Connect with us

Demo Berlanjut: DPR Menabur Angin Badai Untuk Jokowi
a student carries the national flag during a demonstration against the government's proposed change in its criminal code laws outside the indonesian parliament in jakarta, indonesia, september 25, 2019 - twitter merantauuu

Politik

Demo Berlanjut: DPR Menabur Angin Badai Untuk Jokowi

Demo besar yang terjadi di akhir masa bakti DPR RI 2014-2019 dan akhir masa bakti Jokowi-JK sangat mengkhawatirkan, karena bersifat masif dan para pendemonya adalah para mahasiswa dan pelajar serta mereka yang pernah terlibat dalam aksi 411 dan 212. Akankah DPR dan Presiden Jokowi mendengar tuntutan mahasiswa dan pelajar? DPR menabur angin badai untuk Jokowi.

Saya memulai tulisan ini dengan mengemukakan pernyataan Soe Hok Gie, Aktivis Indonesia Tionghoa 1942-1969
“Saya putuskan bahwa saya akan demonstrasi karena mendiamkan kesalahan adalah kejahatan.”

Saya juga sampaikan pandangan sebagai aktivis mahasiswa 77-78 bahwa “Dalam negara demokrasi, demonstrasi merupakan salah satu cara yang sah secara hukum untuk menyampaikan pendapat dan pikiran, tetapi dalam menyampaikan pendapat dan pikiran harus secara baik dan damai.”

Selama hampir lima tahun Jokowi-JK memimpin Indonesia, tidak ada demonstrasi yang berskala besar seperti akhir-akhir ini.

Ada demo 411 dan 212 yang memiliki skala besar, tetapi pemicunya adalah pernyataan Ahok tentang surat Al Maidah ayat 51. Kemudian publik marah dan melakukan demonstrasi yang menuntut Ahok diseret di meja hijau dan akhirnya masuk penjara.

Akan tetapi demo besar yang terjadi di akhir masa bakti DPR RI 2014-2019 dan akhir masa bakti Jokowi-JK sangat mengkhawatirkan, karena bersifat masif dan para pendemonya adalah para mahasiswa dan pelajar serta mereka yang pernah terlibat dalam aksi 411 dan 212.

Sasaran akhir demo ini patut diduga adalah Presiden Jokowi.


DPR Menabur Angin

Mayoritas mahasiswa sudah lama diam. Mereka sibuk kuliah dan setelah selesai kuliah, cari pekerjaan dan cari jodoh (menikah).

Tidak dinyana atau diduga, mahasiswa merespon isu pelemahan KPK melalui revisi UU KPK dan isu RUU KUHP, dan isu-isu lain seperti RUU PKS, RUU Agraria, RUU Lembaga Pemasyarakatan. Kaum muda Indonesia merespon isu-isu tersebut dengan turun ke jalan dalam jumlah yang besar untuk berdemonstrasi.

Tanpa diduga, ribuan pelajar menyusul kakak-kakaknya dan masyarakat luas khususnya yang pernah demo dalam aksi 411 dan 212 ikut turun di jalan untuk melakukan demonstrasi.

Pemicu mahasiswa, pelajar dan eksponen 411 dan 212 turun ke jalanan karena ulah teman-teman anggota DPR RI sebelum mengakhiri masa bakti mereka 30 September 2019, bersama utusan pemerintah membahas secara kilat berbagai RUU yang ditengarai mencederai hak-hak demokrasi rakyat, merugikan rakyat dan terkesan melindungi para koruptor dan pemodal.

Salah satu tuntutan mahasiswa, menolak revisi UU KPK sudah dilakukan revisi oleh para anggota DPR bersama pemerintah dan sudah disahkan. Hasilnya seperti yang diduga publik, terbukti melemahkan KPK.


https://twitter.com/merantauuu/status/1177078748908113920

Menurut saya, revisi UU KPK dan berbagai RUU yang disebutkan di atas, merupakan jebakan maut. Tanpa disadari, para anggota DPR RI dan Menteri yang mewakili Presiden Jokowi, telah menabur angin. Jika gejolak yang tengah terjadi tidak bisa dikelola dengan baik, maka Presiden Jokowi dan pemerintahannya akan menuai badai.

Kita berdoa semoga tidak terjadi badai. Kita berharap bangsa dan negara kesatuan republik Indonesia selamat dan segera ditemukan solusi damai melalui dialog.

Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Baca Juga

Pendidikan

Setelah penutupan masa perkenalan mahasiswa baru Universitas Ibnu Chaldun dilanjutkan pengucapan sumpah mahasiswa dan menyalakan lilin dan membentuk formasi PPKMB UIC.

Opini

Indonesia telah memilih jalan untuk membangun Indonesia melalui jalan demokrasi. Demokrasi sejatinya, dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat.

Pendidikan

Musni Umar, Rektor Universitas Ibnu Chaldun sore ini (21/9) menyampaikan ceramah dihadapan mahasiswa (i) baru Universitas Ibnu Chaldun.

Opini

Demo penolakan kenaikan harga BBM bersubsidi terjadi di seluruh negeri. Di Jakarta hampir tiap hari terjadi demo.

Pendidikan

Hari ini (26/8) sebelum shalat Jum'at, rektor Universitas Ibnu Chaldun Musni Umar mengundang mahasiswa (i) Universitas Ibnu Chaldun untuk silaturrahim.

Pemilu

Pada 01 Agustus 2022, hari yang amat penting dalam sejarah demokrasi di Indonesia, karena dimulainya pendaftaran partai-partai politik peserta Pemilihan Umum 2024.

Pemilu

Isu politik yang bakal muncul dalam pemilu 2024, pertama, politik identitas yang bernuansa SARA serta hubungan Indonesia-China yang sangat meningkat.

Politik

Sebagai sosiolog, saya mendukung seruan BEM UI untuk membuka draft terbaru RKUHP secara transparan dalam rangka menghadirkan partisipasi publik dalam pembahasan RKUHP.