Connect with us

Lawatan di Malaysia: Jadikan Bahasa Melayu Bahasa Dunia
Siang ini 3/10/2019 sy melawat ke Asia e University di SubangJaya Kuala Lumpur. Sy bertemu Prof. Dr. Juhary

Pendidikan

Lawatan di Malaysia: Jadikan Bahasa Melayu Bahasa Dunia

Pada 2-5 Oktober 2019 saya melakukan lawatan di Malaysia. Saya bertemu dengan Prof. Dr. Juhary, Dekan The School of Arts, Humanities and Social Sciences (SAHUSS) Asia e University (AeU). Saya melakukan pertemuan dengan Prof. Dr. Juhary karena beberapa waktu yang lalu, senat Asia e University melantik saya sebagai Profesor pada The School of Arts, Humanities and Social Sciences (SAHUSS) Asia e University.

Pada 2-5 Oktober 2019 saya melakukan lawatan di Malaysia. Saya bertemu dengan Prof. Dr. Juhary, Dekan The School of Arts, Humanities and Social Sciences (SAHUSS) Asia e University (AeU). Saya melakukan pertemuan dengan Prof. Dr. Juhary karena beberapa waktu yang lalu, senat Asia e University melantik saya sebagai Profesor pada The School of Arts, Humanities and Social Sciences (SAHUSS) Asia e University.

Dalam pertemuan tersebut disepakati akan dilanjutkan kerjasama antara ASIA e University dengan Universitas Ibnu Chaldun untuk meningkatkan kualitas dosen, pendidikan dan pengajaran, kolaborasi dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Selain itu, pada akhir tahun 2019, saya akan menyampaikan pidato tentang ´Demokrasi dan Islam di Kalangan Masyarakat Miskin´ di Asia e University.

Pada hari ketiga di Malaysia, saya dan isteri diantar Prof. Dr. Izani, pensyarah Univ. Putra Malaysia (UPM) melawat di Majlis Profesor Negara, dikantornya yang baru di Kajang Kuala Lumpur. Kami berjumpa dan berbincang dengan Prof. Dr. Kamaruddin M. Said, timbalan Presiden Majlis Profesor Negara.

Dalam perbincangan dengan Prof. Dr. Kamaruddin M. Said, beliau mempunyai gagasan untuk memperjuangkan supaya bahasa Melayu menjadi bahasa dunia (bahasa internasional).

Menurut dia, menjadikan bahasa Melaju yang telah menjadi bahasa Indonesia dan bahasa Malaysia sebagai bahasa dunia akan semakin memperkukuh hubungan dan kerjasama Indonesia-Malaysia dalam segala bidang. Tidak saja hubungan dengan Indonesia dan Malaysia, tetapi juga dengan negara-negara ASEAN.

Gagasan tersebut patut disokong karena yang menggunakan bahasa Melayu jumlahnya sangat besar, melebihi jumlah yang menggunakan bahasa Arab.

Selain melakukan lawatan di Asia e University dan Majlis Profesor Negara, juga shalat Jumat di Masjid Univ. Kebangsaan Malaysia dan melawat di Univ. Putra Malaysia (UPM). Pada kunjungan berikutnya di Malaysia akhir tahun 2019 selain akan akan menyampaikan pidato di Asia e University, juga akan diadakan sesi seminar di Fakulti Ekologi Univ. Putra Malaysia (UPM).

Baca Juga

DKI Jakarta

Media memberitakan bahwa Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin bakal hadir dalam KTT ASEAN yang digelar di Jakarta pada Sabtu ini, 24 April 2021. Kehadiran...

Pendidikan

Rektor Universitas Ibnu Chaldun merasa sangat prihatin dan menyesalkan adanya pemberitaan di sebuah media online tanpa cek & recek serta kroscek telah menyebarkan hoax...

Covid-19

Koalisi baru bersama UMNO, PAS dan lain-lain membentuk Perikatan Nasional (PN) untuk memerintah Malaysia. Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong setelah berkonsultasi dengan seluruh anggota...

Pendidikan

Musni Umar, rektor Universitas Ibnu Chaldun mengingatkan kepada seluruh Sivitas Akademika Universitas Ibnu Chaldun bahwa UIC tahun 2021 genap 65 tahun. Ditengah bangsa Indonesia...

Covid-19

Thailand telah membuat terobosan di tengah wabah covid-19, dengan mengundang turis asing untuk berlibur di negaranya. Hal tersebut dibenarkan Dr. Pornchai Mongkhavanit, President, Siom...

Covid-19

Pada 14 September 2020 sore, RRI Pro3 wawancara saya secara live tentang surat Budi Hartono, orang terkaya Republik Indonesia kepada Presiden Jokowi.

Covid-19

Sosiolog senior Musni Umar mengatakan bahwa resesi ekonomi telah menimbulkan efek domino yang mengerikan terhadap masyakat karena terjadi efek berantai.

Lainnya

Cara masuknya kelompok maupun paham-paham radikalisme salah satunya dengan menempatkan orang yang memiliki paham radikal dengan kemampuan keagamaan dan penampilan yang tampak mumpuni.