DKI Asri Tanpa Polusi Bersama Agroteknologi Universitas Ibnu Chaldun

 Kategori Pendidikan, DKI Jakarta

DKI Jakarta dibawah Gubernur Anies Baswedan, terus dibangun menjadi asri dan indah dipandang mata. DKI asri tanpa polusi, indah dan sedap dipandang mata.

Salah satu cara untuk membuat DKI Jakarta asri, yang artinya indah dan sedap dipandang mata, maka sepanjang jalan protokol dan berbagai tempat yang kosong milik pemerintah Provinsi DKI, ditanami rumput, tanaman bunga, dan pepohonan.

Setiap hari, di berbagai tempat, sudut jalan, dan jalan protokol, nampak para petugas merawat tanaman rumput, bunga dan pepohonan.

Disamping itu, pemerintah Provinsi DKI terus membeli tanah rakyat dengan harga yang pantas dan layak untuk dibangun taman kota.

Dampak positifnya tidak hanya DKI Jakarta terus bertambah asri, indah dan sedap dipandang mata, tetapi sangat berperan mengurangi polusi.



Mengurangi Polusi

Untuk memgurangi polusi di DKI Jakarta ditempuh dua cara.

Pertama, membuat hijau DKI dengan tanaman rumput, bunga dan pepohonan.

Kedua, mengurangi polusi udara dari kendaraan roda empat (mobil) dengan memperluas ruas genap-ganjil dan memperpanjang waktunya dari :
Pukul 06.00-10.00 (pagi)
Pukul 16.00-21.00 (sore – malam)

Selain itu, menaikkan biaya parkir mobil untuk membatasi penggunaan kendaraan pribadi, sehingga beralih kepada penggunaan transportasi massal.

Disamping itu, membatasi usia kendaraan angkutan umum dan kendaraan pribadi.

Untuk mewujudkan pengendalian pencemaran udara yang menghadirkan polusi, maka Gubernur DKI Anies Baswedan mengeluarkan Instruksi Gubernur Nomor 66 Tahun 2019 Tentang Pengendalian Pencemaran Udara.

Sebagai sosiolog, saya apresiasi keluarnya Instruksi Gubernur tersebut walaupun ada yang sesalkan karena tanpa riset, tapi ini dalam keadaan darurat, harus segera dikeluarkan payung hukum untuk mengatasi pencemaran udara yang menerpa DKI Jakarta di musim kemarau sekarang.


Peran AgroTeknologi

Untuk membangun DKI asri tanpa polusi, indah dan sedap dipandang mata, maka peran agroteknologi sangat penting dan menentukan.

Agro berasal dari agronomi yaitu ilmu yang mempelajari gejala (fenomena) dalam hubungannya dengan pertanian atau teori dan praktik dalam pengelolaan tanah dan produksi tanaman. Teknologi berkaitan erat dengan sains (science) dan perekayasaan (engineering).



Dalam hubungan itu, keberadaan program studi agroteknologi Universitas Ibnu Chaldun sangat diperlukan untuk menunjang dan menyukseskan pembangunan DKI Jakarta yang asri, dengan taman kota yang indah dan sedap dipandang mata.

Selain itu, membuka lapangan kerja dan menghasilkan uang dalam bidang agroteknologi, karena tempat tinggal dengan tanah yang tidak luas, bisa dibangun agroteknologi dengan menanam di pot yang digantung disamping rumah, dengan pupuk tanaman yang yang diproduksi dari sampah rumah tangga, yang sekarang ini sedang dibangun IFF (Intermediate treatment facility) oleh pemerintah Provinsi DKI untuk pengolahan sampah organik.

Oleh karena itu, saya mengundang para pemuda (i) untuk mengikuti program studi agroteknologi Universitas Ibnu Chaldun. Pendaftar dari kalangan yang tidak mampu akan diberi beasiswa berupa pembebasan uang pembangunan dan potongan uang kuliah.


Untuk Informasi Lebih Lanjut Silahkan Hubungi

Kepala Humas UIC: Syahiruddin, HP: 0852-4177-5588
Staf Rektorat UIC, Muslikhun, HP: 0856-4153-2499
Kepala Rektorat UIC, Siti Amina Amohuru (Ici) HP: 0822-1480-4277

Tertarik menjadi mahasiswa Universitas Ibnu Chaldun Jakarta? Berikut Infonya

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search

Idul Adha dan Inovasi Gubernur Anies Membagi Daging Hewan KurbanAnies: Insya Allah Janji Ditepati, Pelayanan Kesehatan di DKI Perlukan Sarjana Farmasi, Universitas Ibnu Chaldun Siap Berkontribusi