10 Mudarat Pindah Ibu Kota Baru Kalimantan dan 6 Manfaatnya

 Kategori Politik, Sosial, Top

Presiden Jokowi telah mengumumkan pemindahan ibu kota baru Kalimantan, Kabupaten Penajam Passer Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, di Istana Presiden Jakarta (26/8/2019).

Setidaknya Presiden Jokowi telah mengemukakan masalah pemindahan ibukota pada tiga kesempatan. Pertama, saat menyampaikan Pidato Kenegaraan di hadapan Anggota Parlemen RI di Gedung DPR/MPR RI pada tanggal 16 Agustus 2019. Presiden Jokowi minta izin mau pindahkan ibukota di Kalimantan.

Kedua, saat mengumumkan secara resmi ibukota Jakarta dipindahkan ke Kalimantan Timur, yaitu di Kabupaten Penajam Passer Utara dan Kabupaten Kutai Timur.

Ketiga, Presiden Jokowi menyampaikan surat resmi kepada Ketua DPR RI tentang pemindahan ibukota berdasarkan hasil kajian. Surat Presiden Jokowi tersebut telah dibacakan pada Sidang Paripurna DPR RI hari ini (27 Agustus 2019).


Pro Kontra Pindah Ibukota

Pemindahan ibukota Jakarta ke Kalimantan Timur telah menimbulkan pro-kontra di masyarakat.

Energi terkurat habis untuk membahas pemindahan ibukota yang diumumkan Presiden Jokowi.

Perbincangan publik akan semakin ramai dan tidak tertutup kemungkinan terjadi demonstrasi besar-besaran yang menolak pemindahan ibukota dari Jakarta karena berdasarkan hasil survei KedaiKopi yang dirilis (26/9/2019) menyebutkan bahwa mayoritas responden di DKI (95,7 persen) tidak setuju pemindahan ibukota.

Menurut saya, ada manfaat sosiologis dan ekonomi pindah ibukota di Kalimantan. Akan tetapi mudaratnya jauh lebih.


6 Manfaat pindah ibukota

Pertama, mengurangi urbanisasi ke Jakarta. Sebaliknya akan meningkat urbanisasi ke Kalimantan Timur.

Kedua, akan mengurangi sedikit tingkat kemacetan di Jakarta. Sebaliknya, akan berpindah kemacetan di Kalimantan Timur.

Ketiga, akan mengurangi polusi di Jakarta walaupun hanya sedikit. Sebaliknya akan meningkat polusi di Kalimantan Timur.

Keempat, penduduk akan meningkat jumlahnya secara signifikan di Kalimantan Timur.

Kelima, ekonomi di Kalimantan Timur akan menggeliat.

Keenam, ekonomi akan bertumbuh di Kalimantan Timur, tetapi tidak ada jaminan terjadi pemerataan.


10 Mudarat Pindahkan Ibukota

Menurut saya, lebih banyak mudaratnya pindah ibukota ketimbang manfaatnya.

Pertama, ibukota negara yang baru yaitu Kab. Penajam Passer Utara dan Kab. Kutai Kartanegara, ternyata rawan banjir. BNPB telah umumkan seperti itu.

Kedua, Kalimantan Timur rawan gempa. Secara geologi, ada tiga sesar sumber gempa di Kalimantan Timur, yaitu sesar Maratu, sesar Mangkalihat dan sesar Paternostes. Dua diantaranya masih aktif, yaitu sesar Maratu dan sesar Mangkalihat.

Ketiga, akan mengubur sejarah, Jakarta sebagai ibukota proklamasi.

Kelima, istana negara, gedung proklamasi, gedung DPR/MPR dan lain-lain sebagai bangunan bersejarah, mau diapakan? Mau dijadikan mesium atau tukar guling dengan pemilik modal.

Kelima, mubazir pindah ibukota karena akan menghabiskan anggaran Rp 446 triliun. Akan lebih bermanfaat, jika anggaran dialokasikan pengembangan SDM sesuai jargon dalam HUT Kemerdekaan ke 74 SDM Unnggul Indonesia Maju.

Keenam, akan banyak ASN/PNS yang memilih pensiun dini ketimbang pindah di Kalimantan Timur.

Ketujuh, kita akan semakin terjerembab ke dalam kubangan utang dan terpuruk. Karena apapun caranya pasti berutang untuk membiayai pemindahan ibukota atau tukar guling aset yang dimiliki negara.

Delapan, SDM unggul yang menjadi program Jokowi periode kedua kepemimpinannya akan terganggu, adanya proyek pemindahan ibukota.

Kesembilan, pemindahan ibukota tidak bakal menghadirkan pemerataan dan keadilan. Pemerataan dan keadilan akan hadir pada masyarakat yang memiliki SDM unggul, mempunyai kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam pembangunan.

Kesepuluh, penduduk lokal bisa alami nasib seperti penduduk asli Jakarta (Betawi) yang tergusur dan termarjinalisasi hadirnya ibukota baru yang membawa tradisi kompetisi dan nafsi-nafsi.

Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search

Mudarat Impor dan Nikmatnya Komisi ImporAnies Beri Contoh Bangun Demokrasi: Tidak Gunakan Kekuasaan Ubah Peta Politik di DKI Jakarta