Gubernur Anies: Sebaiknya Bangunan Kuno di Kota Lama dan Harmoni Dibeli dan Direnovasi

 In Wisata, DKI Jakarta, Opini

Pada Sabtu 27 Juli 2019, usai acara Seminar dan Halal Bihalal Asosiasi Perguruan Tinggi se Indonesia (Appertis) di Apartemen Ancol Mansion Jakarta, ketika pulang dikediaman di kawasan Cilandak Jakarta Selatan, saya dan isteri melintasi kota lama Jakarta. Saya menyaksikan bangunan lama termasuk stasiun kereta api kota yang merupakan bangunan peninggalan Belanda.

Sepanjang jalan saya menyaksikan ada bangunan lama yang sudah dipenuhi lumut dan sama sekali tidak terawat, sehingga mengganggu keindahan kota yang sedang dibangun dan dipercantik.

Diujung jalan Hayam Wuruk di seberang stopan bus TransJakarta Harmoni, saya menyaksikan bangunan lama besar disudut jalan, nampak tidak dimanfaatkan dan tidak dirawat.

Pada hal dari bangunan tersebut hanya menyeberang dengan jalan kaki sudah sampai di istana negara atau istana kepresidenan RI.

Saya melihat bangunan lama tersebut sangat mengganggu pandangan mata. Entah siapa pemiliknya, sebaiknya dibeli Pemerintah DKI untuk direnovasi dan dijadikan cagar budaya jika memiliki sejarah bahwa bangunan itu dibangun pada masa penjajahan Belanda. Jika tidak, bangunan itu dirubuhkan dan dijadikan taman kota.


Dijadikan Cagar Budaya

Beberapa bangunan kuno di kota lama, sudah direnovasi dan telah menjadi icon untuk mengenang sejarah lama di masa penjajahan Belanda.

Selain itu, beberapa bangunan di kota lama DKI Jakarta dan sepanjang jalan di Gajah Mada dan Hayam Wuruk Jakarta yang memiliki sejarah lama, masa penjajahan Belanda, sebaiknya pemerintah DKI membelinya dan direnovasi.

Sebagai warga DKI, saya apresiasi Gubernur Anies yang terus menata kota DKI, sehingga jalan-jalan semakin indah dengan tanaman bunga dan pepohonan.

Selain itu, saya usulkan bangunan lama yang memiliki sejarah, yang sekarang ini nampak terbengkalai, pemerintah Provinsi DKI sebaiknya peduli sehingga DKI semakin indah dan sedap dipandang mata.

Semoga tulisan pendek ini menjadi sumbangsih yang positif sebagai warga DKI dalam rangka partisipasi membangun DKI Jakarta, sehingga terwujud motto: Maju Kotanya Bahagia Warganya.

View this post on Instagram

Jarak Rorotan ke Balaikota 28 km, lokasinya lebih dekat ke Bekasi, hanya dibatasi Kanal Banjir Timur. Listrik baru masuk di tahun 80-an, jalan di kampung ini baru diaspal tahun 1997.⁣ ⁣ Tapi meskipun jaraknya jauh, komitmen Pemprov DKI Jakarta tetap sama kuatnya, kemajuan di Jakarta tak boleh ditentukan jaraknya dengan balaikota.⁣ ⁣ Alhamdulillah, bersyukur sekali bisa kembali ke Rorotan, dan kali ini datang menyaksikan sebuah Gelanggang Olahraga (GOR) yang levelnya kelas dunia yang dibangun di Rorotan.⁣ ⁣ Fasilitas yang ada di sini mungkin yang terbaik se-Jakarta. Kami titipkan pada bapak/ibu agar merawat GOR ini dengan baik. Dan cara merawatnya adalah dengan makin sering digunakan. Setiap selesai menggunakan, pastikan semua kembali seperti semula, pastikan terawat dengan baik. ⁣ ⁣ Kami berharap dari GOR ini nanti muncul prestasi, hadir atlet-atlet mumpuni dari Rorotan. Fasilitasnya sudah baik, InsyaAllah nanti anak-anaknya bisa bertumbuh kembang dengan baik juga.⁣ ⁣ Kita menginginkan agar tempat ini bukan sekadar tempat kegiatan olahraga, tapi ini menjadi tempat untuk membangun interaksi antar warga, tempat silaturahmi, tempat memperkuat hubungan antar warga yang ada di tempat ini.⁣ ⁣ Terima kasih kepada semua pihak yang sudah bekerja membantu pembangunan GOR ini. Hari ini kita menyaksikan ketika sudah jadi, tapi sesungguhnya di belakang ini ada proses yang panjang sejak setahun kemarin. Mereka yang bekerja tidak terlihat. Mari kita apresiasi untuk mereka yang bekerja membangun GOR ini. Semoga seluruh kerjanya dicatat sebagai amal saleh.

A post shared by Anies Baswedan (@aniesbaswedan) on



Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search

FPI Pembela Pancasila dan NKRI, Bermanfaat Bagi RakyatChina Jadi Negara Terkuat Didunia Tahun 2050, Mimpi atau Mendekati Kenyataan