Mobil Esemka Bukan Mobnas: Rindu Memiliki Mobil Nasional Indonesia

 Kategori Opini, Dunia Usaha

Saya pernah lama bermukim di Malaysia. Saya menyaksikan Perdana Menteri (PM), Timbalan Pendana Menteri (Wakil PM), para Menteri, dan pejabat negara, semuanya menggunakan mobil nasional (mobnas) Malaysia yang disebut Proton.

Berdasarkan pengalaman tersebut saya merindukan hadirnya mobil Nasional Indonesia yang menjadi kebanggaan seluruh bangsa Indonesia.

Pertanyaannya, mengapa Indonesia sebagai bangsa yang besar, telah merdeka 74 tahun belum mampu membuat mobil nasional Indonesia?

Semula saya pikir, mobil Esemka yang dipopulerkan Jokowi sewaktu menjadi Walikota Surakarta, yang sekarang sedang ramai diperbincangkan publik setelah diresmikan penggunaannya oleh Presiden Jokowi merupakan mobil nasional Indonesia, ternyata bukan.


Mobil Esemka bukan Mobnas

Saya apresiasi Presiden Direktur PT SMK Eddy Wirajaya yang berterus terang dan berkata jujur kepada Presiden Jokowi dan ke publik Indonesia bahwa mobil Esemka bukan mobil nasional (mobnas) Indonesia.

Sangat wajar kalau mobil Esemka tidak disebut sebagai mobil nasional sebab yang memiliki mobil Esemka bukan negara atau BUMN tapi pribadi atau swasta.

Sejatinya mobil nasional dibangun oleh BUMN atau pemerintah. Dengan demikian, BUMN atau pemerintah yang memiliki saham mobil nasional. Kepemilikannya bisa seluruhnya atau mayoritas sahamnya dimiliki oleh negara.

Dengan begitu, tidak akan terpengaruh adanya pergantian kekuasaan. Mobil nasional bisa terus dilanjutkan pembangunannya jika mobnas milik negara.

Kalau yang membangun dan pemiliknya adalah swasta murni, agak berat bersaing dipasaran dengan mobil produk Jepang yang sudah lama menguasai pasar mobil di Indonesia.


Tuan di Negara Sendiri

Sudah lama saya merindukan hadirnya mobil nasional milik bangsa Indonesia sebagai bukti kita menjadi tuan di negara sendiri.

Setidaknya ada enam alasan, saya merindukan hadirnya mobil nasional Indonesia.

Pertama, untuk menunjukkan kepada seluruh bangsa Indonesia dan bangsa-bangsa lain di dunia bahwa bangsa Indonesia bisa membuat mobil nasional Indonesia seperti bangsa-bangsa lain di dunia.

Kedua, untuk mewujudkan kerinduan bangsa Indonesia yang sudah lama bermimpi dan ingin memiliki mobil nasional Indonesia.

Ketiga, untuk menghadirkan kebanggaan seluruh bangsa Indonesia bahwa Indonesia bisa membuat mobil nasional sendiri.

Keempat, untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri. Jangan seperti selama ini, mobil buatan Jepang mengaku buatan bangsa Indonesia.

Kelima, untuk mewujudkan harapan dan mimpi seluruh bangsa Indonesia untuk menjadi tuan di negara sendiri dengan mampu membuat mobil nasional Indonesia.

Keenam, untuk memperkuat kecintaan dan nasionalisme bangsa Indonesia seperti bangsa-bangsa lain di dunia. Memiliki mobil nasional Indonesia merupakan salah satu cara menanamkan kecintaan, kebanggaan dan nasionalisme bangsa Indonesia.

Oleh karena itu, suka tidak suka dan mau tidak mau, bangsa Indonesia harus mempunyai mobil nasional Indonesia, yang dirancang, dibiayai, mesinnya dan segala komponen mobil nasional dibuat oleh bangsa Indonesia, bukan assembling yang dipasarkan di dalam negeri dan di ekspor di manca negara kemudian mengaku sebagai produk bangsa Indonesia.

Saya bermimpi dan berharap Indonesia menjadi negara yang hebat dan orang Indonesia menjadi bangga menjadi orang Indonesia karena mampu memproduksi mobil nasional Indonesia seperti Malaysia, Korea Selatan, Jepang, China dan lain-lain.

Semoga tulisan ini memotivasi para pemimpin Indonesia dan seluruh bangsa Indonesia untuk memiliki mobil nasional Indonesia karena mobil Esemka yang sedang menjadi trending topic bukan mobil nasional Indonesia.

Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Recent Posts

Start typing and press Enter to search

Berutang Terus: Negara Kita Mau Dibawa Kemana?