Connect with us

Tuhan Turunkan Tokoh Seperti BJ Habibie di Bumi Indonesia
patung bj habibie di gorontalo sulawesi utara - twitter

Politik

Tuhan Turunkan Tokoh Seperti BJ Habibie di Bumi Indonesia

Tidak mudah menghadirkan pemimpin di Indonesia seperti BJ Habibie di era demokrasi. Oleh karena pemimpin yang hadir di alam demokrasi yang dipilih langsung oleh rakyat yang mayoritas masih kurang pendidikan dan miskin, pasti memilih pemimpin yang bisa menyogok dan menyuap mereka dengan memberi uang dan sembako. BJ Habibie dan para pemimpim yang berkarakter dan berintegritas pasti tidak mau melakukan hal semacam itu, termasuk kerjasama dengan para pemilik modal untuk memenangi pemilihan Presiden.

Kemarin (12/9/2019) saya menulis di arahjaya.com dengan tajuk “In Memoriam BJ Habibie: Legacy Kepada Bangsa, Negara Dan Agama.”

Tulisan tersebut saya share ke twitter, facebook, WA group dan beberapa tokoh, diantaranya Dr. Fahmi Idris, aktivis 66, mantan Menteri di era BJ Habibie dan SBY, sekarang menjadi ilmuan – mengajar di salah satu universitas negeri di Jakarta.

Tulisan saya yang di share di twitter, sampai pagi ini sudah ribuan orang lebih yang membaca dan suka, dan dua ratusan lebih yang memberi komentar sambil mendoakan BJ Habibie.

Salah satu yang merespon tulisan saya melalui WA ialah Dr. Fahmi Idris. Saya kutip pernyataannya secara lengkap “Yang saya sedihkan bukan karena kepergian beliau selamanya…. Saya berduka karena menanti kapan kiranya Tuhan menurunkan tokoh seperti BJ Habibie di bumi Indonesia.

Alam Indonesia penuh sesak dengan mereka para tokoh yang terkena vonis korupsi…
Mereka yang tiada bosan berselisih paham untuk urusan yang kecil-kecil …

Ya Tuhan kasihanilah kami yang kekurangan pemimpin yang penuh pengabdian penuh integritas …. seperti BJ Habibie… Aamiin YRA.”


Menanti Pemimpin Seperti BJ Habibie

Tidak mudah menghadirkan pemimpin di Indonesia seperti BJ Habibie di era demokrasi. Oleh karena pemimpin yang hadir di alam demokrasi yang dipilih langsung oleh rakyat yang mayoritas masih kurang pendidikan dan miskin, pasti memilih pemimpin yang bisa menyogok dan menyuap mereka dengan memberi uang dan sembako.

BJ Habibie dan para pemimpim yang berkarakter dan berintegritas pasti tidak mau melakukan hal semacam itu, termasuk kerjasama dengan para pemilik modal untuk memenangi pemilihan Presiden.

Jika kita lihat sejarah tampilnya BJ Habibie dipentas politik Indonesia, bukan dalam alam demokrasi seperti sekarang. Pak Harto melalui Pak Ibnu Sutowo membujuk BJ Habibie untuk kembali ke Indonesia dan diberi berbagai macam jabatan.

Dari situlah BJ Habibie meniti karir politiknya sehingga dicalonkan menjadi Wakil Presiden RI. Setelah Pak Harto menyatakan mundur sebagai Presiden RI atas tuntutan mahasiswa (i), sesuai UUD 1945, Wakil Presiden RI BJ Habibie otomatis menjadi Presiden RI.


Punya Ada Arah Yang Pasti

Salah satu legacy BJ Habibie yang tidak bisa ditandingi pemimpin Indonesia sesudahnya, mampu menguatkan rupiah dari Rp17.000/dolar turun menjadi Rp6500/dolar.

BJ Habibie mampu menguatkan rupiah menjadi Rp6500/dolar Amerika Serikat hanya memerlukan waktu 11bulan.

Mengapa BJ Habibie bisa menguatkan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dalam waktu singkat?

Pertama, BJ Habibie memiliki ilmu dan punya arah dan tujuan untuk menyelamatkan ekonomi Indonesia yang sedang terpuruk, sehingga tahu apa yang harus dilakukan.

Masalah utama yang dihadapi Indonesia saat itu ialah mata uang rupiah yang terdepresiasi pada tingkat yang luar biasa rendah, sehingga harus dibuat kuat guna menghadirkan kepercayaan masyarakat di dalam negeri dan di luar negeri.

Kedua, BJ Habibie memiliki jaringan yang luas di dunia internasional dan mampu berbahasa asing dengan baik sehingga mudah berkomunikasi dan minta bantuan untuk menyelamatkan ekonomi Indonesia yang sedang terpuruk.

Ketiga, memiliki pengalaman yang lama di pemerintahan sehingga tidak mengalami kesulitan dan hambatan yang berarti dalam memimpin Indonesia.


Tidak Korupsi dan Tidak Urus Yang Kecil-kecil

BJ Habibie diberi kepercayaan Pak Harto untuk memegang banyak jabatan, tetapi tidak menyalahgunakan jabatan untuk memperkaya diri sendiri, keluarga dan kroni.

BJ Habibie tidak urus yang kecil-kecil karena sudah ada yang urus. BJ Habibie fokus urus masalah besar yang dihadapi bangsa dan negara seperti rupiah yang terpuruk dan mencegah Indonesia pecah dengan membuat UU Otonomi Daerah dan sukses.

Berbeda para pemimpin saat ini sibuk memperkaya diri sendiri dan keluarga serta sibuk berwacana dan mengurus yang tidak diperlukan bangsa dan negara.

Semoga Tuhan memberi Indonesia pemimpin seperti BJ Habibie dan menyadarkan pemimpin untuk kembali ke jalan lurus.

Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Baca Juga

In Memoriam

Sardjono Jhony Tjitrokusumo, Direktur Utama PT Transjakarta telah berpulang kehadiratNya untuk selamanya pada hari Minggu, 3 Oktober 2021 dalam umur yang relatif masih muda...

In Memoriam

Saya amat terkejut membaca ucapan duka cita yang disampaikan Majelis Nasional KAHMI di media sosial atas wafatnya Prof.Dr. Muchlis R. Luddin, MA.

In Memoriam

Sebagai aktivis mahasiswa yang mengenal dari dekat Pak Harmoko, saya mengatakan bahwa beliau hebat. Kalau membaca kata sambutan yang telah disiapkan, beliau sangat menghayati...

In Memoriam

Ustaz Nawir, ustaz Abdul Salam dan ustaz Muhiddin adalah alumni Pondok Pesantren Al Khairat, Palu, Sulawesi Tengah. Saya mengajak ketiga ustaz tersebut bersama tokoh...

In Memoriam

Kepergian Artidjo Alkostar menyedihkan kita semua, karena kita kehilangan seorang tokoh yang gigih menegakkan keadilan dan kebenaran pada saat dia menjadi hakim agung RI.

In Memoriam

Letnan Jenderal TNI Purn Prof Dr Syarifuddin Tippe, M.Si, yang wafat pada 14 Februari 2021 karena sakit dalam usia 67 tahun. Civitas Universitas Ibnu...

In Memoriam

Tidak ada kata dan kalimat yang patut kita ucapkan selain Inna lillahi wa Inna ilaihi Raji'un (Sesungguhnya kita milik Allah dan kepadaNya kita kembali)...

In Memoriam

Saya amat terkejut membaca di media sosial bahwa Ustaz Syekh Ali Jaber meninggal dunia.