Idul Adha 2019 dan Inovasi Gubernur Anies Membagikan Daging Hewan Kurban

 In DKI Jakarta, Lainnya

Pada 10 Zulhijjah 1440 H bertepatan 11 Agustus 2019, umat Islam yang sedang menunaikan ibadah haji akan melakakan wukuf di Arafah.

Pada saat itu umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji diperintahkan untuk melaksanakan shalat Idul Adha 2019 di Masjid atau di lapangan, dan selama tiga hari berturut-turut bagi mereka memiliki kelapangan rezeki diperintahkan untuk berkurban dengan menyembelih hewan seperti sapi, domba atau kambing, yang dagingnya dibagikan kepada mereka yang miskin.

Perintah shalat dan berkurban ditegaskan oleh Allah dalam Alqur’an surat Al Kautsar, ayat (1-2).

“Sesungguhnya Kami telah memberi kepadamu kebaikan yang banyak, maka shalatlah kepada Tuhanmu dan berkurbanlah.”

Berkurban bagi umat Islam, khususnya di Indonesia, telah menjadi budaya yang rutin dilaksanakan setiap tahun, yang waktunya selama tiga hari yang disebut “ayyamut tasyriiq,” yaitu pada hari di arafah, saat wukuf dan jumrah di Mina.

Akan tetapi, penyembelihan hewan kurban pada umumnya dilaksanakan setelah shalat Idul Adha 2019. Daging hewan kurban yang telah dipotong dengan dicacah ukuran kecil, kemudian dibagikan kepada orang-orang miskin yang sudah antri berjam-jam di Masjid, tempat penyembelihan hewan kurban.

View this post on Instagram

Menebar keberkahan dan membahagiakan sesama, adalah tema program Dapur Kurban tahun 2019. Dapur Kurban ini dikhususkan bagi masyarakat di perkampungan padat penduduk dan masyarakat tidak mampu lainnya. Ada yang istimewa pada penyelenggaraan dapur kurban tahun ini, yakni nantinya hidangan daging olahan bergizi siap santap akan diolah oleh para Chef Hotel Bintang 5 serta prosesnya mengikuti standar yang ditentukan oleh Asosiasi Profesi Kemanan Pangan Indonesia. Biasanya chef-chef ini hasil racikannya tidak diragukan nikmatnya dan mungkin hanya dinikmati kalangan atas. Namun kini, racikan dari chef hotel berbintang akan bisa dirasakan saudara-saudara kita yang kondisi sosial ekonominya di bawah. Selain makanan siap saji yang dimasak chef hotel untuk dibagikan ke masyarakat; Dapur kurban juga menyiapkan kornet dan rendang dalam kemasan kaleng yang siap disalurkan untuk korban bencana. Kami mengapresiasi mitra kerjasama yang berpartisipasi dalam Dapur Kurban tahun ini yakni Hotel Dharmawangsa, Borobudur, Shangrila, Aston Pluit, Grand Cempaka, APKEPI, ACT, Rumah Zakat, Baznas Baziz DKI, ANTEVE dan di support juga oleh PKK dan KORPRI. #DapurKurban2019 #IdulAdha #DKIJakarta

A post shared by Anies Baswedan (@aniesbaswedan) on

View this post on Instagram

Alhamdulillah, hari ini masih diberikan kesempatan untuk kembali memotong hewan kurban sendiri.⁣ ⁣ Saat SMA dan kuliah, saya sering aktif sebagai panitia penyelenggara Kurban. Biasanya dibagikan untuk warga miskin di desa-desa sekitar Yogya. Pengalaman pertama memotong sendiri hewan Qurban ketika SMA kelas 2 yang dibagikan di daerah Gunung Kidul, waktu itu adalah dataran tinggi yang gersang di sisi tenggara Provinsi DIY. Kini saya dengar telah banyak penghijauan. ⁣ ⁣ Sesudah itu selalu diikhtiarkan, kalau secara waktu memungkinkan maka akan potong sendiri. Alhamdulillah, tahun ini waktunya memungkinkan.⁣ ⁣ Hari ini rencananya hanya memotong hewan kurban sendiri, ternyata masih ada beberapa hewan yang belum disembelih jadi sekalian dipotongkan. Jadinya, saya dapat tugas menyembelih 3 kambing dan 2 sapi. Hari Ini pengalaman pertama memotong sapi, biasanya memotong kambing. ⁣ ⁣ Dulu saya menyaksikan ayah memotong sendiri kambing kurbannya. Dan hari ini anak-anak saya ajak ikut lihat ayahnya memotong kurban sendiri juga. Mudah-mudahan nantinya, insyaAllah anak-anak meneruskan tradisi, bisa memotong sendiri hewan kurbannya. #ABW

A post shared by Anies Baswedan (@aniesbaswedan) on


Inovasi Pembagian Daging Kurban

Anies Baswedan, Gubernur Provinsi DKI Jakarta terkenal kaya dengan gagasan dan inovasi.

Salah satu inovasi yang amat menarik dan banyak mendapat acungan jempol dari netizen ialah gagasan Anies, hewan kurban disembelih di Rumah Potong Hewan (RPH) PD Dharma Jaya secara syar’i, dan super bersih.

Setelah pengelupasan kulit dengan menggunakan mesin pengelupas yang hanya memerlukan 5 menit, dilakukan pemisahan dengan organ lainnya, daging hewan kurban dicacah, bukan langsung dibagikan kepada orang-orang miskin, tetapi dikirim ke berbagai hotel bintang lima untuk dimasak oleh chef. Setelah dimasak, dimasukkan ke dalam kotak makanan siap saji untuk dibagikan kepada orang-orang miskin yang tinggal dikawasan padat, kumuh dan miskin yang sudah ditetapkan.

Sebagai sosiolog, saya memberi apresiasi inovasi yang dilakukan Gubernur Anies Baswedan dalam upaya memberi kebahagian dan kesenangan kepada orang-orang miskin yang tinggal dikawasan padat, kumuh dan miskin.

Saya menduga sepanjang hidup mereka belum pernah menikmati masakan hotel bintang lima, apalagi daging hewan kurban yang dimasak oleh ahli tukang masak yang disebut chef, yang kemudian melalui gagasan brilian Gubernur Anies Baswedan dibagikan kepada orang-orang miskin secara gratis.

Saya yakin mereka yang mendapat bagian dari daging hewan yang sudah disembelih secara syar’i di RPH dan dijamin kebersihan (higenitasnya), apalagi dimasak oleh chef dan siap saji, insya Allah semuanya bersyukur dan berterima kasih kepada Allah, kepada Gubernur Anies dan seluruh jajarannya serta para chef dan pemilik hotel yang telah berpartisipasi memberi kebahagiaan dan kesenangan kepada saudara kita yang belum beruntung dalam hidupnya.

Mereka yang belum mendapat bagian dari hewan kurban yang dimasak oleh chef di hotel bintang lima, semoga sabar dan berharap tahun depan lebih banyak yang berpartisipasi dalam berkurban, sehingga menjadi sebuah gerakan untuk membahagikan dan menyenangkan orang-orang miskin pada Hari Raya Idul Adha.

Semoga spirit berkurban Nabi Ibrahim AS. dan puteranya Nabi Ismail AS. bisa diteladani oleh seluruh bangsa Indonesia dalam membangun Indonesia raya yang maju, hebat dan besar.

Selamat Hari Raya Idul Adha 2019 – 10 Zukhijjah 1440 H.

View this post on Instagram

Besek Bambu untuk Wadah Daging Kurban, Iduladha Cerdas Peduli Lingkungan!⁣ ⁣ Berkurban adalah esensi Hari Raya Idul Adha. Teladan agung keikhlasan dan ketakwaan Nabi Ibrahim serta putranya, Ismail. ⁣ ⁣ Tapi, jangan lupa, kita hidup di bumi yang cuma satu. Beribadah pun harus peduli lingkungan hidup lho, dimulai dari hal yang sederhana, seperti wadah daging hewan kurban.⁣ ⁣ Selama ini, kita biasa menggunakan tas plastik ketika membagikan daging kurban, baik sapi maupun kambing. Padahal, butuh waktu 10-12 tahun, agar plastik itu terurai di dalam tanah.⁣ ⁣ Nah, pada Iduladha tahun ini, Pemprov DKI Jakarta menggagas cara berkurban cerdas yang peduli lingkungan. 85 ribu besek dibeli dari perajin bambu Tasikmalaya (Jawa Barat), Yogyakarta, serta Tulungagung (Jawa Timur). ⁣ ⁣ Gubernur @aniesbaswedan menugaskan @perumdapasarjaya sebagai distributor besek bambu. Kamu dapat membeli besek bambu ini di seluruh pasar yang memiliki KJP, Jakmart, atau pusatnya di Jakgrosir Pasar Induk Kramat Jati.⁣ ⁣ Asyik kan? Yuk, kita rayakan Idul Adha dengan menebar kasih kepada sesama, tapi lingkungan tetap terjaga.⁣ ⁣ #DKIJakarta⁣⁣ #Jakarta⁣⁣ #PemprovDKIJakarta⁣⁣ #IdulAdhaTanpaKantongPlastik⁣⁣ #IdulAdhaBersih⁣⁣ #KendalikanSampahPlastik⁣⁣ #IdulAdha⁣ #BesekBambu⁣ ⁣ Foto: Hasan/ @matajkt

A post shared by Pemprov DKI Jakarta (@dkijakarta) on




Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search

Tawuran di DKI: Penyebab Utamanya Pengangguran dan KemiskinanTNI Tidak Kecolongan: Alhamdulillah Enzo Allie Selamat