Jakarta Hijau – Jakarta Lestari dan Indah Beri Dampak Positif Warga DKI

 Kategori DKI Jakarta, Wisata

Sudah agak lama, saya membiasakan jalan kaki di jalan Jend. Sudirman atau Jalan MH. Thamrin Jakarta pada saat car free day.

Setelah MRT beroperasi, setiap Jum’at saya naik MRT di Stasiun Haji Nawi turun di Stadiun Senayan dan jalan kaki menuju Gelora Bung Karno. Pada setiap Ahad, saya melakukan hal yang sama, tetapi jalan kaki menelusuri jalan Jend. Sudirman dan kadang-kadang di jalan MH. Thamrin sampai Monas.

Belakangan ini saya semakin suka, karena setelah jalan kaki bisa jajan di Gelora Bung Karno, di FX Sudirman dan pada Ahad saat car free day jajan di halaman Hotel Grand Sahid jalan Jend. Sudirman.


Pejalan kaki Tambah Ramai

Setidaknya ada lima alasan semakin ramai warga DKI dan sekitarnya yang olah raga jalan kaki dalam car free day.

Pertama, fasilitas kendaraan MRT telah tersedia dengan sangat baik. Selain itu, fasilitas bus Trans Jakarta semakin baik dan nyaman. Ini sangat menolong dan menyenangkan warga untuk melakukan perjalanan termasuk olah raga jalan kaki dalam car free day.

Kedua, semakin hijau dan indah serta enak dipandang mata berbagai jalan protokol di Jakarta terutama jalan Jend. Sudirman dan jalan MH Thamrin Jakarta karena jalan diperindah dengan ditanami berbagai macam bunga dan pepohonan.

Ketiga, jalan kaki atau naik sepeda dalam car free day telah menjadi sarana rekreasi dan hiburan keluarga, selain sarana olah raga jalan kaki.

Keempat, warga semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan. Salah satu cara menjaga kesehatan ialah dengan olah raga. Jalan kaki merupakan olah raga yang sangat murah dan dianjurkan untuk menjaga dan memelihara ketahanan badan dan kesehatan.

Kelima, jalan kaki bersama dalam event car free day telah menjadi sarana bisnis usaha kecil menengah koperasi serta ajang promosi berbagai jenis barang termasuk promosi penerimaan mahasiswa baru seperti yang dilakukan Universitas Ibnu Chaldun.


Gerakan Menanam Bunga dan Pohon

Satu hari pasca perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-74, Gubernur Anies Baswedan melakukan penanaman bunga bougenville di sepanjang jalan Jend. Sudirman Jakarta.

Saya kebetulan melewati jalan Jend. Sudirman di samping Hotel The Sultan, saat Gubernur Anies sedang pidato saya berhenti dan bergabung. Kemudian saya menyaksikan penanaman bunga bougenville oleh Gubernur Anies yang didampingi ibu Susi, Kepala Dinas Kehutanan DKI, para pejabat terkait dan karyawan Dinas Kehutanan DKI.


Jakarta Milik Bersama

Saya mendengar pidato Gubernur Anies yang mengemukakan bahwa penanaman bunga dan pohon yang dilakukan merupakan sebuah gerakan untuk menghijaukan Jakarta.

Dinas Kehutanan DKI akan melakukan penanaman bunga bougenville sebanyak 100 ribu.
Ini sebuah gerakan yang melibatkan partisipasi warga DKI Jakarta.

Pertanyaannya, apa saja bentuk partisipasi warga DKI untuk menyukseskan gerakan Jakarta hijau.

Pertama, berpartisipasi menanam bunga dan pepohonan di kawasan tempat tinggal masing-masing.

Kedua, berpartisipasi menjaga dan merawat tanaman bunga dan pepohonan yang sudah ditanam dengan menyiram secara berkala dan memberi pupuk agar tidak mati.

Ketiga, tidak menginjak tanaman bunga dan membuang puntung rokok, yang bisa menyebabkan tanaman bunga mati dan terbakar.

Keempat, memberitahu warga agar tidak menginjak, merusak bunga dan tanaman diberbagai tempat di DKI Jakarta, apalagi membakar tanaman dan sampah.

Kelima, berkolaborasi dengan semua kekuatan di masyarakat bersama pemerintah DKI untuk mewujudkan Jakarta yang hijau dan lestari.

Dengan melakukan lima hal yang dikemukakan, maka berarti kita telah berpartisipasi dan memberi andil yang positif terwujudnya Jakarta hijau, lestari dan indah, yang memberi manfaat dan dampak positif bagi warga DKI Jakarta pada khususnya, rakyat Indonesia dan warga dunia pada umumnya.

Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search

Anies: Insya Allah Janji Ditepati, Pelayanan Kesehatan di DKI Perlukan Sarjana Farmasi, Universitas Ibnu Chaldun Siap BerkontribusiJakarta Ibukota Negara: Roh Indonesia Merdeka, Apa Urgensinya Memindahkan Ibukota ke Kalimantan?