Ridwan Kamil Capres 2024 dan Technopreneur Indonesia

 In Politik, Opini

Lingkaran Survei Indonesi (LSI) telah merilis deretan bakal calon Presiden RI yang berpotensi akan berlaga pada pemilihan Presiden tahun 2024 mendatang, diantaranya ialah Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Detik.com, 02/7/2019).

Sebagai sosiolog, saya setuju hasil rilis LSI yang memasukkan Ridwan Kamil sebagai calon Presiden RI yang berpotensi berlaga tahun 2024 mendatang.



Setidaknya ada enam alasan yang mendasari persetujuan saya bahwa Ridwan Kamil berpotensi menjadi calon Presiden RI tahun 2024.

Pertama, mempunyai pendukung yang besar di dunia maya. Follower (pengikut) Ridwan Kamil sampai tanggal 27 Juli 2019 di Instagram sebesar 10,8 juta orang, sedang follower (pengikut) Ridwan Kamil di Twitter sebanyak 3,7 juta orang. Ini kekuatan yang luar biasa yang tidak bisa dianggap remeh.

Kedua, memiliki tim IT yang kuat dan handal untuk membangun pencitraan di media massa dan media sosial, sehingga Ridwan Kamil merupakan calon Presiden paling potensial karena memiliki pengikut (follower) terbesar di media sosial yang mengalahkan Anies, Sandi, Ganjar dan lain-lain.

Ketiga, dekat dan ramah dengan warga, sehingga warga memberi dukungan yang kuat untuk menjadi calon Gubernur Jawa Barat dan terpilih menjadi Gubernur Jawa Barat periode 2018-2023.

Ketiga, dekat dengan pengusaha besar, sehingga di duga mendapat dukungan pendanaan dari mereka dalam kampanye pemilihan Gubernur Jawa Barat yang lalu.

Keempat, pendukung Presiden Jokowi dalam pemilihan Presiden tahun 2019.

Kelima, memiliki modal sosial, karena dianggap sukses membangun kota Bandung, dan diharapkan Jawa Barat.

Keenam, Ridwan Kamil go international. Sebagai Gubernur Jawa Barat, beliau telah bekerjasama dengan pihak asing dalam berbagai kegiatan kerjasamanya dalam membangun daerah-daerah di jawa barat agar bisa go international. Hal ini membuat nama Ridwan Kamil terkenal di luar negri dan pengaruh dirinya di dunia internasional bertambah.


Kelemahan Ridwan Kamil

Sebagaimana dikemukakan di atas, Ridwan Kamil memiliki kelebihan dan kekuatan yang tidak dimiliki bakal calon Presiden 2024. Akan tetapi, juga memiliki kekurangan yang sebaiknya diperbaiki dalam lima tahun mendatang semasa menjadi Gubernur Jawa Barat.

Pertama, dianggap publik tega mengkhianati tokoh dan partai politik yang pernah membesarkan dirinya.

Kedua, dipersepsikan sebagian publik terlalu memberi peluang dan kemudahan kepada pengusaha besar, tidak kepada pengusaha pribumi.

Ketiga, pengelolaan anggaran selama menjadi Walikota Bandung. Misalnya sering membuat program tapi belum masuk dalam mata Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Disamping itu, tidak ada anggaran pemeliharaan.

Keempat, permasalahan ekonomi, kemacetan dan banjir di kota Bandung yang belum dapat di atasi, semoga saat menjadi Gubernur Jawa Barat dapat diatasi, sehingga menjadi succes story jika mau menjadi calon Presiden 2024.

Kelima, kemampuan menggerakkan birokrasi di pemerintahan harus ditingkatkan agar percepatan pembangunan di Jawa Barat dapat diwujudkan.


Ridwan Kamil Capres 2024 Potensial

Jika Ridwan Kamil dalam memimpin Provinsi Jawa Barat dapat menunjukkan kinerja yang diakui dan diapresiasi masyarakat Jawa Barat dan rakyat Indonesia bahkan dunia internasional dalam membangun Jawa Barat, maka potensi untuk menjadi calon terkuat Presiden RI tahun 2024 terbuka lebar dan akan menjadi kenyataan.

Semoga tulisan ini mendorong Ridwan Kamil untuk bekerja lebih keras untuk menunjukkan kinerja dan kemampuan yang tinggi dalam membangun Jawa Barat, sehingga menjadi modal politik dan sosial untuk maju bertarung merebut RI 1 yang akan ditinggalkan Presiden Jokowi yang sudah menjadi Presiden dua periode.


Faktor Kejutan Mr. X – Technopreneur Indonesia

Menurut LSI Denny JA yang merilis 15 nama capres potensial 2024 dengan satu nama yang masih dirahasiakan. Apakah nama tersebut dirahasiakan karena terkait dengan pembagian kursi mentri yang akan dilantik dalam kabinet baru?


Interaksi pemerintah dengan pakar teknologi Indonesia sangat sering dilakukan. Bisnis teknologi atau istilah technopreneur memang sangat berkembang di Indonesia. Walaupun begitu pemerintah juga sering membuat kebijakan yang tidak mendukung perkembangan technopreneur.
Berikut daftar Unicorn dari Negara Asia Tenggara dengan Go-jek menempati posisi no.2 dibawah Grab yang berasal dari Malaysia. Meskipun begitu, tahun ini Go-jek telah di nilai sebagai perusahan yang berharga hampir sejumlah $10B. Kedepannya pemerintah akan turut bekerja sama dengan technopreneur lainnya untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat teknologi di kawasan Asia Tenggara, mengalahkan Singapura dan Malaysia.


Apabila seseorang serius berkecimpung dalam dunia politik dan kedepannya ingin mendapatkan dukungan dan simpati dari anak muda dan mahasiswa, haruslah mengerti tentang teknologi. Karena jaman sekarang, 90% anak muda memiliki minat yang tinggi dalam bidang teknologi. Seorang pemimpin akan sangat membutuhkan strategi marketing dan teknologi seperti statistik dan insight dari pakar teknologi dan pakar sosial media. Agar dapat membaca trend kedepannya, untuk meningkatkan karir politiknya dan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Gunakanlah data statistik untuk mempelajari berbagai macam hal, analisa data-data tersebut dan beradaptasi agar bisa meraih kesuksesan.



Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search

Rakyat Tidak Setuju Ibukota Negara Pindah: Sosiolog Beri SolusiFPI Pembela Pancasila dan NKRI, Bermanfaat Bagi Rakyat