FPI Pembela Pancasila dan NKRI, Bermanfaat Bagi Rakyat

 In Opini, Sosial

Muslim atau orang Islam yang paham agamanya dengan baik tidak akan mempertentangkan Pancasila dengan agama Islam karena kelima sila dari Pancasila seluruhnya adalah ajaran Islam yang terdapat dalam Alqur’an dan Hadist Nabi Muhammad saw.

Dalam Islam ada ajaran yang wajib diamalkan setiap Muslim yaitu “amar ma’ruf nahi munkar” (al ‘amru bil ma’ruf wannahyu’anil munkar) adalah sebuah frasa dalam bahasa Arab yang maksudnya sebuah perintah untuk mengajak atau menganjurkan untuk mengamalkan hal-hal yang baik dan mencegah hal-hal yang buruk di dalam masyarakat. Frasa ini dalam syariat Islam hukumnya adalah wajib.


Pengamal Amar Ma’ruf Nahi Mungkar

Menurut pengamatan saya, satu-satunya organisasi kemasyarakatan yang mengamalkan frasa “amar ma’ruf nahi munkar” secara berani dan konsisten adalah Front Pembela Islam (FPI).

Dalam Alqur’an dengan tegas disebutkan perintah untuk mengamalkan “amar ma’ruf nahi munkar” dikemukakan dalam surat Lukman ayat (17) Allah berfirman:

“Hai anakku, dirikan salat dan suruhlah manusia mengerjakan yang baik dan cegahlah mereka dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).”

Pada awal FPI didirikan, firman Allah tersebut diamalkan secara tegas dan kaku. Akan tetapi, sehubungan banyaknya kritikan dari masyarakat terhadap FPI ketika memberantas kemaksiatan seperti melakukan pengrebekan tempat maksiat, melakukan sweeping dan lain sebagainya, mereka belakangan ini lebih persuasif (soft).

Kader dan relawan FPI terlebih dahulu melaporkan perbuatan yang melanggar hukum kepada aparat untuk ditindak. Jika dibiarkan, mereka baru melakukan aksi dilapangan. Dalam banyak kasus, FPI kolaborasi dengan aparat untuk menindak mereka yang melakukan pelanggaran hukum.


FPI Terdepan Aksi Sosial

Sehubungan banyaknya musibah gempa dan letusan gunung merapi di tanah air, harus diakui bahwa FPI selalu terdepan dan terawal dalam melakukan aksi sosial membantu masyarakat yang mengalami musibah gempa bumi dan tsunami.

Ada yang mengatakan, sudah ada Pramuka, TNI, POLRI, BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), Kementerian Sosial, SAR dan sebagainya, tidak perlu FPI.

Betul, aparat dan institusi pemerintah sudah ada, tetapi partisipasi masyarakat sangat diperlukan untuk menangani korban bencana. FPI dalam praktik merupakan representasi dari masyarakat yang tanpa pamrih dengan kecepatan tinggi melakukan aksi sosial. Semua itu dilakukan dalam rangka “amar ma’ruf.” Sangat mulia jika “amar ma’ruf” dimulai dari diri sendiri (ibda’ binafsik) dengan memberi contoh dan teladan yang baik (uswatun hasanah).


Persoalan Politik

Saya mengamati, Imam Besar dan pendiri FPI Habib Muhammad Rizieq Shihab dan para tokoh FPI sedikitpun tidak bisa ada celah untuk mengatakan mereka anti Pancasila dan anti Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Imam Besar FPI Habib Muhammad Rizieq Shihab bahkan menulis disertasi tentang Pancasila, dan sejatinya bagi umat Islam dan lebih khusus FPI, Pancasila sudah final. FPI pembela Pancasila dan NKRI, bermanfaat bagi rakyat.


Salah satu persoalan bagi Habib Rizieq dan FPI adalah masalah politik, bisa menggalang kekuatan massa yang sangat besar dan dalam pemilihan Presiden RI 2019 mereka mendukung Prabowo-Sandi.


Akan tetapi, rekonsiliasi yang dilakukan Prabowo Subianto, walaupun ada yang tidak setuju, tetapi kita patut bersyukur karena suasana politik pasca Pemilu serentak sudah semakin kondusif.

Oleh karena itu, sebaiknya tidak diciptakan kondisi yang membuat rakyat kembali bergejolak seperti wacana membubarkan FPI.

Saya dapat pastikan bahwa mayoritas rakyat Indonesia tidak ingin FPI dibubarkan karena sudah terbukti FPI memberi manfaat bagi rakyat jika ada bencana gempa bumi, tsunami dan sebagainya, mereka selalu terdepan dan paling cepat di TKM (Tempat Kejadian Musibah).

Sebagai Ormas, FPI pasti mempunyai kelemahan, tugas kita adalah memberitahu, menasehati, memberi kritik agar diperbaiki.

Selain itu, sebaiknya Pancasila tidak dijadikan sebagai alat untuk memberangus yang dianggap lawan politik. Mereka yang mengeritik diperlukan keberadaannya, agar yang memerintah tahu kekurangannya untuk diperbaiki.

Semoga tulisan ini memberi manfaat bagi upaya kita membangun kebersamaan, persatuan dan kesatuan bangsa.



Apakah isu pembubaran FPI sebagai usaha untuk memberhentikan acara Ijtima Ulama pada bulan Agustus 2019?



Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search

Ridwan Kamil Capres 2024 dan Technopreneur IndonesiaGubernur Anies: Sebaiknya Bangunan Kuno di Kota Lama dan Harmoni Dibeli dan Direnovasi