Tidak Ada Politik Uang Pilihan Raya Umum ke-14 di Malaysia

 In Pemilu

Prof. Dr. Yahaya Ibrahim, mantan Rektor Univ. Sultan Zainal Abidin (Unizsa) Malaysia mengemukakan bahwa dalam pilihan raya umum (pemilu) ke-14 di Malaysia tidak ada politik uang.

Hal tersebut dikemukakan Prof Dr Yahaya Ibrahim dalam perbincangan di Swissbel Hotel Simatupang Jakarta Selatan (4/11/2019).

Menurut Direktur Global Education Services, uang partai Barisan Nasional yang dikumpulkan dari hasil korupsi (rasuah) 1MDB sangat besar, tapi rakyat Malaysia tidak terpengaruhi dengan politik uang dilakukan BN. Mayoritas rakyat Malaysia memilih (mengundi) para calon anggota parlemen dari Pakatan Harapan dan hasilnya Barisan Nasional tumbang setelah memerintah Malaysia semala 62 tahun sejak Malaysia merdeka 31 Agustus 1957.

Saya merespon pernyataan Prof. Yahaya Ibrahim dengan mengatakan bahwa populasi Malaysia tidak besar hanya 31,62 juta (2017) mayoritas masyarakat Malaysia tingkat pendidikannya sudah tinggi. Selain itu, income per kapitanya tahun 2019 sudah mencapai $32.501, dan kemiskinan sudah tidak besar jumlahnya.

Sementara populasi Indonesia banyak, terbesar keempat di dunia yaitu 270 juta jiwa (2018), pendidikan masih banyak yang rendah, tingkat kemiskinan masih tinggi, income perkapita $4.120.

Kalau Malaysia dapat melaksanakan pemilu (PRU) tanpa politik uang, maka Indonesia belum sanggup melaksanakan pemilu tanpa politik uang. Walaupun undang-undang melarang adanya politik uang, tetapi faktanya politik uang masih sulit dihilangkan di Indonesia.

Para elit politik yang menjadi calon anggota parlemen di semua tingkatan bersaing untuk merebut suara dari pemilih, sementara pemilih (pengundi) yang masih miskin, akan memilih siapa yang memberi uang lebih besar.

Para elit politik yang menjadi calon anggota parlemen, untuk mendapatkan dukungan suara dari pemilih (pengundi), terpaksa melakukan politik uang dengan membeli suara para pemilih dari kalangan rakyat miskin.

Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search

Pemilu Serentak 2019: Sebuah Evaluasi dan Solusi Oleh Musni Umar Sosiolog dan Rektor Universitas Ibnu ChaldunMengapa Prabowo Bergabung ke Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf?