Musni Umar Socmed

Search

In Memoriam Bacharuddin Jusuf Habibie: Legacy Kepada Bangsa, Negara dan Agama
musni umar bersama prof dr bj. habibie, ibu ibnu sutowo dan pontjo sutowo dalam silaturrahim idul fitri 1432 h di kediaman pak pontjo, jl. tanjung, jakarta, 2011 - twitter musniumar

Politik

In Memoriam BJ Habibie: Legacy Kepada Bangsa, Negara dan Agama

Seluruh bangsa Indonesia dimanapun berada dan mereka yang pernah bertemu dan mengenal Prof Dr Ing Bacharuddin Jusuf Habibie pasti sangat bersedih dan berduka atas kepulangan beliau diharibaan Allah Yang Maha Kuasa. Sebagai pribadi, kenangan paling indah terhadap Prof Dr BJ Habibie karena saya menjadi anggota DPR/MPR RI dan pensiun sebagai anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Sulawesi Tenggara dikukuhkan oleh Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie.

Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’un (Sesungguh kita milik Allah dan kita akan kembali kepadaNya).

Seluruh bangsa Indonesia dimanapun berada dan mereka yang pernah bertemu dan mengenal Prof Dr Ing Bacharuddin Jusuf Habibie pasti sangat bersedih dan berduka atas kepulangan beliau diharibaan Allah Yang Maha Kuasa.

Dalam rangka mengenang (in memoriam) Prof Dr BJ Habibie, saya menurunkan tulisan dengan tajuk di atas.

Setidaknya ada enam legacy yang amat penting dan monumental yang diwariskan Prof Dr. Ing BJ Habibie – Prestasi BJ Habibie

Pertama, sebagai teknolog dan pakar Aeronautika yang luar biasa telah mampu mewujudkan dalam karya yang membuat Indonesia dipandang hebat karena sanggup membuat pesawat terbang, sehingga kawan dan lawan kagum dan memberi apresiasi. Semoga lahir dan tumbuh Habibie-Habibie baru untuk membangun kehebatan Indonesia sebagaimana kata pepatah “Patah tumbuh hilang berganti.”

Kedua, sebagai demokrat dan negarawan, Pak Habibie telah membuktikan ketika Pak Harto mundur sebagai Presiden RI dan sebagai Wakil Presiden RI tampil menggantikan Pak Harto, menurut UUD 1945 akan melanjutkan kepemimpinan sebagai Presiden sampai masa jabatan berakhir 5 (lima) tahun, tetapi Pak Habibie memilih opsi mempercepat pemilihan umum (Pemilu) sesuai tuntutan publik. Hasil Pemilu 1999, PDIP yang memenangkan Pemilu. Laporan pertanggungjawaban Pak Habibie di MPR ditolak, sehingga tidak bersedia mencalonkan diri dalam pemilihan Presiden di MPR RI.
Pak Habibie tidak menggunakan aparat dan PNS untuk berbuat curang guna melanggengkan kekuasaannya.

Ketiga, ilmuan tangguh yang jenius dan berwatak kebangsaan serta religius. Pak Habibie manusia langka karena selain sangat pintar dan jenius, amat menyintai Indonesia dan sangat taat beragama.

Keempat, sangat mementingkan sumber daya manusia. Pada saat menjadi Menteri Riset, Teknologi dan Kepala BPPT, ribuan putera-puteri Indonesia dikirim untuk belajar di luar negeri.

Kelima, menjadi Presiden RI pada saat Indonesia mengalami krisis yang amat dahsyat. Perpecahan dan demonstrasi terjadi di mana-mana. Mata uang rupiah melemah pada titik nadir terhadap mata uang asing terutama dolar Amerika Serikat.

Presiden BJ Habibie mampu menyelenggarakan Pemilu secara jujur dan adil yang dimenangkan oleh PDIP. Pemilu setelah era Presiden BJ Habibie tidak lagi pernah terjadi Pemilu secara jujur dan adil karena penguasa menggunakan aparat, PNS/ASN, dan politik uang untuk memenangi Pemilu.

Disamping itu, Presiden BJ Habibie dalam waktu singkat mampu menguatkan mata uang rupiah secara signifikan terhadap mata uang asing terutama dolar Amerika Serikat.

Keenam, Pak Habibie mampu meyakinkan Pak Harto sebagai Presiden RI supaya umat Islam dirangkul, tidak dijadikan musuh dalam membangun Indonesia. Hasilnya Pemilu menghasilkan anggota DPR/MPR yang hijau royo-royo dan Pak Harto merestui berdirinya Ikatan Cendekiawan Muslim se Indonesia (ICMI) dan BJ Habibie menjadi Ketua Umum ICMI yang pertama.

Selain enam hal tersebut, Presiden BJ Habibie pada masa memimpin Indonesia yang singkat, mampu meletakkan landasan dalam berdemokrasi dengan membuat UU Pemilu. BJ Habibie sebagai bapak demokrasi Indonesia.

Disamping itu, Presiden BJ Habibie mampu memperkukuh negara kesatuan republik Indonesia dengan membuat UU Otonomi Daerah, sehingga berbagai daerah yang ingin merdeka pada awal reformasi merasa tidak perlu merdeka karena aspirasi mereka telah terakomodir dalam UU Otonomi Daerah.

Sebagai pribadi, kenangan paling indah terhadap Prof Dr BJ Habibie karena saya menjadi anggota DPR/MPR RI dan pensiun sebagai anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Sulawesi Tenggara dikukuhkan oleh Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie.

Terima kasih Pak Habibie atas pengabdianmu kepada bangsa dan negara serta Agama. Semoga menjadi amal ibadah dan diterima oleh Allah.

Selamat jalan Pak Habibie. Doa kami seluruh bangsa Indonesia selalu menyertaimu di alam barzah.

Generasi pelanjut akan melanjutkan perjuanganmu dan para pemimpin terdahulu untuk mewujudkan Indonesia yang maju, sejahtera, adil dan makmur.

https://twitter.com/habibiecenter/status/1171752340644220929

Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Baca Juga

Lainnya

Saya amat terkejut membaca di media sosial bahwa Ustaz Syekh Ali Jaber meninggal dunia.

Lainnya

Prof Dr H Beddu Amang, MA yang lahir di Ujung Pandang, 7 Agustus 1936 – meninggal 9 Januari 2021 dalam umur 84 tahun) adalah...

Covid-19

Tidak ada yang mengira Muhammad Suaib Didu, yang baru berumur 55 tahun meninggal dunia begitu cepat karena beberapa waktu lalu, ditemani Dr. Muhammad Sulhan,...

Lainnya

Dr. KH. Noer Iskandar, SQ adalah adik kelas saya di Perguruan Tinggi Ilmu Alqur'an (PTIQ). Tidak hanya teman satu sekolah, teman satu asrama, tetapi...

Lainnya

Perkenalan saya dengan Dr. Johannes Rumeser melalui gerakan mahasiswa 77/78 yang saat itu saat populer dewan mahasiswa/senat mahasiswa.

Covid-19

"Inna lillahi wa Inna ilaihi raji'un." Kita milik Allah dan kita akan kembali kepadaNya. Kalimat tersebut kita sampaikan untuk menghantarkan kepergian Dr. H. Saefullah,...

Lainnya

Pepatah mengatakan "Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama". Pepatah tersebut patut disematkan kepada Prof Dr Abdul Malik Fadjar...

Politik

Tidak mudah menghadirkan pemimpin di Indonesia seperti BJ Habibie di era demokrasi. Oleh karena pemimpin yang hadir di alam demokrasi yang dipilih langsung oleh...