Connect with us

Bangun Karakter Damai: Cegah Tawuran di DKI
pembina upacara bendera di sma perguruan ksatria di jalan percetakan negara, kelurahan cempaka putih barat, cempaka putih, senin (5/8/2019) - twitter kominfotikjp

Pendidikan

Bangun Karakter Damai: Cegah Tawuran di DKI

Cara mencegah tawuran yang paling efektif ialah membangun jiwa, dengan jiwa yang ditaburi iman dan taqwa, maka setiap orang mampu mengendalikan diri, tidak mudah dipengaruhi oleh lingkungan. Oleh karena iman dan taqwa turun naik, maka berbagai kegiatan pelatihan, seminar, halaqah (pertemuan) yang memberi motivasi, dorongan, rangsangan dan semangat penting secara berkala dilaksanakan.

Salah satu bait dari lagu Indonesia Raya “Bangunlah jiwanya bangunlah badannya untuk Indonesia Raya.”

Spirit membangun jiwa sangat penting dilakukan, karena pembangunan karakter menurut saya bermula dari pembangunan jiwa.

Karakter menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti tabiat, sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lain, watak.

Dengan demikian karakter atau watak adalah sifat batin yang mempengaruhi segenap pkkiran, perilaku, budi pekerti, dan tabiat yang dimiliki manusia atau makhluk hidup lainnya.

Maka, membangun karakter damai tidak lain dan tidak bukan ialah membangun tabiat damai dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Cara mencegah tawuran yang paling efektif ialah membangun jiwa, dengan jiwa yang ditaburi iman dan taqwa, maka setiap orang mampu mengendalikan diri, tidak mudah dipengaruhi oleh lingkungan.

Oleh karena iman dan taqwa turun naik, maka berbagai kegiatan pelatihan, seminar, halaqah (pertemuan) yang memberi motivasi, dorongan, rangsangan dan semangat penting secara berkala dilaksanakan.


Lima Faktor Mengoyak Kedamaian

Tidak mudah membangun tabiat damai, karena berbagai faktor yang mempengaruhi.

Setidaknya ada lima faktor yang bisa mengoyak kedamaian dan menciptakan tawuran.

Pertama, lingkungan keluarga. Kedua orang tua adalah guru pertama yang mengajarkan karakter damai. Rumah yang damai akan menghadirkan karakter yang damai di lingkungan sosial dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Kedua, lingkungan tetangga. Mereka yang bermukim atau bertempat tinggal dikawasan yang padat, potensi terjadi tawuran yang mengganggu kedamaian sangat besar. Hasil penelitian saya beberapa tahun yang lalu di Kecamatan Johar Baru Jakarta Pusat, memastikan bahwa faktor lingkungan sangat mempengaruhi kondisi lingkungan yang aman atau tidak aman.

Ketiga, faktor pergaulan.
Pergaulan memberi kontribusi seseorang menjadi baik atau sebaliknya. Kalau bergaul dengan seorang yang alim (ulama) maka cepat atau lambat, seorang akan berubah tabiatnya seperti seorang alim (ulama). Sebaliknya kalau bergaul dengan pecandu Narkoba atau Miras, maka cepat atau lambat bisa menjadi pengguna Narkoba dan Miras.

Keempat, faktor ekonomi. Ekonomi yang lesu akan menciptakan banyak pengangguran. Kalau banyak pemuda tidak mempunyai pekerjaan alias menganggur, tiap hari para pemuda nongkrong di berbagai tempat, berpotensi mereka mengganggu keamanan dengan melakukan tawuran.

Kelima, faktor politik. Huru-hara bisa disebabkan berbagai faktor, diantaranya faktor politik, misalnya perebutan kekuatan yang disebabkan melemahnya kondisi ekonomi.


Cara Cegah Tawuran

Tawuran atau konflik sosial, penyebabnya banyak faktor, diantaranya lima faktor yang dikemukakan di atas.

Untuk membangun karakter damai dan mewujudkan DKI aman tanpa tawuran:

Pertama, bangun suasana damai mulai dari rumah, lingkungan tetangga dan pergaulan.

Kedua, bangun komunikasi dan sinergi dengan semua kekuatan sosial di masyarakat.

Ketiga, beri kesibukan para pemuda (i) untuk berkarya misalnya lapangan kerja dan lapangan berusaha. Jangan biarkan mereka menganggur tanpa kegiatan produktif.

Keempat, aparat pemerintah dan keamanan berkolaborasi dengan para tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk mewujudkan suasana damai dan harmonis di masyarakat.

Kelima, Ketua RT, Ketua RW, Lurah dan berbagai organisasi di tingkat grass root (akar rumput) seperti FKDM, Karang Taruna dan ormas lainnya peka dan sensitif terhadap perkembangan sosial yang setiap saat bisa berubah karena faktor lingkungan dan pengaruh media sosial, sehingga gangguan keamanan berupa tawuran secara dini bisa dicegah.

Semoga tulisan ini memberi manfaat dalam upaya kita bersama membangun DKI Jakarta, “Maju Kotanya Damai dan Bahagia Warganya.”

Baca Juga

Pendidikan

Hari Kebangkitan Nasional yang kita peringati tahun ini, menurut saya pilar utamanya adalah pendidikan.

DKI Jakarta

Menurut saya, demi menjaga ketahanan pangan, warga lebih memerlukan tersedianya pangan murah bersubsidi, ketimbang mereka diberi Bantuan Tunai Langsung (BLT) dengan harga bahan pokok...

DKI Jakarta

Jakarta telah dicanangkan oleh Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta sebagai global city (kota global). Jakarta Go Global, Jakarta mendunia harusnya dijadikan acuan, prime mover...

DKI Jakarta

Anies bersama Transjakarta berharap perjanjian kerjasama memperluas akses Transjakarta pada penyedia bus elektrik, tidak hanya lokal tapi juga dari belahan dunia lain, terutama Inggris....

DKI Jakarta

Sarinah yang terletak di pusat jantung kota Jakarta merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang didirikan pada tahun 1962 di era Presiden Soekarno. BUMN...

DKI Jakarta

Mudik merupakan peristiwa budaya yang dibalut dengan keyakinan agama (Islam). Jumlah yang mudik 2022 luar biasa banyaknya. Hasil Survei Litbang Kementerian Perhubungan RI memperkirakan...

DKI Jakarta

Dalam rangka Idul Fitri 1443 H. Gubernur Anies dan Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria serta jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat dikatakan memanjakan warga...

DKI Jakarta

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar Ramadhan Market atau Festival Ramadhan di berbagai kelurahan DKI Jakarta.