dunia. Tugas kita adalah berjuang mewujudkan yang mustahil itu.

Di dalam perjuangan mewujudkan sesuatu, adakalanya berhasil dan tidak jarang pula mengalami kegagalan. Oleh karena itu, kita harus mengerahkan segala daya dan upaya untuk mewujudkan kemenangan, betapapun peluang untuk menang hanya selubang jarum, kita tetap harus berjuang mewujudkan kemenangan.

Itulah yang tengah dilakukan Prabowo-Sandi melalui para tim hukumnya yang dipimpin Bambang Widjajanto dalam persidangan di Mahkamah Konstitusi.


Dengan Niat dan Optimis

Dalam perjuangan mewujudkan kemenangan, modal utama yang harus dijadikan pegangan, setidaknya lima hal.

Pertama, niat. Dalam berjuang mewujudkan sesuatu yang dianggap benar, sebaiknya dimulai dengan niat. Niat memandu kita untuk mewujudkan yang diniatkan. Dengan niat insya Allah yang diperjuangkan bernilai ibadah.

Kedua, optimis. Betapapun peluang menang di MK hanya selubang jarum, dalam berjuang harus ditanamkan optimisme, yaitu penuh pengharapan akan memperoleh kemenangan. Sebagai orang yang beriman, sikap pesimisme harus dibuang jauh-jauh karena bisa melemahkan semangat dalam berjuang.

Ketiga, usaha. Tidak ada kemenangan tanpa perjuangan keras mewujudkan kemenangan. Kemenangan akan diperoleh karena usaha yang sungguh-sungguh. Pada saat yang sama memohon pertolongan kepada Allah, pemilik segalanya.

Keempat, berdoa. Sebagai warga negara Indonesia yang beriman dan bertakwa, senjata yang paling ampuh dalam berjuang adalah berdoa. Addu’au silahul mu’min, yang artinya “doa adalah senjata orang yang beriman.”

Kelima, dukungan rakyat. Rakyat sebagai pemilik kedaulatan yang hadir di MK dan yang tidak hadir di MK sebaiknya terus-menerus melantunkan doa kepada Allah semoga melalui persidangan di MK hadir kemenangan sebagai wujud penegakan kebenaran dan kejujuran.

Dengan melakukan lima hal tersebut berarti kita telah berkontribusi dalam memperjuangkan tegaknya demokrasi melalui Pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil.



Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search

Tips Calon Legislatif Yang Frustrasi dan Stres Gara-gara Gagal Dalam PemiluMelawan Takut Bicara di MK dan di Publik Tentang Kebenaran dan Keadilan