Connect with us

Prof Yahaya Ibrahim Memuji Para Menteri Indonesia
Dari sebelah kiri Prof. Yahaya Ibrahim, Prof. Musni Umar, Imam dan Kennorton (calon mahasiswa Doktoral ASIA e University (AeU) Malaysia)

Pendidikan

Prof Yahaya Ibrahim Memuji Para Menteri Indonesia

Prof. Dr. Yahaya Ibrahim, Direktur Global Education Services Malaysia, memuji para Menteri Indonesia yang memiliki kualitas tinggi dari kalangan profesional yang dipilih Presiden Jokowi. Mantan rektor Universitas Sultan Zainal Abidin (Unisza) Malaysia mengemukakan hal tersebut dalam perjumpaan dengan saya di Swissbel Hotel Simatupang Jakarta (4/11/2019).

Prof. Dr. Yahaya Ibrahim, Direktur Global Education Services Malaysia, memuji para Menteri Indonesia yang memiliki kualitas tinggi dari kalangan profesional yang dipilih Presiden Jokowi.

Mantan rektor Universitas Sultan Zainal Abidin (Unisza) Malaysia mengemukakan hal tersebut dalam perjumpaan dengan saya di Swissbel Hotel Simatupang Jakarta (4/11/2019).

Dia membandingkan menteri di Malaysia dari Pakatan Harapan, semua dari partai politik dan banyak diantara mereka yang tidak berkualitas dan tidak ada pengalaman sehingga menyulitkan Perdana Menteri Tun Mahathir Mohamad.

Saya mengatakan bahwa di Indonesia dalam memilih menteri, Presiden boleh memilih menteri dari partai partai politik yang menyokongnya dan dari kalangan profesional, sementara di Malaysia, yang boleh dipilih menjadi menteri hanya dari anggota parlemen (ahli parlimen). Mereka yang menjadi anggota parlemen adalah pimpinan partai politik atau aktivis partai politik dari partai oposisi (pembangkang) yang memenangi pemilihan umum (pilihan raya umum).

Jika Perdana Menteri Malaysia mau mengubah komposisi menteri, ada yang dari partai politik dan ada yang dari kalangan profesional (misalnya akademisi, bankir, pimpinan perusahaan yang sukses dan sebagainya), maka undang-undang baru harus dibuat yang membolehkan Perdana Menteri Malaysia melantik menteri tidak harus dari anggota parlemen dari partai politik, tetapi yang terbaik dan terhebat karena prestasinya, dedikasinya, loyalitasnya dan tidak tercela.

Oleh karena, anggota parlemen (anggota DPR) yang dipilih rakyat dalam pemilihan umum, tidak semuanya memiliki kualitas dan integritas yang terbaik. Sejatinya menteri yang dipilih adalah yang terbaik dan terhebat di antara rakyat Malaysia atau rakyat Indonesia.

Prof. Dr. Yahaya Ibrahim berada di Indonesia dalam rangka menjadi pembicara utama seminar internasional di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) yang akan dilaksanakan 5 November 2019.

Berikut foto kegiatan, dari sebelah kiri Prof. Yahaya Ibrahim, Prof. Musni Umar, Imam dan Kennorton (calon mahasiswa Doktoral ASIA e University (AeU) Malaysia)

Baca Juga

Sosial

Sebagaimana provinsi lain di Kawasan Timur Indonesia, tidak mudah bagi mereka yang hidup di Kawasan Indonesia Barat ataupun yang lahir dan hidup di Barat...

Opini

Pendidikan adalah investasi yang mahal dan bersifat jangka panjang. Maka, pemimpin yang tidak memiliki visioner, lebih memilih pembangunan ekonomi dengan membangun jalan, jembatan dan...

DKI Jakarta

Media memberitakan bahwa Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin bakal hadir dalam KTT ASEAN yang digelar di Jakarta pada Sabtu ini, 24 April 2021. Kehadiran...

Pendidikan

Sejak lama saya berpendapat bahwa kunci kemajuan Indonesia terletak pada pendidikan yang berkualitas. Agar kita dapat menjadikan Indonesia Emas 2045 milik rakyat Indonesia, kita...

Covid-19

Koalisi baru bersama UMNO, PAS dan lain-lain membentuk Perikatan Nasional (PN) untuk memerintah Malaysia. Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong setelah berkonsultasi dengan seluruh anggota...

Covid-19

Dunia juga menghadapi ketidak-pastian dalam bidang ekonomi sehingga memberi pengaruh negatif kepada kehidupan sosial, pendidikan dan sebagainya.

Opini

Raja Malaysia Sultan Abdullah Ahmad Shah setelah bermusyawarah dengan Raja-raja dari berbagai Negara Bahagian di Malaysia menegaskan dirinya tidak melihat perlunya keadaan darurat.

Covid-19

Pada 14 September 2020 sore, RRI Pro3 wawancara saya secara live tentang surat Budi Hartono, orang terkaya Republik Indonesia kepada Presiden Jokowi.