TNI Tidak Kecolongan: Alhamdulillah Enzo Zenz Allie Selamat

 Kategori Opini, Lainnya

Perbincangan di media sosial sangat ramai setelah Prof Mahfud MD membuat pernyataan yang dikutip berbagai media, misalnya detiknews mengutip dengan judul berita: Enzo Zenz Allie Taruna Akmil di Terpa Isu Terkait HTI, Mahfud MD: TNI Kecolongan (Jum’at, 09 Agustus 2019).

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahyanto menilai sosok Enzo Zenz Allie penuhi syarat jadi prajurit (Tempo.co., Rabu, 07 Agustus 2019).


Dengan demikian, secara otomatis membantah pernyataan Prof Mahfud MD yang menyatakan bahwa TNI kecolongan dalam merekrut Enzo Allie menjadi Taruna Akmil dan meminta supaya TNI memberhentikan Enzo sebagai taruna akademi militer.

Pernyataan Prof Mahfud mengundang reaksi publik yang sangat keras. Saya bisa memahami, netizen marah terhadap Prof Mahfud, tetapi saya juga prihatin karena dia diserang martabat pribadinya seperti diungkit asal-usulnya yang disebut sebagai keturunan pengkhianat. Selain itu, posisinya di BPIC yang diserang habis-habisan.


Mengapa Serangan Publik Sangat Keras

Menurut saya, setidaknya ada tiga alasan, publik menyerang habis-habisan Prof Mahfud.

Pertama, publik sangat percaya profesionalitas TNI. TNI memiliki seleksi yang ketat dalam merekrut prajurit. Tidak mungkin kecolongan seperti yang dituduhkan.

Justru menurut netizens yang berbahaya adalah partai politik yang tidak memiliki seleksi seperti yang dimiliki TNI dalam merekrut calon pejabat negara. Padahal pejabat negara mempunyai peran yang besar dalam pengamalan ideologi Pancasila, menyelamatkan bangsa dan negara.

Kedua, publik menyukai Enzo karena memiliki potensi besar seperti menguasai empat bahasa, yaitu Indonesia, Prancis, Inggris, dan Arab. Selain itu, mempunyai prestasi seperti dua kali meraih medali emas renang dalam Olimpiade Olahraga Siswa Nasional cabang renang kelas 10 dan 11. Disamping itu, anak yang baik, taat beragama dan sudah hafal Alqur’an, jika tidak salah satu juz.

Ketiga, publik menilai Prof Mahfud telah berubah karena jabatannya di BPIP, justru menyerang dan memojokkan Enzo yang tuduh pengikut HTI. Padahal menurut netizen adalah isu yang sengaja dibuat untuk memojokkan umat Islam.


Mengakhiri Polemik

Enzo sudah jelas posisinya bukan sebagaimana yang dituduhkan. Saatnya mengakhiri polemik yang sejatinya tidak membawa kebaikan bagi bangsa Indonesia.

Mereka yang berilmu dan menjadi public figur, sebaiknya hati-hati dalam menyampaikan pendapat di muka umum, karena pendapat mereka bisa digoreng untuk membuat gaduh terus-menerus bangsa ini.

Tuduhan bahwa TNI kecolongan dalam merekrut Enzo, sebaiknya menjadi pelajaran agar para public figur dan cerdik pandai siapapun juga supaya lebih hati-hati dan cermat dalam mengemukakan pendapat.

Menurut saya, memang tidak terlalu menarik, tetapi sebaiknya pernyataan dan pendapat yang dikemukakan di media adalah yang membimbing, dan mempersatukan seluruh bangsa Indonesia.

Semoga tulisan ini mengakhiri polemik bahwa TNI kecolongan dalam merekrut Enzo Zenz Allie.

Oleh karena, dalam beberapa hari lagi, bangsa Indonesia merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74. Saatnya kita bergandengan tangan, bahu-membahu dan bersatu untuk mengamalkan Pancasila secara murni dan konsekuen dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.



Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search

Idul Adha dan Inovasi Gubernur Anies Membagi Daging Hewan KurbanBPJS Kesehatan Defisit, Saran Jalan Keluarnya