Pohon Mangga, Sukun, Durian dan Nangka Bisa Perindah Kota Jakarta

 Kategori DKI Jakarta, Wisata

Gubernur Anies Baswedan dan pemerintah provinsi DKI Jakarta sedang giat-giatnya memperindah Jakarta dengan memperluas tempat jalan kaki, menanam bunga dan pepohanan disamping jalan, sehingga Jakarta nampak asri dan indah dipandang mata.

Semua perubahan dalam perindah kota Jakarta, sangat diapresiasi sebab saya merasakan nikmatnya setiap jalan kaki dalam Car Free Day di Jalan Jend. Sudirman dan jalan MH Thamrin Jakarta.

Sebagai warga DKI Jakarta, saya mensyukuri keindahan Jakarta yang digagas Gubernur Anies, kemudian dinarasikan dan dijalankan oleh jajaran pemerintah Provinsi DKI Jakarta, sehingga menjadi karya yang indah dan menyenangkan.

View this post on Instagram

Pagi hari ini Pemprov DKI Jakarta mulai menanam 100.000 bunga bougenville di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin, sebagai bagian dari #7InisiatifUdaraBersihJakarta.⁣⁣ ⁣⁣ Kita ingin mewujudkan Jakarta menjadi kota lestari, apa yang kita manfaatkan hari ini merupakan pinjaman dari generasi anak cucu kita maka dari itu kita harus wariskan kota ini dalam keadaan baik, karena itu memastikan hal itu adalah tanggung jawab kita bersama.⁣⁣ ⁣⁣ Tanaman bougenville sebagai tanaman penyerap polusi udara tingkat tinggi dan kita berharap nanti di Jakarta terus ditanami berbagai tanaman yang sesuai dengan relevansi kebutuhannya.⁣⁣ ⁣⁣ #2RatusTaman2JutaTanaman ini semua dikerjakan sebagai gerakan yang melibatkan masyarakat dengan konsep kolaborasi melibatkan berbagai komunitas. Sesudah ini ditanam bantu bersama untuk merawat, karena ini tanaman kita agar membuat Jakarta tampil lebih indah bersih dan asri.⁣⁣ ⁣⁣ Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Kehutanan DKI Jakarta akan membangun 200 taman dan 2.000.000 tanaman (500.000 pohon dan 1.500.000 tanaman hias) sampai dengan tahun 2022. Pada tahun 2019 ini kita membangun 53 #TamanMajuBersama di berbagai lokasi di Jakarta.⁣⁣ ⁣ Selain penanaman 100.000 bougenville di Jl Sudirman-Thamrin, Tanggal 19 Agustus 2019 akan dimulai penanaman serentak tanaman penyerap polutan di 6 Kantor Walikota/Bupati oleh jajaran perangkat daerah dan 100 sekolah negeri oleh para guru dan murid sekolah.⁣⁣ ⁣⁣ Di rumah/ kantor teman-teman ada tanaman apa?

A post shared by Anies Baswedan (@aniesbaswedan) on


Menanam Pohon

Salah satu bagian dari upaya perindah kota Jakarta, membuat teduh, dan mengurangi polusi di DKi Jakarta dengan menanam pohon.

Pertanyaan saya yang bukan pakar kehutanan, apa tidak sebaiknya dalam mewujudkan gagasan untuk membuat teduh, indah dan mengurangi polusi, pepohonan yang ditanam adalah pohon yang memberi nilai tambah dan manfaat ekonomi seperti mangga harum manis, nangka, jeruk, sukun?

Dr. Akrab, alumnus Institut Pertanian Bogor (IPB) meyakinkan kepada saya bahwa dalam rangka mewujudkan visi dan misi Gubernur Anies Baswedan, diantaranya memperindah, membuat teduh dan mengurangi polusi di Jakarta, sangat tepat jika pepohonan yang ditanam di DKI Jakarta mempunyai nilai tambah ekonomi.

Pohon sukun sebagai contoh ternyata daunnya mempunyai banyak khasiat untuk mengobati berbagai macam penyakit.

Buah sukun sudah dikenal luas di Indonesia dan sangat lezat. Akan tetapi daunnya mempunyai juga banyak manfaat. Para dokter menjelaskan, daun sukun mempunyai setidaknya 10 khasiat.

Pertama, mengatasi penyakit jantung.
Kedua, menurunkan kolestrol.
Ketiga, mengobati penyakit ginjal.
keempat, mengatasi penyakit maag.
Kelima, mengatasi penyakit asam urat.
Keenam, menstabilkan kadar gula darah.
Ketujuh, mengatasi penyakit liver.
Kedelapan, mengatasi sakit gigi
Kesembilan, mengatasi penyakit tulang.
Kesepuluh, mengatasi peradangan kulit.
(sumber doktersehat.com)

View this post on Instagram

Para siswa dari 100 sekolah se-DKI menanam sansiviera dan sirih gading di lingkungan sekolahnya.⁣ ⁣ Ini merupakan bagian dari gerakan #200taman2jutatanaman yang mereka inisiasi sebagai bentuk kontribusi membuat Jakarta semakin hijau, lestari juga untuk membersihkan udara Jakarta.⁣ ⁣ Menariknya, para siswa juga diperkenalkan oleh bapak dan ibu guru tentang jenis-jenis tanaman penyerap polutan yang baik, pentingnya menanam pohon hingga manfaat yang didapat dengan melakukan penghijauan. Dengan begitu para siswa bisa sekaligus belajar untuk mencintai lingkungan.⁣ . Yuk, ajak sekolahmu dukung gerakan #200taman2jutatanaman #jakartabersih dengan upload aktivitas hijaumu di media sosial. Jangan lupa mention @dkijakarta, @kehutanandki, @disdikdki, dan @temantaman.jkt ya! Oh iya, apa tanaman penyerap polutan yang kamu tanam di rumah? Tulis di kolom komentar ya, siapa tau bisa jadi ide untuk teman-teman yang lain.⁣ ⁣ #KehutananDKI⁣ #PemprovDKI⁣⁣⁣⁣ #AniesBaswedan⁣ #TemanTamanJakarta⁣⁣⁣⁣ #TamanJakarta⁣⁣⁣ #Jakarta⁣⁣⁣ #CleanAirJakarta2030⁣⁣ #Dinaspendidikandkijakarta⁣ ⁣ Foto: @beritajakarta, @sdnmaggarai01, @sdnpekayon18, @slbcangkasa, @alwathoniyah_asshodriyah9, @smpn48jkt, @smkn57jkt_official, @smptarakanita1, @smpn211_jakarta, @smkn25jkt, dan @smpk_7_penabur_jakarta

A post shared by Pemprov DKI Jakarta (@dkijakarta) on

Dengan demikian menanam berbagai macam pohon di DKI Jakarta, sebaiknya yang mempunyai manfaat ganda, selain buahnya bisa makan dan lezat, tetapi juga daunnya memiliki banyak khasiat untuk obat bagi warga DKI Jakarta.

Semoga tulisan ini menginspirasi pengambil kebijakan di DKI Jakarta untuk mengubah kebiasaan lama dari menanam dan memelihara pohon yang hanya sekedar alat pelindung panas, penghias kota dan pengurang polusi, untuk menanam pohon yang memberi manfaat ganda.

Pertama, sebagai pohon yang selama ini ditanam dan dipelihara di DKI Jakarta. Kedua, pohon yang memberi nilai lebih, selain sebagai pelindung, pengurang polusi, dan penghias kota, juga memberi nilai ekonomi – bisa dijual dan dimakan warga seperti mangga, jeruk, nangka dan sukun. Selain itu, daunnya bisa menjadi obat bagi warga DKI Jakarta yang sakit seperti daun sukun.

Berikut foto-foto aktivitas penanaman pohon dan tanaman di taman DKI Jakarta

Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search

Tahun Baru Islam 1 Muharram 1441 H: Berhijrah - Keluar Dari Banyak Masalah Untuk Bangkit dan MajuNapak Tilas Mengenang Masa Kecil Melintasi Laut ke Kampung Halaman