Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta dari PKS di Ujung Tanduk

 Kategori Politik

Sejak Sandiaga Salahuddin Uno mengundurkan diri sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta karena menjadi calon Wakil Presiden RI mendampingi Prabowo Subianto, telah menjadi rebutan antara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerindra.

PKS dan Partai Gerindra adalah pengusung Anies Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno untuk menjadi calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Menurut ketentuan perundang-undangan bahwa partai pengusung calon kepala daerah dan calon wakil daerah adalah yang berhak mengajukan calon kepala daerah atau calon wakil kepala daerah jika salah satu atau kedua-duanya berhalangan tetap atau mengundurkan diri seperti yang dilakukan Sandiaga Salahuddin Uno.

Untuk mengatasi perebutan kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta antara PKS dan Gerindra, Prabowo Subianto akhirnya mengeluarkan keputusan bahwa kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta adalah haknya Partai PKS.

Pernyataan Prabowo itu mengakhiri perebutan kursi Wakil Gibernur DKI antara PKS dan Partai Gerindra. Dalam proses yang dinamis melalui fit and proper test akhirnya 2 calon Wakil Gubernur DKI dari PKS diterima oleh Partai Gerindra dan menjadi calon resmi Wakil Gubernur DKI Jakarta yaitu Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto.


Kendala di DPRD DKI

Dua calon Wakil Gubernur DKI dari PKS ternyata memperoleh kendala karena dalam dua kali rapat paripurna DPRD DKI yang hadir tidak memenuhi quorum 50+1 dari seluruh anggota DPRD DKI sebanyak 106 orang.

Akibatnya batal memilih salah satu dari dua calon PKS menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk mengisi kursi lowong yang ditinggalkan Sandiaga Salahuddin Uno.

Sebagaimana diketahui komposisi anggota DPRD DKI periode 2014-2019 sebagai berikut:

Sumber: Wikipedia Dewan perwakilan rakyat daerah provinsi DKI Jakarta

Kekuatan Gerinda dan PKS hanya 26 orang, sehingga sulit menggolkan calon Wakil Gubernur DKI.

Rencana sidang paripurna DPRD DKI tanggal 22 Juli 2019 untuk memilih Wakil Gubernur DKI, saya duga tidak memenuhi quorum lagi, sehingga bakal gagal memilih calon Wakil Gubernur DKI Jakarta dari PKS.


Perlu Terobosan

Anggota DPRD DKI dari berbagai partai politik saya menduga tidak setuju calon yang diajukan oleh PKS.
Bentuk mereka tidak setuju, tidak menghadiri rapat paripurna DPRD DKI. Pertimbangannya pasti kepentingan politik saat ini dan di masa depan.

Oleh karena itu, perlu terobosan baru dengan mengajukan calon baru yang disepakati PKS dan Gerindra yang bisa diterima para anggota DPRD DKI dan partai-partai politik di DKI.

Prabowo Subianto, Ketua Umum Gerindra telah memenuhi komitmennya bahwa kursi Wakil Gubernur DKI untuk PKS, tapi masalahnya Prabowo tidak bisa memaksa para anggota DPRD DKI dari partai-partai politik untuk hadir dalam rapat paripurna DPRD DKI dan memilih calon Wakil Gubernur DKI Jakarta yang diusulkan PKS.

Oleh karena itu, perlu terobosan baru dari Gerindra dan PKS untuk mengajukan calon baru agar segera dipilih oleh DPRD DKI, jika tanggal 22 Juli 2019 rapat paripurna DPRD DKI kembali gagal karena tidak memenuhi qourum 50+1 dari 106 anggota DPRD DKI.

Dr. Adhyaksa Dault, mantan Menpora RI mencium perkembangan politik dalam proses percalonan Wakil Gubernur DKI yang mengalami kendala, sehingga dia mencalonkan diri.



PKS dan Gerindra kunci hadirnya solusi, tetapi penentunya adalah partai politik dan anggota DPRD DKI yang ingin kekuasaan di DKI diberikan kepada figur yang tidak merugikan kepentingan mereka saat ini dan di masa depan. Itulah politik yang selalu terkait dengan kepentingan.

Kepada PKS dan Gerindra, segeralah berdiskusi, menentukan figur yang solid dan mempersiapkan rencana untuk sidang paripurna DPRD DKI tanggal 22 Juli 2019. Karena bisa jadi figur yang terpilih justru mendukung kepentingan partai lain.



Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search

Partai Koalisi Prabowo-Sandi: Gerindra, PKS, PAN, Berkarya Dan Demokrat Sebaiknya Jadi PenyeimbangAnis Matta dan Fahri Hamzah Dirikan Partai Garbi, Apa Ada Prospeknya?