DPR, Demo Generasi Millenial Yang Jenaka – Undang Tawa

 In Politik, Opini, Sosial

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia sudah dilantik dan para ketuanya sudah ditunjuk atau dipilih.

Pertanyaannya, bisakah mereka mengemban tugas dengan baik? Pernyataan ini dikemukakan karena saat ini mahasiswa, pelajar dan rakyat di seluruh Indonesia sedang bergejolak, seperti demo generasi millenial belakangan ini.

Sebagian besar masyarakat meragukan kemauan, keberanian dan kemampuan mereka mengemban amanah.

Sebagian lagi yakin para anggota dewan mampu dan sanggup mengemban amanah dengan baik.


Mengapa Rakyat Ragu?

Setidaknya ada tiga alasan, sebagian besar rakyat tidak yakin anggota dewan bisa mengemban amanah dengan baik.

Pertama, perfarmance dewan yang lalu dapat dikatakan buruk. Semakin dinilai buruk karena menjelang akhir masa jabatan 30 September 2019, mereka kebut membuat undang-undang termasuk melakukan revisi undang-undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyebabkan terjadi gelombang demonstrasi di seluruh Indonesia.

Kedua, penampilan perdana anggota DPR pascal dilantik, pada sidang paripurna perdana, yang bolos lebih dari 50%. Keadaan ini semakin mengundang ketidak-percayaan publik kepada para anggota dewan.

Ketiga, publik sudah menganggap bahwa pimpinan DPR yang sebagian besar dari partai pendukung pemerintah, sulit diharapkan membela kepentingan rakyat.


Demo Millenial

Demo yang dilakukan mahasiswa dan pelajar STM menyisakan cerita yang membuat tertawa terbahak-bahak karena spanduk dan poster yang dirampilkan penuh jenaka dan lucu.

Sebagai contoh kelucuannya:
Tuhan tidak tidur, pemerintah yang ketiduran, Reformasi digigit tikus, Undang-undangmu lebih kejam daripada undangan mantan, Jangan matikan keadilan! Matikan saja mantanku.

Poster lain yang penuh jenaka seperti:
Cukup cintaku yang kandas. KPK jangan!.
Pak Jokowi padamkan hutan, jangan KPK.
Gedung ini (maksudnya gedung DPR/MPR/DPD) jadi warung pecel.
Itu DPR apa lagunya afgan? Kok sadis.
Negara sudah darurat, sampai introvert ikut demo.
Entah apa yang merasukimu DPR, kau mengkhianatiku. #mositidakpercaya.
Jika bukan untuk kalian, lebih baik aku rebahan #GejayanMemanggil.
Waktu kecil pulang malem diculik kalongwewe. Udah gede pulang malem diculik aparat.
Hatiku kosong kaya otak DPR #mositidakpercaya.
Maaf perjalanan Anda terganggu, sedang ada perbaikan reformasi.
Asap ini menghalangi ketampananku.

Banyak lagi poster, spanduk dan tayangan di facebook dan twitter yang mewarnai demo mahasiswa dan pelajar yang dilaksanakan di depan gedung DPR/MPR/DPD RI yang saya sebut demo millenial.

Amat disayangkan demo millenial diwarnai tindakan represif.

Semoga tulisan ini memberi manfaat bagi para anggota DPR, mahasiswa, pelajar teristimewa STM, aparat dan masyarakat luas.


Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search

Kahmi 53 Tahun, Anies Baswedan: Kita Perlu Social Capital Untuk Bangun BangsaDoa dan Simpati Publik Menyertai Kolonel Hendi Suhendi dan Isterinya Irma Nasution