Jokowi Bertemu Prabowo: Pendukung Jokowi Senang, Pendukung Prabowo Marah

 In Pemilu

Jokowi bertemu Prabowo di Stasiun MRT Lebak Bulus Jakarta Selatan (13/7/2019) yang dilanjutkan dengan naik MRT bareng dari Stasiun Lebak Bulus ke Stasiun Hotel Indonesia, kemudian makan siang di FX Sudirman, Jakarta, diharapkan merupakan langkah awal terjadinya rekonsiliasi antara Prabowo dan pendukungnya dengan Presiden Jokowi dan pendukungnya.

Permintaan Presiden Jokowi untuk bertemu dengan Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Gerindra, sudah lama dikemukakan di media, tetapi kuatnya penentangan dari pendukung Prabowo, sehingga pertemuan Jokowi dengan Prabowo tidak segera terwujud.

Menurut pemberitaan media, Budi Gunawan, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) merupakan mediator pertemuan Presiden Jokowi-Prabowo hari ini.


Pendukung Jokowi Senang

Para pejabat, pengusaha dan rakyat yang selama ini mendukung Jokowi senang adanya pertemuan Presiden Jokowi dengan Prabowo.

Setidaknya ada tiga tujuan yang diharapkan diraih dari pertemuan kedua tokoh tersebut.

Pertama, rekonsiliasi antara Jokowi dan Prabowo yang diharapkan pendukung kedua tokoh tersebut rujuk (rekonsiliasi) tidak ada lagi cebong dan kampret.

Kedua, legitimasi kekuasaan bisa diperoleh setelah terjadi pertemuan Presiden Jokowi dengan Prabowo.

Ketiga, persatuan dan kesatuan bangsa bisa semakin dapat dikukuhkan dengan adanya pertemuan Presiden Jokowi-Prabowo.


Pendukung Prabowo Marah

Pemberitaan di media sosial dapat diketahui bahwa pertemuan Presiden Jokowi dengan Prabowo disambut dengan kemarahan para pendukung Prabowo.

Setidaknya ada tiga alasan yang dikemukakan, pendukung Prabowo marah adanya pertemuan Presiden Jokowi dengan Prabowo.

Pertama, Prabowo dianggap mengingkari omongannya. “Saya akan timbul dan tenggelam bersama rakyat.” Rakyat yang menjadi pendukungnya marah karena dianggap khianat tidak menepati omongannya. Seharusnya menurut mereka seperti Ibu Megawati, Ketua Umum PDIP selama 10 tahun SBY berkuasa tidak rujuk (rekonsiliasi) dengan SBY karena dianggap SBY berkhianat.

Kedua, pendukung Prabowo beranggapan bahwa bertemu Presiden Jokowi berarti menafikan kecurangan dalam Pemilu dan kematian sekitar 700 petugas Pemilu serta korban kerusuhan pasca penetapan pemenang Pemilu Presiden oleh KPU tanggal 21-22 Mei 2019.

Ketiga, pendukung Prabowo beranggapan bahwa Prabowo tidak menghargai perjuangan dan pengorbanan mereka yang membela dan mendukung mati-matian Prabowo-Sandi dalam pemilihan Presiden. Mereka berkorban dengan dana, tenaga, pikiran dan bahkan nyawa.


Mengomentari pertemuan Presiden Jokowi dengan Prabowo, juru bicara PA 212 Novel Bamukmin mengemukakan: “Kami tak lagi bersama Prabowo, kami masih terus berjuang.” (Gelora News, 13/7/2019).


Pertemuan Presiden Jokowi dengan Prabowo sudah dilaksanakan. Sebagai sosiolog, saya berharap hulu dari masalah yang membuat rakyat marah yaitu dugaan kecurangan Pemilu dan kematian sekitar 700 petugas Pemilu dan korban kematian dan mereka yang hilang pasca penetapan pemenang Pemilu Presiden, hendaknya dituntaskan karena akan menjadi beban sejarah jika dibiarkan dan dianggap selesai setelah rekonsiliasi.



Saya sebelumnya mengunggah foto-foto saya di MRT dan FX Sudirman. Foto-foto saya di-like oleh orang banyak. Apakah foto-foto saya ini telah memberikan inspirasi tempat lokasi Jokowi bertemu Prabowo hari ini? Bagaimana pendapat para pembaca?



Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Recent Posts

Start typing and press Enter to search

Jasa BJ Habibie Dalam Netralitas PNS Agar Pemilu dan Pilkada Jujur dan AdilPemilu Amburadul: Ubah Sistem dan Penyelenggara Pemilu