Anis Matta dan Fahri Hamzah Dirikan Partai Garbi, Apa Ada Prospeknya?

 Kategori Politik

Syamsudin Haris, pakar politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sewaktu saya bertemu di Sekolah Pasca Sarjana Universitas Nasional (10/7/2019) dan makan siang bareng dengan Prof. Maswardi Rauf dan Dr. TB Massa, koordinator pengelola Pasca Sarjana Unas, sambil makan siang bareng saya tanya Prof Syamsudin Haris rencana Fahri Hamzah dirikan partai Garbi (Gerakan Arah Baru Indonesia), dia mengatakan “berat,” tetapi tetap ada prospeknya.

Pandangan Prof Syamsudin Haris itu saya amini bahwa mendirikan partai baru tidak mudah, tetapi partai Garbi jika didirikan mempunyai prospek yang baik.

Sebagaimana diketahui “Arah Baru Indonesia” merupakan tajuk pidato Anis Matta yang disampaikan 3 Feb 2018 di Hotel Royal Jakarta menjelang pencalonan Presiden dan Wakil Presiden RI 2019 yang dihadiri alumni KAMMI dari seluruh Indonesia.

Saya menghadiri pidato Anis Matta 3 Feb 2018 di Jakarta yang meriah dan penuh gegap gempita, dan pada tidak lama saya menulis artikel di Lintas Parlemen yang diberi tajuk “Arah Baru Indonesia: Visi Anis Matta.”


Selain itu, Anis Matta melakukan perjalanan di berbagai daerah seluruh Indonesia dan menyampaikan pidato dengan tajuk yang sama. Bahkan di beberapa daerah, dipasang foto Anis Matta di billboard dengan tulisan Arah Baru Indonesia.

Pada saat kampanye Pemilu serentak 2019, Fahri Hamzah mendeklarasikan berdirinya Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) yang kemudian dideklarasikan berdirinya di berbagai daerah di Indonesia.

Oleh karena Garbi dideklarasikan berdirinya saat kampanye Pemilu, banyak yang menduga bahwa pendirian Garbi adalah untuk mengembosi PKS dalam Pemilu, ternyata tidak. Garbi dideklarasikan saat kampanye pemilihan umum hanya memanfaatkan momentum politik untuk menyosialisasikan Garbi, yang diperpersiapkan menjadi partai politik baru.


Prospek Garbi

Mendirikan partai politik baru tidak mudah. Pengalaman menunjukkan bahwa partai baru yang didirikan untuk menjadi peserta Pemilu 2019, banyak yang berhasil lolos menjadi partai politik peserta Pemilu seperti Perindo, PSI, Partai Garuda, dan Partai Berkarya.

Akan tetapi partai-partai tersebut gagal memperoleh dukungan suara yang signifikan dalam Pemilu 2019, sehingga tidak mampu menembus Parliamentary Threshold (PT) 4 persen dari total anggota DPR atau jumlah pemilih.

Walaupun berat, tetapi bukan berarti tidak ada prospek bagi partai baru. Sebagai sosiolog, saya menganalisis bahwa partai Garbi yang akan dideklarasikan mempunyai prospek yang baik, setidaknya ada enam alasan yang mendasari.

Pertama, Anis Matta dan Fahri Hamzah sudah mempunyai pengalaman dalam mendirikan partai baru. Keduanya adalah pendiri Partai Keadilan (PK) kemudian diubah menjadi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Keduanya adalah public figure yang sudah dikenal luas masyarakat Indonesia.

Kedua, Anis Matta sejak PKS didirikan yang semula bernama PK, telah menjadi Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat, sehingga sangat kaya dengan pengalaman.

PK dan PKS dari tidak ada menjadi ada, dari kecil sampai besar seperti sekarang ini, tidak berlebihan jika dikatakan adalah berkat kepiawaian Anis Matta yang mampu membentuk, mengorginisir, dan menggerakkan pengurus di pusat dan daerah serta membangun kader PKS yang militan dan solid.

Ketiga, Anis Matta dan Fahmi Hamzah sangat berpengalaman dalam dunia politik. Anis Matta adalah mantan Presiden PKS, sebelumnnya pernah menjadi Wakil Ketua DPR RI. Begitu pula Fahri Hamzah, mantan Presiden Kammi, Wakil Sekjen PKS, dan Wakil Ketua DPR RI periode 2014-2019. Keduanya mewakili Fraksi PKS DPR RI. Ini adalah keunggulan dan kekuatan Garbi untuk memperoleh popularitas dan dukungan publik secara cepat dan luas.

Keempat, Anis Matta adalah penyelamat PKS pada saat yang amat genting menjelang Pileg 2014 akibat Presiden PKS tersandung kasus korupsi. Media dan masyarakat mengecam keras dan membully PKS dengan menyebut sebagai Partai Korupsi Sapi (PKS).

Majelis Syura PKS kemudian memilih Anis Matta, menjadi Presiden PKS yang baru. Dalam waktu singkat, Anis Matta mampu melakukan konsolidasi dan menggalang kekuatan seluruh jajaran PKS, sehingga hasil Pemilu 2014, PKS masih memperoleh kursi di DPR RI dan DPRD Provinsi, Kabupaten dan Kota secara signifikan, yang kemudian Fahri Hamzah dipilih oleh pimpinan PKS menjadi Wakil Ketua DPR RI.


Kelima, Anis Matta, Fahri Hamzah serta para tokoh partai Garbi sudah mempunyai basis dukungan di masyarakat karena merupakan mantan anggota DPR dan DPRD Provinsi, Kabupaten, Kota dan kader, sehingga sudah memiliki ketokohan, popularitas dan elektabilitas di masyarakat.

Keenam, masyarakat luas banyak yang tidak puas dengan kondisi ekonomi, sosial, hukum dan politik saat ini. Hal tersebut merupakan peluang bagi Garbi untuk mendapat dukungan publik secara luas. Apalagi Anis Matta, Fahri Hamzah dirikan partai Garbi adalah public figure yang pasti media memerlukan pandangan mereka terhadap berbagai persoalan bangsa dan negara.

Semoga tulisan ini memberi sumbangsih yang positif bagi partai politik dalam upaya kita membangun kekuatan politik yang memihak dan memperjuangkan kepentingan rakyat yang belum beruntung dalam berbangsa dan bernegara.

Akankah Sandiaga Uno bergabung?



Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Recent Posts

Start typing and press Enter to search

Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta dari PKS di Ujung TandukBelajar Dari Megawati dan PDIP: Beroposisi Menghadirkan Kemenangan Dalam Pemilu