Membaca dan Menulis: Membangun Peradaban Bangsa

 In Pendidikan

Pada 20 September 2019 saya diundang Talk Show bersama Rocky Gerung dengan membahas topik “Buku, Jendela Akal Sehat.”

Kegiatan ini diprakarsai Dr Sutrisno Muslimin dan La Ode Basir dengan jargon: Ngopi ngobrol penuh inspirasi.

Buku merupakan sarana untuk mengetahui segala yang ada dijagat raya ini, yang nyata dan tidak nyata. Buku bisa juga sebagai sarana jendela akal sehat.

Buku juga sering disebut sebagai jendela dunia karena dengan membaca buku, secara tidak langsung kita bisa menjelajahi seluruh dunia.

Akan tetapi perkembangan teknologi informasi, telah menghadirkan sarana alternatif. Selain buku sebagai jendela dunia, ada sarana lain yang disajikan di dunia maya melalui Google.

Semua jenis ilmu pengetahuan, tersaji di Google. Setiap orang bisa membaca berbagai jenis ilmu pengetahuan yang diperlukan.

Oleh karena itu, tajuk tulisan ini yaitu “Membaca dan Menulis: Membangun Peradaban Bangsa.”


Bangun Peradaban

Salah satu tugas mulia manusia di muka bumi sebagai khalifah ialah membangun peradaban.

Peradaban pengertiannya yang lebih luas adalah kumpulan sebuah identitas terluas dari hasil budi daya manusia yang mencakup seluruh aspek kehidupan manusia baik pisik (misalnya bangunan, jalan) maupun non pisik seperti nilai-nilai, tatanan, seni budaya maupun iptek, termasuk budaya yang halus, indah, tinggi, sopan, luhur dan sebagainya.

Arnold Toynbee dalam bukunya “The Disintegration of Civilization” dalam Theory of Society (New York, The Free Press, 1965) mengatakan bahwa peradaban adalah kebudayaan yang telah mencapai taraf perkembangan teknologi yang sudah lebih tinggi.”

Samuel Huntington memberi pengertian tentang peradaban adalah sebuah identitas terluas dari budaya, yang teridentifikasi melalui unsur-unsur obyektif umum, seperti bahasa, sejarah, agama, kebiasaan, institusi, maupun melalui identifikasi diri yang subyektif.

Dari pengertian Huntington, jika dikaitkan dengan Indonesia, maka salah satu peradaban yang maha agung yang diciptakan para pendiri bangsa Indonesia yang mempersatukan Indonesia ialah bahasa Indonesia. Agama Islam yang mayoritas dianut oleh bangsa Indonesia memberi kontribusi yang besar dalam memperkukuh persatuan Indonesia.


Inspirasi Peradaban

Peradaban tidak mungkin hadir tanpa dimulai dari membaca. Dengan membaca, akan hadir gagasan.

Gagasan menjadi narasi, kemudian dikerjakan menjadi karya nyata. Hasil karya yang ditulis, dipublikasikan dan dilestarikan, akan menjadi sebuah peradaban karena merupakan hasil budi daya manusia.

Dalam rangka membangun peradaban bangsa Indonesia yang bersifat non pisik seperti disiplin, sopan santun dan sebagainya, rakyat Indonesia harus dibiasakan dan ditradisikan rajin membaca.

Para cendekiawan dan pemimpin bangsa, sebaiknya memberi contoh suka membaca. Hasil bacaan ditulis dan dipublikasikan untuk memandu dan membimbing rakyat supaya bersama membangun peradaban bangsa.

Semoga tulisan singkat ini memberi inspirasi kepada para pemimpin bangsa untuk bekerja sama membangun peradaban.

Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search

Kota Kendari Maju Kotanya, Maju UMKM Dan Banyak Universitas BerkualitasRocky Gerung dan Musni Umar Diskusi Buku Jendela Akal Sehat