Musni Umar Socmed

Search

Pemikiran Ibnu Khaldun: Motivasi Agama dan Ashabiyah Jadi Perekat Indonesia

Lainnya

Pemikiran Ibnu Khaldun: Motivasi Agama dan Ashabiyah Jadi Perekat Indonesia

Ibnu Khaldun adalah seorang ilmuan Muslim terkemuka yang sering disebut sebagai bapak historiografi, sosiologi dan ekonomi. Karyanya yang terkenal adalah Mukaddimah. Salah satu buah pemikirannya yang tak lekang karena panas dan tak lapuk karena hujan ialah teori ashabiyah. Selain itu, Ibnu Khaldun mempunyai yaitu teori pertumbuhan ekonomi, teori penawaran dan permintaan.

Ibnu Khaldun nama lengkapnya Abu Zayd Abd al-Rahman ibn Muhammad ibn Khaldun al-Khadrami lahir di Tunisia, 1 Ramadan 732 H/27 Mei 1332 dan wafat di Kairo, Mesir 26 ramadhan 808 H/19 Maret 1406) dalam usia 74 tahun.

Ibnu Khaldun adalah seorang ilmuan Muslim terkemuka yang sering disebut sebagai bapak historiografi, sosiologi dan ekonomi. Karyanya yang terkenal adalah Mukaddimah.

Salah satu buah pemikirannya yang tak lekang karena panas dan tak lapuk karena hujan ialah teori ashabiyah. Selain itu, Ibnu Khaldun mempunyai yaitu teori pertumbuhan ekonomi, teori penawaran dan permintaan.

Motivasi Agama dan Ashabiyah

Ibnu Khaldun yang lahir di Tunisia dan bermukim di Mesir sampai wafat di Kairo, sangat memahami, menghayati, apalagi meneliti dan menulis tentang bangsa Arab. Dia mengatakan bahwa bangsa Arab, persamaan ketuhananlah yang membuat mereka berhasil membangun dinasti dan daulah (negara).

Faktor Agama (Islam) menurut Ibnu Khaldun sangat mempengaruhi kehidupan bangsa Arab yang keras, egois dan sulit bersatu.

Akan tetapi, motivasi agama saja tidak cukup, tetap dibutuhkan solidaritas kelompok. Agama dapat memperkukuh solidaritas kelompok, tetapi perlu ditopang Ashabiyah (Group feeling)

Agama dan Ashabiyah di Indonesia

Ibnu Khaldun membagi bangsa Arab ke dalam dua kelompok. Pertama, masyarakat badawa (masyarakat primitif) yang hidup di kampung dan di padang pasir.

Kedua, masyarakat hadhara, masyarakat yang hidup di kota. Masyarakat hadhara berbeda dengan masyarakat badawa yang solidaritas sosialnya tinggi. Sementara masyarakat hadhara cenderung individualistik, hidup senang dan bermewah-mewah.

Bangsa Indonesia, tidak jauh berbeda dengan bangsa Arab, yaitu ada masyarakat desa, yang masih primitif, dan masyarakat kota yang sudah modern dan telah menikmati kemajuan materi.

Mungkin yang berbeda, kalau bangsa Arab homogen dari aspek agama dan bangsa, sedang bangsa Indonesia amat heterogen (majemuk). Menurut Sensus Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2010, di Indonesia terdapat 1.340 suku bangsa.

Suku terbesar di Indonesia adalah suku Jawa sebanyak 41%, sedang Islam merupakan agama mayoritas bangsa Indonesia sebesar 87,18% atau 207.176.162 jiwa dari 237.641.326 jiwa (BPS, hasil sensus 2010).

Berdasarkan pemikiran Ibnu Khaldun tersebut, dapat dikemukakan bahwa perekat utama Indonesia menjadi bangsa dan negara selama 74 tahun adalah faktor agama Islam yang dianut oleh mayoritas bangsa Indonesia.

Selain faktor agama, faktor Ashabiyah yaitu suku dan nasionalisme menjadi perekat pula bangsa Indonesia yang mayoritas suku Jawa. Faktor Agama dan Ashabiyah merupakan penopang dan perekat yang kukuh dan kuat dalam mewujudkan dan mempertahankan persatuan Indonesia.

Untuk bisa merawat, memelihara. menjaga dan mempertahankan persatuan Indonesia, amat penting diwujudkan keadilan ekonomi dan hukum kepada semua rakyat Indonesia.

Semoga pemikiran Ibnu Khaldun bisa diimplementasikan di Indonesia dalam rangka memperkuat keindonesiaan kita.

Kutipan

Butuh bahan berita/artikel/tulisan?

Diperbolehkan mengutip sebagian isi dari tulisan ini tapi jangan lupa sebut sumber: arahjaya.com atau dikutip dari Musni Umar.

Diharapkan tulisan-tulisan di website ini bisa menginspirasi pembaca untuk selalu mendukung kemajuan bangsa Indonesia.

Youtube Musni Umar

Baca Juga

Opini

Perbuatan radikal dan teror harus diakhiri dalam melawan ketidakadilan karena tidak akan pernah menang.

Opini

Indonesia adalah Daarul Amni (negeri yang aman) bukan Daarul Harbi (negeri yang sedang perang), maka siapapun dan apapun motif bom bunuh diri di depan...

Pendidikan

Saya berharap kepada umat Islam dimanapun berada dan apapun profesi yang ditekuni untuk berlomba menyumbangkan sebagian kecil rezekinya, ikut membangun Masjid Hikmatul Ilmi Universitas...

Opini

Isra Miraj merupakan peristiwa yang amat penting bagi umat Islam karena pada saat Isra Miraj, Nabi Muhammad SAW mendapat perintah dari Allah untuk menunaikan...

Pendidikan

Dr. Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation, yang juga imam Masjid di New York, WNI kelahiran Bulukumba, Sulawesi Selatan mempunyai gagasan besar dan luar biasa...

Pendidikan

Dr Ubedilah Badrun, akademisi dan pengamat sosial politik mengatakan bahwa Republik ini akan maju kalau dibimbing dan dipimpin Ulul Albab (Orang yang selalu berzikir...

Opini

Fahmi Idris mendirikan Akademi Alquran dan memberikan beasiswa kepada para mahasiswa (i) untuk mengikuti program tahfiz (hafal Alquran).

Lainnya

Bukan saja teringat kebaikan FPI dalam bidang kemanusiaan, tetapi salut atas kesikapan FPI yang selalu berada di garda terdepan dalam membantu masyarakat yang mengalami...