Doa dan Simpati Publik Menyertai Kolonel Hendi Suhendi dan Isterinya Irma Nasution

 In Politik, Sosial, Top

Kolonel Hendi Suhendi yang dicopot dari jabatannya sebagai Dandim Kota Kendari sontak menjadi sangat populer di media.

Irma Nasution, isteri Dandim Kota Kendari, yang memposting tulisan: “Jgn cemen Pak, … Kejadianmu, tak sebanding dengan berjuta nyawa yang melayang.”

Tanpa disangka postingan Ibu Irma Nasution di media sosial menjadi viral yang kemudian KSAD merespon dan tentu saja Ibu Irma Nasution sangat syok. Pertama, suaminya Kolonel Hendi Suhendi dicopot sebagai Komandan Distrik Militer Kendari dan ditahan 14 hari gara-gara postingannya.

Kedua, KSAD sudah mengarahkan supaya kasus isteri ex Dandim Kota Kendari diserahkan ke polisi untuk diusut sebagai pelanggaran UU ITE. Pada hari Ahad, 13 Oktober 2019, M. Harlan Paryatman, anggota Denpom sudah melaporkan ibu Irma Nasution ke polisi.


Meraup Simpati

Dua kasus yang menimpa Kolonel Hendi Suhendi dan ibu Irma Nasution telah mengundang simpati yang luar biasa dari publik.

Setidaknya ada tiga alasan yang menyebabkan publik sangat bersimpati kepada Kolonel Hendi Suhendi dan isterinya Irma Nasution.

Pertama, publik menilai tidak adil, sebab postingan yang dibuat Ibu Irma Nasution tidak menyebut nama Wiranto, Menko Polhukham, hanya sebagai curahan hati saja.

Kedua, kalau curahan hati Ibu Irma Nasution dianggap sebagai sebuah kesalahan, sejatinya ada pembinaan berupa teguran, tidak langsung mencopot suaminya yang tidak tahu menahu tentang postingan tersebut.

Ketiga, publik menilai tidak masuk diakal, ibu Irma Nasution, isteri Dandim Kota Kendari yang membuat postingan, suaminya dicopot jabatannya dan dihukum 14 hari.


Terima Konsekuensi

Publik semakin simpati kepada Kolonel Hendi Suhendi, ketika menjawab pertanyaan wartawan dia berkata: “mungkin saya gagal mendidiknya menjadi isteri abdi negara yang baik. Dan saya menerima dengan ikhlas konsekuensi dari apa yang isteri saya lakukan. Dan saya bangga telah mendidiknya “Menjadi Manusia yang Merdeka.”

Kalimat menjadi manusia yang merdeka, sangat berkesan dipublik karena manusia merdeka yang tidak lain adalah manusia yang bebas menyampaikan curahan hatinya di publik, amat diperlukan karena dapat dibayangkan betapa bahayanya kalau semua orang terbelenggu dan takut menyampaikan kebenaran karena takut kehilangan jabatan, kedudukan dan segala macam asesori kehidupan.

Semoga Kolonel Hendi Suhendi dan Ibu Irma Nasution sabar dan tabah menerima ujian. Doa dan simpati publik selalu menyertai Kolonel Handi dan Ibu Irma dalam menjalani ujian.

Dalam mengakhiri tulisan ini sampaikan firman Allah dalam Alqur’an surat Al Ankabut ayat (2) “Apakah manusia mengira mereka dibiarkan saja, mereka mengatakan “kami telah beriman,” sedangkan mereka tidak diuji.”

Insya Allah Kolonel Hendi dan Ibu Irma lulus dalam ujian dan sesuai janjiNya, Allah akan meningkatkan derajat dan kedudukan para hambaNya yang sabar dan tabah.

Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Recent Posts

Start typing and press Enter to search

2 Tahun Anies Baswedan Pimpin DKI: Jakarta Telah Berubah Lebih MajuDemonstrasi dan Kemerdekaan Menyatakan Pendapat di Muka Umum