Demokrasi Kita: Memasung Kebebasan dan Melakukan Represif

 In Politik, Sosial

Indonesia adalah negara demokrasi. Hal itu ditegaskan dalam UUD 1945 pasal 1 ayat (2) bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar. Maka sering dikemukakan bahwa dalam negara demokrasi, kekuasaan dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat.

Salah satu ciri utama dalam negara demokrasi, rakyat adalah sebagai pemilik kedaulatan (kekuasaan).

Sebagai pemilik kekuasaan, rakyat mempunyai kedudukan istimewa yang dijamin oleh konstitusi untuk bebas berserikat, berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya. Hal itu diatur dalam pasal 28 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia.

Untuk mewujudkan kedaulatan rakyat, maka setiap 5 tahun dilaksanakan pemilihan umum untuk memilih para wakil rakyat di semua tingkatan, memilih Kepala Daerah (Bupati/Wakil Bupati, Walikota/Wakil Walikota, Gubernur/Wakil Gubernur) dan memilih Presiden dan Wakil Presiden.

Dalam pemilihan umum rakyat yang berdaulat bebas memilih anggota parlemen yang baru atau tetap memilih anggota parlemen yang lama untuk duduk kembali di parlemen.

Walaupun rakyat memiliki kemerdekaan untuk mengeluarkan pikiran secara lisan dan tulisan, tetapi tidaklah kemerdekaan yang tanpa batas.

Undang-undang Nomor 9 Tahun 1998 Tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat Dimuka Umum. Pasal 1 ayat (1) Kemerdekaan menyampaikan pendapat adalah hak setiap warga negara untuk menyampaikan pikiran dengan lisan, tulisan dan sebagainya secara bebas dan bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Selain itu pasal 5 UU Nomor 9 Tahun 1998 tentang Hak dan Kewajiban bahwa warga negara yang menyampaikan pendapat dimuka umum berhak untuk:
a. mengeluarkan pikiran secara bebas;
b. memperoleh perlindungan hukum.

Selanjutnya pasal 6 dalam UU yang sama ditegaskan bahwa “warga negara yang menyampaikan pendapat di muka umum berkewajiban dan bertanggungjawab untuk”:
a. menghormati hak-hak orang lain;
b. menghormati aturan-aturan moral yang diakui umum;
c. menaati hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
d. menjaga dan menghormati keamanan dan ketertiban umum, dan
e. menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa.


Tindakan Represif

Salah satu tindakan yang dilakukan untuk memasung kebebasan ialah melakukan tindakan represif kepada rakyat yang melakukan penyampaian pendapat dimuka umum.

Salah satu bentuk tindakan represif yang dilakukan ialah memukuli mahasiswa, pelajar dan masyarakat yang melakukan demonstrasi.

Demonstrasi merupakan salah satu bentuk penyampaian pendapat dimuka umum.

Dalam negara demokrasi, demonstrasi sah dan boleh dilakukan asalkan dilaksanakan secara tertib dan tidak melakukan tindakan anarkis.

Dalam praktik demonstrasi, patut diduga selalu disusupi demonstran bayaran untuk memprovokasi massa. Bahkan saya menduga, demonstran bayaran itu yang melakukan tindakan anarkis dengan merusak dan membakar fasilitas umum, supaya ada alasan untuk menuduh dan menangkap mereka yang melakukan demonstrasi.

Selain itu, ada alasan untuk mengejar dan memukuli para demonstran bahkan untuk “menembak” yang walaupun tidak pernah diakui.

Dengan tindakan represif, diharapkan mahasiswa, pelajar dan masyarakat tidak lagi melanjutkan demonstrasi. Dalam batas tertentu bisa berhasil menghentikan demonstrasi, tetapi untuk jangka menengah dan panjang sangat berbahaya sebab akan terakumulasi kebencian dan antipati, yang bisa bermuara pada revolusi sosial.


Demokrasi Dipertahankan

Demokrasi kita dalam keadaan apapun harus dijaga, dirawat, dan dipertahankan dengan cara mengamalkannya secara baik tanpa mobilisasi massa dengan politik uang.

Selain itu, para wakil rakyat yang telah dipilih jangan sekali-sekali berselingkuh dengan pemodal dan eksekutif karena pasti merugikan rakyat yang masih banyak susah.

Terakhir kita harapkan supaya diakhiri tindakan pemasungan demokrasi dengan membayar mahasiswa dan masyarakat tidak ikut dalam demonstrasi dan membayar provokator untuk menciptakan kekacauan.

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search

Demo Berlanjut: DPR Menabur Angin Badai Untuk JokowiKahmi 53 Tahun, Anies Baswedan: Kita Perlu Social Capital Untuk Bangun Bangsa