Penyelesaian Papua Harus Komprehensif dan Win-win Solution, Papua Bagian dari Indonesia Selamanya

 Kategori Sosial, Opini, Politik

Kita prihatin dan sedih kerusuhan terjadi di Papua, yang dipicu hadirnya sekelompok masyarakat, aparat TNI dan Polisi di asrama mahasiswa Papua di Surabaya untuk meminta pertanggunghawaban atas masalah bendera putih yang dirobek dan dibuang diselokan dekat asrama mahasiswa Papua, yang di duga dilakukan mahasiswa Papua.

Dalam penggrebekan dan sweeping di asrama mahasiswa Papua terjadi insiden dan kata-kata yang mengandung unsur SARA, sehingga masyarakat Papua marah, yang diekspresikan dengan demonstrasi sebagai bentuk solidaritas masyarakat Papua terhadap mahasiswa Papua di Surabaya.

Sejatinya masalah tersebut tidak perlu terjadi, jika ada investigasi untuk mencari siapa pelakunya, karena belum tentu pelakunya mahasiswa Papua. Bisa saja pihak lain yang sengaja bermain untuk menciptakan kerusuhan.


Usut Pelakunya

Peristiwa tersebut semakin menambah masalah di Papua dan semakin sulit mencari dan menemukan penyelesaian Papua.

Kejadian di Surabaya, telah dimanfaatkan mereka yang berjuang merdeka dari Indonesia.

Mereka meraih keuntungan besar untuk peroleh solidaritas masyarakat Papua untuk merdeka terutama umpatan “rasial.”

Untuk meredam kemarahan masyarakat Papua, saya mendesak untuk diusut pelakunya dan dihukum untuk mencegah terulangnya peristiwa tersebut.


Perjuangan Merdeka

Sejak tahun 1965, terdapat orang-orang Papua yang berjuang memisahkan diri dari Indonesia dengan mendirikan Organisasi Papua Merdeka (OPM) sebagai wadah perjuangan.

Dalam melakukan perjuangan, mereka memiliki tiga strategi dan taktik.

Pertama, menggalang dukungan pemimpin agama, tokoh adat, dan masyarakat luas untuk berjuang bersama mewujudkan kemerdekaan Papua Barat.

Kedua, mengangkat senjata untuk melawan Aparat TNI dan Polri serta aparat pemerintah dalam rangka merdeka dari negara kesatuan republik Indonesia.

Belakangan ini perjuangan bersenjata semakin marak, yang ditandai dengan banyaknya aparat TNI dan Polisi yang meninggal akibat dibunuh oleh pasukan bersenjata di Papua.

Ketiga, kegiatan diplomasi di dunia internasional. Hasilnya semakin lama Papua barat semakin banyak mendapat dukungan internasional.

Mei 2016, deklarasi Westminster untuk mendukung penentuan nasib rakyat Papua Barat lahir dalam pertemuan parlemen internasional untuk Papua Barat (IPWP) dengan delegasi dari berbagai negara di House of Parliament London, Inggris.

Desember 2016, Perdana Menteri Vanuatu, Charlot Salwal resmi mendukung kemerdekaan orang-orang Melanesia di Papua Barat dan menyerukan penghentian praktik pelanggaran HAM.

Maret 2017, atas nama 7 negara Pasifik (Vanuatu, Tonga, Palau, Tuvalu, Kepulauan Marshall, Nauru dan Kepulauan Solomon, dalam sidang HAM di PBB di Jenewa Swiss menuduh Indonesia melakukan pelanggaran HAM serius terhadap orang asli Papua.

Mei 2017, 11 anggota parlemen Selandia Baru dari partai Hijau, Buruh, Nasional dan Maori menyatakan dukungan untuk kemerdekaan Papua Barat dengan menandatangani deklarasi Westminster.

Tahun 2019, petisi untuk merdeka Papua Barat sudah masuk ke PBB.

Tiga macam perjuangan mereka untuk merdeka semakin menunjukkan keberhasilan. Jika pemerintah Indonesia tidak tegas dan tidak berani melawan separatisme, maka Papua hanya menunggu waktu untuk merdeka.


Penyelesaian Komprehensif

Menurut saya, pemerintah harus melakukan setidaknya tiga pendekatan.

Pertama, keadilan. Kita harus adil, tidak boleh diskriminatif kepada siapapun termasuk masyarakat Papua. Menurut saya, tidak ada yg tidak mencintai masyarakat Papua. Kalau ada perasaan, masyarakat Papua diperlakukan tidak adil, umat Islam saja yang mayoritas merasa diperlakukan tidak adil.

Kedua, kesejahteraan. Masalah kesejahteraan harus diutamakan dalam pembangunan.

Ketiga, keamanan. Menurut saya, TNI harus kuat dan hebat agar bisa melindungi seluruh bangsa Indonesia termasuk masyarakat Papua. Bukan mau memerangi masyarakat Papua, tetapi melindungi mereka.

Penyelesaian Papua, semua opsi bisa diberikan, kecuali merdeka tidak boleh. Penyelesaian yang Win-win Solution dikedepankan melalui dialog.

Alangkah baiknya apabila pemerintah segera fokus dan bertindak dengan nyata dan konsisten akan banyaknya permasalahan di berbagai bagian di wilayah indonesia, khususnya di Papua. Karena urgensi dan kebutuhan yang sangat mendesak. Penanggulangan permasalahan yang telah terjadi selama bertahun-tahun butuh waktu dan komitmen yang solid. Semoga tulisan ini dapat memberikan pencerahan kepada pemerintah agar kedepannya menjadi lebih baik untuk kesejahteraan rakyat Indonesia dan negara kita tercinta, Indonesia.

Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search

Jakarta Ibukota Negara: Roh Indonesia Merdeka, Apa Urgensinya Memindahkan Ibukota ke Kalimantan?Beli Mobil Baru Wajarkah Ditengah Utang Negara Menggunung dan Rakyat Miskin?