Anies Versus Ahok Mana Yang Lebih Hebat Membangun DKI Jakarta

 Kategori Opini, DKI Jakarta, Lainnya, Sosial


Anies Versus Ahok

Anies Rasyid Baswedan yang berpasangan dengan Sandiaga Salahuddin Uno dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta memiliki motto yang dikampanyekan dalam pemilihan Gubernur DKI yaitu “Maju Kotanya, Bahagia Warganya.” Disamping itu, berbagai janji politik dikemukakan dalam kampanye yang akan dilaksanakan jika warga DKI Jakarta memberi kepercayaan kepada Anies dan Sandi untuk memimpin DKI Jakarta.

Demikian pula Joko Widodo yang berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama yang populer dengan panggilan Ahok memiliki motto untuk membangun DKI Jakarta yaitu “Bangun Jakarta Baru” dan berbagai janji politik yang dikemukakan dalam kampanye untuk membangun DKI Jakarta jika diberi amanah warga DKI untuk memimpin Jakarta.

Kedua pasangan tersebut kemudian diberi amanah oleh warga DKI untuk memimpin DKI Jakarta.


Ahok Menata DKI

Saya bisa banyak berbicara tentang pembangunan Jakarta di masa Jokowi dan Ahok karena saya menulis buku dengan judul “Bang Jokowi dan Bang Ahok Bangun Jakarta Baru.”


Selain itu, saya banyak berinteraksi dengan pemerintah Provinsi DKI sebagai anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Provinsi DKI yang Surat Keputusannnya ditandatangani Gubernur Basuki T. Purnama dan narasumber tetap dalam berbagai kegiatan di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik DKI, Dinas Sosial dan lain-lain.

Kepemimpinan di DKI boleh dikatakan banyak diemban Ahok terutama saat kampanye pemilihan Presiden, dan tentu saja setelah Presiden Jokowi melantik Ahok menjadi Gubernur DKI pada 14 November 2014.

Ahok dalam membangun “Jakarta Baru” yang menjadi motto Jokowi dan Ahok, memilih cara yang keras dan berani. Dia menggunakan Polisi, TNI dan Satpol untuk menggusur permukiman kumuh di DKI Jakarta.

Mereka yang sudah digusur dipindahkan secara paksa di berbagai rusunawa (rumah susun sewa) yang dibangun pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Ahok Menata Pegawai

Ahok sangat keras terhadap pegawai DKI. Hampir setiap minggu, dia melantik pejabat yang dipromosi, dimutasi dan puluhan pejabat DKI yang di nonjobkan. Bukan hanya itu, tetapi dia biasa marahi pejabat atau pegawai dimuka umum.

Walaupun Ahok keras dan tegas kepada pejabat dan pegawai DKI, tetapi dia mengeluarkan kebijakan yang memberi Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) yang tinggi kepada pejabat dan pegawai DKI, sehingga seorang lurah di DKI misalnya jika tidak salah “take home pay” setiap bulan bisa mencapai sekitar Rp 35 juta.

Bangun Jembatan Semanggi

Prestasi Ahok yang lain membangun jembatan Semanggi untuk mengurangi kemacetan di Semanggi

Bangun Rusunawa

Ahok juga membangun rusunawa tempat menampung masyarakat yang digusur.

Komunikasi Warga

Ahok setiap pagi di Balai Kota DKI menerima warga yang ingin menyampaikan persoalannya. Warga yang menemuinya diberitakan oleh media dan direkam, begitu juga rapat-rapat Ahok dengan pejabat DKI direkam lalu di upload ke Youtube.

Media Center

Untuk melawan pemberitaan media yang menyuarakan protes sosial yang ditujukan ke Ahok, dia membuat media center yang dikelola puluhan pemuda secara profesional untuk melawan setiap pemberitaan negatif yang ditujukan kepada Ahok dan memberitakan berita positif tentang Ahok sehingga Ahok dicitrakan hebat dan sukses membangun DKI.


Anies dan Sandi

Motto Anies dan Sandi dalam membangun DKI “Maju Kotanya, Bahagia Warganya.”

Anies-Sandi telah merealisasikan janjinya dalam kampanye dan membuat prestasi antara lain:
1. Menutup Hotel Alexis
2. Menata PKL
3. Memberikan KJP Plus
4. Mewujudkan OK Trip
5. Membangun Rumah DP 0
6. Menyetop reklamasi
7. Menyediakan lapangan kerja lewat OK OCE
8. Perolehan pajak melebihi target
9. Membolehkan motor operasi di jalan MH Thamrin Jakarta
10. Monas dibolehkan untuk kegiatan keagamaan dan hiburan.
11. Melakukan peremajaan kota tanpa menggusur
12. Mewujudkan angkutan massal Rp 5.000 terintegrasi
13. Nol kompromi pd pelanggar hukum
14. Menjadikan pukul 19.00-21.00 jam waktu belajar masyarakat
15. Menerapkan sistem meritokrasi untuk reformasi birokrasi
16. Memberikan pelatihan sesuai bidang untuk birokrasi
17. Membangun stadion bertaraf internasional
18. Dan banyak lagi yang telah dan akan dilaksanakan

View this post on Instagram

Menjadi guru adalah kehormatan. Menghargai guru adalah menghargai masa depan bangsa.⁣ ⁣ PGRI telah menjadi garda terdepan menjaga semangat perjuangan para guru dalam mencerdaskan bangsa. Sebuah kehormatan bagi DKI Jakarta dapat menjadi tuan rumah Kongres XXII PGRI 2019.⁣ ⁣ Pemprov DKI Jakarta memberikan keistimewaan kepada para guru yang sedang berkongres di Jakarta. Mereka adalah penjaga generasi bangsa ini.⁣ ⁣ Sejak kemarin dan hari ini, para peserta kongres ini bisa menikmati Ancol, Dufan, Ragunan dan naik MRT secara gratis, hanya dengan menunjukkan kartu peserta #KongresPGRI di pintu masuk.⁣ ⁣ Selamat berkongres, selamat datang di ibu kota, selamat menikmati #WajahBaruJakarta.

A post shared by Anies Baswedan (@aniesbaswedan) on


Dampak dari kegiatan yang dilakukan, Anies dan pemerintah Provinsi DKI sejak Anies pimpin DKI sampai saat ini (18/7/2019) telah mengoleksi 21 penghargaan dari instansi pemerintah dan swasta, termasuk 3 penghargaan dari KPK dan WTP dari BPK dua tahun berturut-turut yaitu tahun 2017 dan 2018 yang sebelumnya tidak pernah diperoleh.

Terakhir, Anies menata Jakarta tanpa menggusur. Bukti lain, jalan MH. Thamrin, dan jalan Jenderal Sudirman semakin nyaman dan indah dipandang setelah ditata dengan ditanami bunga dan pepohanan dipinggir jalan.



Semoga tulisan ini memberi gambaran tentang prestasi yang ditorehkan oleh kedua Gubernur DKI Jakarta, sehingga warga DKI lebih arif dan lebih obyektif memandang Anies dan Ahok dalam mewujudkan janji keduanya dalam kampanye untuk membangun DKI Jakarta.



Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search

Pendukung Prabowo Galau dan Marah, Apa Yang Sebaiknya Dilakukan