Pendukung Prabowo Galau dan Marah, Apa Yang Sebaiknya Dilakukan?

 In Politik, Opini

Keinginan dan semangat pendukung Prabowo dalam pemilihan Presiden 2019 yang luar biasa, sehingga rela berkorban harta, tenaga, pikiran dan bahkan nyawa agar ada perubahan secara damai dalam pemilihan Presiden, faktanya tidak terjadi. Sehingga pendukung prabowo galau dan marah mengungkapkan kekecewaan mereka.

Sangat wajar kalau pendukung Prabowo ´galau´ dalam artian ´tidak tenang dan sedih´ bahkan banyak yang marah karena yang diperjuangkan tidak terwujud dan tokoh yang mereka dukung dan perjuangkan mati-matian, jalan sendiri tidak memerdulikan aspirasi dan jeritan para pendukungnya.


Walaupun tidak terjadi perubahan dalam pemilihan Presiden, kalau saja Prabowo diam yang berarti konsisten (istiqamah) dalam perjuangan sesuai ucapannya ´Saya akan timbul dan tenggelam bersama rakyat,´ para pendukungnya tidak akan galau dan marah.


Tulisan ini dibuat untuk memberi pencerahan, penyadaran dan solusi, moga-moga para pendukung Prabowo secara bertahap bisa kembali tenang dan terus melanjutkan perjuangan untuk mewujudkan tujuan kita berbangsa dan bernegara sesuai Pembukaan UUD 1945.


Sabar dan Konsisten

Dalam berjuang tidak selamanya yang diinginkan dan diperjuangkan segera terwujud. Adakalanya bertahun-tahun dan bahkan bisa puluhan tahun lamanya, yang diperjuangkan baru terwujud.

Dalam berjuang perlu kesabaran, ketabahan dan konsistensi. Apapun yang diperjuangkan, jika tidak sabar, tidak tabah dan tidak konsisten, tidak akan berhasil.

Oleh karena itu, para pendukung Prabowo boleh sedih, prihatin dan marah, tetapi sebaiknya tidak berlarut dalam kesedihan. Ambil hikmah dan pelajaran dari peristiwa tersebut.

Sebaiknya kita meluruskan niat, mengobarkan kembali semangat dan tekat untuk melanjutkan perjuangan dengan sabar dan tabah. Oleh karena yang kita anggap baik, belum tentu baik bagi kita. Sebaliknya yang kita anggap tidak baik, boleh jadi baik bagi kita, karena hanya Allah yang mengetahui, dan kita tidak mengetahuinya.


Selalu Positive Thinking dan Berprasangka Baik

Dalam suasana galau dan marah, sebaiknya kita banyak mendekatkan diri kepada Allah dengan shalat dan sabar.

Disamping itu selalu positive thinking dan selalu berprasangka baik akan kejadian yang sudah terjadi. Karena sesungguhnya kita tidak akan pernah tahu apa yang sebenarnya terjadi di balik itu.

Tugas kita adalah berjuang. Kalau belum berhasil, yakinlah cepat atau lambat akan berhasil. Karena ada saatnya mendung ini berganti menjadi pelangi yang indah. Berserahlah diri pada illahi, karena semangat hidup kita tidak boleh padam sampai disini.


Semoga tulisan ini memberi kecerahan bagi pendukung Prabowo sehingga tetap optimis dalam melanjutkan perjuangan dan pengabdian kepada Allah melalui karya nyata. Sebaik-baik manusia ialah yang paling banyak memberi manfaat kepada orang lain – HR Thabrani.


Begitu pula, bangsa Indonesia yang beragama lain sebaiknya ikut pandangan para pimpinan yang agamanya yang baik dan tulus, dalam menyikapi rekonsiliasi Prabowo dengan Presiden Jokowi dengan memberikan pandangan yang bijak untuk kepentingan bersama.



Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search

Anies Versus Ahok Mana Yang Lebih Hebat Membangun DKI JakartaPemilu Amburadul: Ubah Sistem dan Penyelenggara Pemilu