Keraton Surakarta Kurang Terpelihara, Sebaiknya Presiden Jokowi Turun Tangan

 Kategori Wisata, Opini

Keraton Surakarta yang terletak di pusat kota Solo sangat memprihatinkan. Tahun 2004 dan 2006, saya mengunjungi Keraton Surakarta dalam rangka penelitian untuk disertasi doktoral saya. Tahun 2019 dalam rangka urusan keluarga di Solo, saya kembali mengunjungi dan melihat dari dekat keraton Surakarta Hadiningrat.

Setelah saya keliling dan melihat keraton ini dari dekat, saya menjadi prihatin karena kondisi bangunan dan lingkungannya menyedihkan sebab tidak bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan.

Apalagi bangunan, lapangan di depan Keraton banyak sampah, taman dan lingkungannya kumuh, tampak tidak terurus, padahal keraton Surakarta merupakan cagar budaya yang mesti dipelihara, dirawat dan di jaga kebersihannya dan bangunannya harus selalu indah dipandang mata.

Keraton ini didirikan oleh Susuhunan Pakubuwana ll pada tahum 1744. Ia merupakan istana resmi Kasunanan Surakarta. Sampai saat ini, Keraton tersebut masih berfungsi sebagai tempat tinggal Sri Sunan dan rumah tangga istananya masih menjalankan tradisi kerajaan.

Menurut saya, keraton dan keturunan Susuhunan yang tinggal di istana dan terus menjaga tradisi kerajaan merupakan obyek wisata yang luar biasa.

Akan tetapi hal itu tidak mungkin bisa diwujudkan jika kondisi keraton, bangunan dan lingkungannya tidak ditata, dirawat dan dikembangkan menjadi kawasan yang bersih, hijau dan nyaman.


Presiden Jokowi Peduli

Semua negara yang memiliki cagar budaya dengan peninggalan sejarah masa lalu seperti Keraton Surakarta, dipugar dan dikembangkan dan menjadi obyek wisata yang ditawarkan ke seluruh penjuru dunia.

Keraton Surakarta, saya sangat optimis jika dipugar, seluruh lingkungan istana ditata, dijadikan taman kota yang asri, akan mendatangkan devisa dan PAD yang besar, istana dan rakyat disekitarnya pasti mendapat manfaat ekonomi.

Saat ini kota Solo, mohon maaf saya harus katakan belum bersih dan asri. Masih banyak sampah plastik bekas minuman dan daun-daunan di selokan dan jalanan. Taman-taman banyak yang tidak terawat. Salah satu penyumbangnya adalah Keraton Surakarta yang nampak kumuh.

Melalui tulisan ini, Presiden Jokowi yang berasal dari Solo diharapkan peduli pada nasib Keraton Surakarta. Bentuk kepedulian diharapkan bisa memerintahkan Menteri Pariwisata RI untuk memugar Keraton dan menata seluruh lingkungannya sehingga menjadi lingkungan bersih, asri dan nyaman.



Dalam rangka itu, pemerintah pusat, pemerintah daerah dan raja Keraton Kasunanan Surakarta, duduk bareng untuk musyawarah menata Keraton Surakarta dan lingkungan sosial di sekitarnya, sehingga kota Surakarta menjadi bersih dan asri, sehingga menjadi tujuan wisata budaya yang potensial selain Jogjakarta.

Kalau ini terwujud, maka Presiden Jokowi akan dikenang sepanjang masa oleh warga Solo, pemerintah kota Solo akan memperoleh manfaaf ekonomi yang besat karena pasti meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah).

Begitu pula hotel, restoran, pemilik kendaraan rental, penjual makanan dan buah-buahan serta sayur-sayuran, pengayuh becak dan warga Solo pada umumnya mendapatkan manfaat ekonomi karena pasti wisatawan dalam dan luar negeri akan berbondong-bondong datang ke Solo.

Semoga tulisan ini menjadi sumbangsih bagi warga Solo pada khususnya dan bangsa dan negara pada umumnya dalam upaya kita bersama memajukan ekonomi Indonesia dari daerah.

Berikut foto-foto Keraton Surakarta

Recent Posts

Start typing and press Enter to search

Buat Paket Wisata Seperti Turki: Jakarta, Bandung, Jogja, Solo dan SurabayaTiga Kesalahan Besar Darmono: Pendidikan Agama di Sekolah Tidak Hadirkan Radikalisme dan Intoleransi