Connect with us

majelis pakar korps alumni himpunan mahasiswa islam (mp kahmi) dalam focus group discussion (fgd) pada 19 september 2019 - twitter musniumar

Politik

Penyelenggara Pemilu Partai Politik Peserta Pemilu, TNI-POLRI Ikut Pemilu

Majelis Pakar Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MP Kahmi) dalam Focus Group Discussion (FGD) pada 19 September 2019 di Best Western Premier Cawang Jakarta telah membahas “Kajian Strategis Skema Pemilu yang Aplikatif dan Efektif untuk Indonesia.” Para peserta FGD menyoroti buruknya penyelenggaraan Pemilu serentak, sehingga Hamdan Zoelva mengusulkan penyelenggara Pemilu sebaiknya dilaksanakan partai politik peserta Pemilu seperti penyelenggaraan Pemilu pada awal Orde Reformasi di masa pemerintahan BJ Habibie.

Majelis Pakar Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MP Kahmi) dalam Focus Group Discussion (FGD) pada 19 September 2019 di Best Western Premier Cawang Jakarta telah membahas “Kajian Strategis Skema Pemilu yang Aplikatif dan Efektif untuk Indonesia.”

Tampil menjadi pemandu FGD Siti Zuhro, peneliti senior LIPI. Hadir dalam FGD diantaranya Akbar Tandjung, Mahfud MD, Fahmi Idris, Nazaruddin Syamsuddin, Hamdan Zulfa, Reni Marlinawati, MS. Kaban, Asrul Sani, Muchlis Luddin, M. Qodari, Musni Umar, Ulla Nuchrawati, Prof. Rofik dari UNS Solo, Nazaruddin Nasution, Ibrahim Ambong, dan Subandriyo.

Para peserta FGD menyoroti buruknya penyelenggaraan Pemilu serentak, sehingga Hamdan Zoelva mengusulkan penyelenggara Pemilu sebaiknya dilaksanakan partai politik peserta Pemilu seperti penyelenggaraan Pemilu pada awal Orde Reformasi di masa pemerintahan BJ Habibie.

Pemilu disaat itu lebih terjamin jujur dan adil karena yang terlibat mengawasi pelaksanaan Pemilu adalah mereka yang berkepentingan langsung yaitu partai politik peserta Pemilu. Mereka saling mengawasi dalam melaksanakan Pemilu.

Pandangan tersebut saya amat setuju supaya penyelenggara Pemilu seperti diawal reformasi dilaksanakan partai-partai politik peserta Pemilu. Pelaksanaan Pemilu lebih murah dan bisa diminimalisir berbagai kecurangan seperti yang marak terjadi sekarang ini.

Usulan lain yang patut dipertimbangkan Kahmi dan diusulkan dalam revisi UU Pemilu, disampaikan Fahmi Idris yang memandang penting aparat TNI dan POLRI dikaji secara mendalam keikutsertaan mereka dalam Pemilu.

Alasan yang dikemukakan bahwa civil society belum mampu mengawal Pemilu sehingga luber (langsung, umum, bebas, rahasia, dan jurdil (jujur adil), dan menghasilkan para wakil rakyat yang memperjuangkan kepentingan bangsa dan negara.

Pemilu dari masa ke masa belum menghadirkan perbaikan bangsa dan negara. Mereka yang terpilih dalam Pemilu, semakin lama merupakan perwakikan orang-orang kaya, tidak menghadirkan keterwakilan mayoritas rakyat karena dahsyatnya politik uang.

Kegiatan Kahmi berikutnya menurut Siti Zuhro adalah Saresehan Nasional dengan tema “Demokrasi, Pemilu dan Keindonesiaan.”

Berikut foto-foto kegiatan “Kajian Strategis Skema Pemilu yang Aplikatif dan Efektif untuk Indonesia.”

Baca Juga

Pendidikan

Pada 8 Agustus 2022, Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Ibnu Chaldun menyelenggarakan Seminar Internasional dengan judul Democracy in Malaysia and Indonesia a Comparative...

Pendidikan

Anggota DPR RI Elnino Husein Mohi dalam kuliah umumnya yang bertema Konstitusi, Opini Deparpolitisasi dan Masa Depan Demokrasi di Indonesia mengatakan bahwa konstitusi tertinggi...

Pendidikan

Musni Umar, Rektor Universitas Ibnu Chaldun pada saat silaturrahim dan rapat pimpinan universitas dan pimpinan fakultas mengemukakan pentingnya mempertahankan dan meningkatkan kemajuan Universitas Ibnu...

Politik

Peluncuran logo Munas KAHMI ke XI oleh Prof. Mahfud MD, Menko Polhukam RI yang juga Ketua Dewan Pakar Majelis Nasional KAHMI, didampingi Akbar Tandjung,...

Opini

Pada 5 Februari 2022, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) genap berumur 75 tahun. Selama 75 tahun HMI telah mengabdi kepada bangsa dan negara dengan mengkader...

Pendidikan

Kaspudin Nor, komisioner Kejaksaan Agung 2011-2016 mengemukakan pentingnya membangun budaya hukum. Budaya hukum bisa dibangun mulai dari kampus, dikemukakan dalam Seminar UIC Jakarta (30/12/2021).

Pendidikan

Kritikan keras Rizal Ramli dibantah A. Anshari Ritonga, saat menjadi Keynote Speaker dalam seminar Seminar UIC Jakarta "Refleksi Akhir Tahun dalam bidang hukum, HAM,...

Pendidikan

Universitas Ibnu Chaldun dalam rangka menyusun program kerja dan anggaran pendapatan dan belanja tahun 2022, pada 29 Desember 2021 telah melaksanakan rapat kerja yang...