Connect with us

Patroli WA: Bangun Peradaban Demokrasi Berucap dan Menulis yang Baik
let the heavy thoughts go in smokes at depok, indonesia - unsplash ali yahya

Sosial

Patroli WhatsApp : Bangun Peradaban Demokrasi Berucap dan Menulis yang Baik

Patroli WhatsApp : Untuk menghentikan omongan dan tulisan yang mengandung berita bohong, bukan dengan patroli WhatsApp dan mengawasi masyarakat dimanapun, karena bisa dimaknai sebagai memasung demokrasi. Menyampaikan pendapat secara lisan dan tulisan dengan cara yang baik, menurut saya, dapat dimaknai bahwa setiap warga negara Indonesia telah berkontribusi membangun peradaban yang baik.

Pada 21 Juni 2019 sore, Radio Dakta wawancara saya tentang kebijakan patroli WhatsApp.

Kebijakan patroli WhatsApp menarik diperbincangkan. Pertama, Indonesia adalah negara demokrasi. Dalam negara demokrasi, negara menjamin setiap.warga negara untuk berserikat, berkumpul dan menyampaikan pendapat lisan dan tulisan menurut undang-undang (pasal 28 UUD 45).

Kedua, rakyat sebagai pemilik kedaulatan tidak nyaman kalau aparat mematai-matai rakyat yang menyampaikan pendapat secara lisan dan tulisan di WhatsApp dan di manapun.

Ketiga, pemerintah menganggap penting untuk menjaga stabilitas sosial politik dan keamanan. Untuk menjaga dan memelihara stabilitas keamanan, rakyat harus dipatroli jangan menulis berita bohong (hoax).

Perbedaan pandangan antara masyarakat dan pemerintah dalam kehidupan demokrasi harus diperbincangkan dan dicarikan solusinya.

Menurut saya, untuk menghentikan omongan dan tulisan yang mengandung berita bohong, bukan dengan patroli WhatsApp dan mengawasi masyarakat dimanapun, karena bisa dimaknai sebagai memasung demokrasi.


Bangun Peradaban Demokrasi

Dalam negara demokrasi, rakyat dilindungi hak asasinya untuk menyampaikan pendapat secara bebas dalam bentuk lisan dan tulisan.

Akan tetapi dalam menyampaikan pendapat secara lisan dan tulisan, rakyat harus melakukan dengan baik.

Menyampaikan pendapat secara lisan dan tulisan dengan cara yang baik, menurut saya, dapat dimaknai bahwa setiap warga negara Indonesia telah berkontribusi membangun peradaban yang baik.

Menurut saya, untuk membangun peradaban yang baik, setiap warga negara harus melakukan lima hal.

Pertama, berkata yang baik. Bangsa Indonesia yang sedang tumbuh dan berkembang, para ilmuan dan akademisi dan bahkan setiap warga negara Indonesia harus berbicara dalam rangka memandu bangsa dan negara agar tidak salah arah yang akhirnya merugikan seluruh bangsa Indonesia. Dalam menyampaikan pandangan harus “bilhikmati walmaizhatil hasanah” (dengan penuh hikmat kebijaksanaan dan nasihat yang baik).

Kedua, menulis yang baik. Dalam menulis harus selalu mengajak seluruh bangsa Indonesia untuk maju bersama, bersatu, menegakkan keadilan dan kebenaran, memberi semangat, motivasi dan jalan keluar terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi bangsa dan negara.

Ketiga, tidak menjelekkan, menghina dan merendahkan siapapun dalam berbicara dan menulis. Selain itu, dalam berbicara dan menulis harus memilih kata dan kalimat yang mengajak, berjuang bersama memajukan seluruh bangsa Indonesia secara adil dan merata.

Keempat, memilih kata dan kalimat dalam mengeritik pemerintah yang tidak menyerang pribadi, menghina dan merendahkan. Pergunakan kata dan kalimat yang baik untuk mengingatkan pentingnya membuat kebijakan yang bisa membawa kemajuan seluruh bangsa Indonesia.

Kelima, narasi dalam berbicara dan menulis untuk memajukan bersama serta mempersatukan seluruh bangsa Indonesia. Sebaiknya dihentikan politik belah bambu, yang mendukung dijunjung setinggi langit, sementara yang berpendapat kritis dan mengingatkan ditekan dan dikriminalisasi.

Semoga tulisan ini menjadi bahan renungan dalam rangka partisipasi kita membangun peradaban demokrasi yang baik di Indonesia.

Baca Juga

Opini

Indonesia telah memilih jalan untuk membangun Indonesia melalui jalan demokrasi. Demokrasi sejatinya, dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat.

Opini

Demo penolakan kenaikan harga BBM bersubsidi terjadi di seluruh negeri. Di Jakarta hampir tiap hari terjadi demo.

Pemilu

Pada 01 Agustus 2022, hari yang amat penting dalam sejarah demokrasi di Indonesia, karena dimulainya pendaftaran partai-partai politik peserta Pemilihan Umum 2024.

Pemilu

Isu politik yang bakal muncul dalam pemilu 2024, pertama, politik identitas yang bernuansa SARA serta hubungan Indonesia-China yang sangat meningkat.

Politik

Sebagai sosiolog, saya mendukung seruan BEM UI untuk membuka draft terbaru RKUHP secara transparan dalam rangka menghadirkan partisipasi publik dalam pembahasan RKUHP.

Politik

Tuntutan massa aksi mahasiswa supaya kebutuhan pokok diturunkan adalah mewakili aspirasi rakyat. Media banyak memberitakan awal Ramadhan harga kebutuhan pokok sudah naik. Bahkan jauh...

Politik

Saya apresiasi demonstrasi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia yang digalang oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) yang pada umumnya...

Politik

Mahasiswa adalah bagian yang amat penting dari rakyat Indonesia. Oleh karena itu, mereka berhak untuk bebas berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat melalui Badan Eksekutif...