Connect with us

PPP dan Penyelamatannya di Masa Depan
PPP bersyukur dan kami ucapkan terimakasih kepada pemerintah atas pemberian gelar pahlawan nasional karena KH Masjkur adalah salah satu tokoh deklarator PPP - ig dpp.ppp

Politik

PPP dan Penyelamatannya di Masa Depan

Untuk menghentikan keterpurukan PPP, tokoh-tokoh PPP seperti Hamzah Haz, Bachtiar Hamsyah dan lain-lain harus peduli PPP. Gunakan media sosial secara masif sebagai sarana menyampaikan pandangan, program serta keberpihakan kepada umat dan rakyat jelata.

Partai Persatuan Pembangunan dengan akronim PPP adalah sebuah partai politik Islam terkemuka Indonesia, yang merupakan hasil gabungan dari empat partai politik Islam yaitu partai Nahdlatul Ulama, Partai Syarikat Islam, Partai Tarbiyah Islamiyah dan Partai Muslimin Indonesia (Parmusi).

Hasil fusi dari empat partai politik Islam itu, dideklarasikan pendiriannya pada 5 Januari 1973.

Di masa Orde Baru, partai ini dikekang oleh rezim yang berkuasa, sehingga tidak pernah menang dalam pemilihan umum. Walaupun begitu, eksistensi PPP sangat diperhitungkan.

PPP di Era Reformasi

PPP harus diakui tidak seberuntung Partai Demokrasi Indonesia yang mengubah nama menjadi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dengan akronim PDIP karena telah tiga kali menang dalam pemilu legislatif di era reformasi.

Bukan saja PDIP menang tiga dalam pemilu yaitu pemilu 1999, 2014 dan 2019, tetapi PDIP selalu menempati perolehan kursi di DPR RI kalau bukan ranking pertama, ranking kedua. Paling sial diranking 3
dimasa Presiden SBY berkuasa.

Partai Golkar satu kali menang dalam pemilu legislatif yaitu pemilu 2004. Akan tetapi perolehan kursi Partai Golkar di DPR RI selalu berada di ranking kedua.

Prestasi PPP kadernya Hamzah Haz sempat menjadi Wakil Presiden RI mendampingi Presiden Megawati Soekarnoputri.

PPP tidak seberuntung PDIP dan Partai Golkar yang merupakan partai warisan Orde Baru.

PPP mengalami terus penurunan perolehan kursi di DPR RI dan DPRD. Pada pemilu 1999, PPP memperoleh kursi di DPR RI sebanyak 58.

Pada pemilu 2014, PPP memperoleh 39 kursi, dan paling sial pemilu 2019, PPP hanya memperoleh 19 kursi di DPR RI.

Partai tersebut nyaris terhempas dari Senayan, karena parlementary threshold (PT) mensyaratkan 4 persen perolehan suara atau kursi dalam pemilu untuk bisa menempatkan perwakilan sebuah partai di parlemen, Senayan.

https://www.instagram.com/p/B4_2uKphmje/

Mengapa PPP Terpuruk?

PPP dapat dikatakan merupakan partai politik umat Islam. Akan tetapi, mayoritas umat Islam lemah dalam bidang ekonomi. Pada hal untuk memperoleh kemenangan dalam pemilu, diperlukan dana yang besar.

Para cukong tidak tertarik menggelontorkan dana kepada partai politik Islam, alasannya:

Pertama, mereka tidak ingin umat Islam kuat secara politik.
Kedua, mereka tidak ingin umat Islam kuat secara ekonomi.

Kalau umat Islam kuat secara politik dan ekonomi, mereka takut penguasaan ekonomi yang mereka genggam akan terganggu. Pada hal umat Islam di Indonesia dan di manapun di dunia sangat toleran pada siapapun karena ajaran Islam mengajarkan kepada umatnya untuk mengamalkan toleransi.

Ketiga, pihak Barat tidak ingin kalau umat Islam kuat di Indonesia karena khawatir mengganggu politik neo imperialisme dan neo kapitalisme mereka.

Keempat, mereka yang berkuasa lebih suka kalau umat Islam tidak kuat secara politik dan ekonomi karena kalau kuat, mereka takut hegemoni kekuasaan mereka terganggu.

Kelima, umat Islam selalu dipecah dengan isu terorisme, anti Pancasila, khilafah, radikalisme.

Keenam, mayoritas umat Islam masih miskin dan bodoh sehingga mudah disogok dengan politik uang pada saat pemilu.

PPP dan Penyelamatannya

Untuk menghentikan keterpurukan PPP, tokoh-tokoh PPP seperti Hamzah Haz, Bachtiar Hamsyah dan lain-lain harus peduli PPP. Selain itu, mereka harus memilih pemimpin baru yang bisa membawa PPP bangkit dan maju.

Pemimpin yang dipilih mesti rajin silaturrahim ke ulama, ustadz, tokoh masyarakat, dan harus rajin turun ke berbagai daerah di seluruh Indonesia untuk memberi spirit kepada pimpinan PPP di wilayah dan daerah.

Disamping itu, pemimpin yang dipilih, yang bisa dicontoh dan diteladani, pemimpin yang menyatukan dan merangkul semua serta yang rela berkorban untuk memperjuangkan perbaikan nasib umat dan rakyat jelata.

Terakhir, PPP tidak punya pilihan kecuali menggunakan media sosial secara masif sebagai sarana menyampaikan pandangan, program serta keberpihakan kepada umat dan rakyat jelata.

Akhirnya saya mendesak jajaran PPP untuk mengakhiri perpecahan dan kembali bersatu karena bersatu fondasi meraih kemenangan.


https://twitter.com/vivanewscom/status/1196384324683096066

Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Baca Juga

Politik

Presiden PKS Ahmad Syaikhu: bangsa Indonesia membutuhkan politik kolaborasi, bukan segregasi apalagi polarisasi. Politik yang menjadikan keutuhan bangsa dan negara di atas kepentingan individu,...

Politik

Saya sangat prihatin terjadinya demonstrasi di berbagai tempat yang menuntut Suharso Monoarfa, mundur sebagai Ketua Umum PPP.

Pemilu

Megawati menegaskan, ia diberi hak prerogatif oleh partai untuk menentukan siapa calon presiden yang diusung di 2024. Maka itu, ia tak mau ada kader...

Pendidikan

Anggota DPR RI Elnino Husein Mohi dalam kuliah umumnya yang bertema Konstitusi, Opini Deparpolitisasi dan Masa Depan Demokrasi di Indonesia mengatakan bahwa konstitusi tertinggi...

Pemilu

Partai NasDem merupakan satu-satunya partai politik yang lebih awal mengumumkan calon Presiden RI Pemilu 2024. Pertanyaannya, mengapa Partai NasDem memilih mengumumkan lebih dahulu calon...

Pemilu

Pada Rakernas Nasdem nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sempat diteriaki Presiden saat beberapa DPW membacakan rekomendasi mereka.

Politik

Hari ini 28 Syawal 1443 H bertepatan dengan 29 Mei 2022, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melaksanakan perayaan Milad PKS ke-20. Perayaan ini dilaksanakan di...

Opini

Amien Rais dalam usia yang tidak lagi muda, harus diapresiasi dan didoakan agar tetap sehat dan bersemangat melanjutkan perjuangan. Pak Amien baru satu kali...