In Memoriam Prof Dr Bahtiar Effendy: ilmuan yang Tangguh dan Rendah Hati

 In Lainnya, Sosial

Saya pernah bersama Prof. Dr. Bahtiar Effendy, ketika dia menjadi dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, saya mengajar di fakultas tersebut dalam mata kuliah Sosiologi.

Setelah saya dilantik menjadi wakil rektor bidang akademik, kemudian rektor Universitas Ibnu Chaldun Jakarta, saya fokus di UIC dan berhenti mengajar di FISIP UIN. Dampaknya saya jarang bertemu dengan Prof Bahtiar, tetapi ketika dia mengawinkan puterinya saya diundang dan datang mengucapkan selamat.

Ilmuan Politik Yang Dalam Keislamannya

Salah satu keunggulan Prof Dr Bahtiar Effendy dibanding ilmuan politik lain ialah dalam dan luasnya pengetahuan ilmu politik serta luas dan dalam pula ilmu keislaman.

Prof. Bahtiar Effendy sangat luas dan dalam pemahaman ilmu politik karena dia meraih gelar Ph.D dalam bidang ilmu politik di universitas ternama Ohio State University, Amerika Serikat.

Karyanya dalam bentuk buku yang diwariskan kepada kita sangat banyak antara lain “Islam dan Negara Transformasi Gagasan dan Praktik Politik Islam di Indonesia” (1998) dan buku dalam bahasa Inggris dengan judul buku “Islam and the State in Indonesia” (2003) serta buku “Teologi Baru Politik Islam” (2001).

Selain Prof Bahtiar menulis buku “Putting All the Vards on the Table: Trust as a Factor in the War Against Terror” dan banyak buku dalam politik kontemporer.

Prof. Bahtiar mempunyai pemahaman dan penghayatan keislaman yang mumpuni karena di masa muda belajar di pesantren dengan menamatkan SMP dan SLTA di pesantren Pabelan Muntilan, yang kemudian melanjutkan pendidikan Dlll dan S1 di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Dengan latar belakang pendidikan Prof Bahtiar di pesantren (SMP, SLTA) dan di IAIN, kombinasi pendidikan keislaman dan pendidikan barat (Amerika Serikat) pemikirannya sangat membumi dan sama sekali, kita tidak pernah mendengar pemikirannya yang kontroversial.

Luas Ilmu dan Pergaulannya

Prof. Bahtiar mempunyia ilmu keislaman dan politik yang dalam seperti dikemukakan di atas, sehingga para tokoh Islam dan pimpinan partai-partai politik sering mengundang untuk mendengar pemikirannya tentang politik Islam dan pergulatan politik di Indonesia.

Selain itu, Prof Bahtiar rendah hati tidak sombong, tetap low profile. Dia memakai ilmu padi makin berisi masuk menunduk.

Bukan saja Prof Bahtiar luas dan dalam ilmu keislaman dan ilmu politik, tetapi aktif dalam pergerakan. Sejak mahasiswa, aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan sampai Allah memanggil menghadap ke hadiratNya adalah Ketua DPP. Muhammadiyah Bidang Kerjasama Luar Negeri.

Maka pantas banyak pejabat negara mengirim bunga sebagai tanda duka dan simpati serta doa kepada Prof Dr Bahtiar Effendy. Mulai dari Presiden Jokowi, Wapres Ma’ruf Amin, Mensesneg Pratikno, Hidayat Nur Wahid, Wakil Ketua MPR, Ahmad Basarah, Wakil Ketua MPR, dari koleganya di UIN, Muhammadiyah dan tokoh masyarakat.

Prof Dr Bahtiar Effendy telah pergi mendahului kita untuk selamanya. Spirit “Patah tumbuh hilang berganti” semoga memacu mahasiswa (i) untuk menggantikan posisi beliau sebagai ilmuan yang komplit (dalam dan luas ilmu keislaman dan dalam serta luas pula ilmu dunianya).

Selamat jalan Prof Dr Bahtiar Effendy. Semoga ilmu yang diajarkan kepada para mahasiswa (i) akan terus mengalir pahalanya kepada Prof Bahtiar di alam barzah. Aamiin.

Berikut foto-foto karangan bunga duka cita dari berbagai pihak

Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search

Dari Diskusi Fordis ICS Kahmi: Genjot Produksi Dalam Negeri Stop Impor Untuk Selamatkan RakyatReuni 212 dan Dampak Ekonomi Yang Ditimbulkan