Dari Diskusi Fordis ICS Kahmi: Genjot Produksi Dalam Negeri Stop Impor Untuk Selamatkan Rakyat

 In Dunia Usaha, Lainnya, Sosial

Forum Diskusi Insan Cita Sejahtera Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (Fordis ICS Kahmi) pada 8 November 2019 telah melaksanakan diskusi terbatas yang diikuti Fahmi Idris, Harun Kamil (Ketua Dewan Pembina), Musni Umar (koordinator), Andi Faizal Jollong, Nazaruddin Nasution, Achmad Marzuki, Gamari Sutrisno, Musfihin Dahlan, dan Abidinsyah Sastrawijaya.

Musni Umar ketika membuka diskusi terbatas mengemukakan: banyak sekali masalah yang dihadapi bangsa Indonesia. Akan tetapi yang amat mengkhawatirkan, kemungkinan terjadinya krisis ekonomi.

Di dalam negeri mulai merosot daya beli masyarakat akibat melambatnya ekonomi. Merosotnya penerimaan negara sehingga terjadi defisit yang sangat besar, yang harus ditutup dengan utang baru.

Sementara itu, cicilan utang pokok dan bunga yang sudah jatuh tempo dan harus dibayar terus meningkat jumlahnya. Dampaknya, dana yang dimiliki pemerintah dalam APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) banyak disedot untuk membayar bunga dan cicilan utang, sehingga dana untuk pembangunan dan kesejahteraan rakyat semakin berkurang.

Di luar negeri, ada tanda-tanda bakal terjadi krisis. Di Amerika Serikat mulai terjadi krisis bahkan ada media yang memberitakan sudah terjadi semi resesi. Di China, sedang mengalami penurunan pertumbuhan ekonomi yang mengakibatkan terjadi pengangguran yang amat besar sampai mencapai 400 juta orang.

Para ekonom memperkirakan bahwa Indonesia bakal mengalami krisis ekonomi sebagai dampak dari dalam negeri dan luar negeri.

Pertanyaannya apa yang bisa dilakukan bangsa Indonesia untuk mencegah dampak negatif dari krisis ekonomi jika terjadi?

Genjot Produksi Tekan Impor

Fahmi Idris, mantan Menteri di era BJ. Habibie dan SBY mengemukakan bahwa untuk menyelamatkan rakyat jika terjadi krisis ekonomi, maka harus digenjot produksi dalam negeri.

Pada saat yang sama harus ditekan jika perlu stop impor. Menurut Fahmi Idris, rakyat harus digerakkan untuk produksi dan menanam segala macam kebutuhan dalam negeri seperti padi, bawang merah, bawang putih, jagung, gula, garam dan lain-lain.

Pada saat yang sama, pemerintah harus menekan impor. Tujuannya, pertama, untuk mendorong masyarakat supaya gairah menanam segala macam kebutuhan dalam negeri karena pemerintah tidak akan impor yang diproduksi masyarakat.

Kedua, untuk menyetop mengalirnya devisa Indonesia keluar negeri.

Ketiga, untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, sebab kalau produksi bisa untuk di konsumsi dan untuk dijual ke masyarakat.

Keempat, untuk mencegah rakyat tidak kesulitan jika terjadi krisis ekonomi apalagi kelaparan.

Kelima, untuk mencegah krisis politik. Kalau terjadi krisis ekonomi dan rakyat kesulitan hidup karena menganggur dan tidak mampu membeli keperluan sehari-hari, maka akan terjadi krisis sosial dan bisa berujung pada krisis politik.

Untuk mencegah terjadinya hal-hal yang disebutkan di atas, maka pemerintah harus menggenjot produksi dalam negeri dan menekan jika perlu menyetop impor pangan.

Kendala Yang Dihadapi

Musfihin Dahlan, mantan anggota DPR RI yang hadir terlambat dalam diskusi terbatas Fordis ICS Kahmi merespon yang dikemukakan bang Fahmi Idris dengan mengatakan bahwa ide yang dikemukakan sangat baik, tetapi kendalanya pemerintah tidak mempunyai dana yang cukup.

Menurut dia, untuk menggenjot produksi dalam negeri secara masif harus didukung dana yang besar. Padahal yang memiliki dana besar hanya 16 pengusaha besar. Bank Indonesia (BI) pun tidak bisa melakukannya karena memiliki keterbatasan dana.

Walaupun ada kendala untuk menggenjot produksi dalam negeri, harus dilakukan untuk menyelamatkan rakyat dari kemungkinan terpaan krisis.

Sedangkan untuk menekan apalagi menyetop impor menurut aktivis Kampus Kuning 77/78 sangat sulit dilakukan karena kegiatan impor komisinya besar dan hasilnya mengalir ke berbagai pihak.

Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search