Spirit Tauhid Pendorong Utama Suksesnya Reuni 212 Selama Tiga Kali

 In Sosial, Opini

Reuni 212 telah berlangsung sukses hari ini (2/12/2019) yang dihadiri begitu banyak masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.

Mereka datang menghadiri acara Reuni 212 dengan biaya sendiri. Ada yang naik pesawat, carter pesawat, naik kapal laut, kereta api, carter bus, naik motor, kuda dan berbagai moda transportasi.

Saya terharu menyaksikan tingginya semangat masyarakat menghadiri acara tersebut yang dikemas dengan tema “Maulid Akbar dan Reuni Mujahid 212.”

Ada berbagai upaya untuk menggagalkan reuni 212 dengan menggunakan segala macam cara agar masyarakat tidak menghadiri acara tersebut.

Faktanya tetap membludak yang menghadiri reuni 212 tahun 2019. Pada hal banyak hambatan yang dihadapi masyarakat untuk menghadiri reuni 212.

Pertanyaannya, mengapa tetap banyak masyarakat yang menghadiri reuni 212?

Menurut saya, setidaknya ada tiga alasan yang mendorong masyarakat menghadiri reuni 212.

Pertama, keyakinan agama yang bersumber dari spirit tauhid. Mereka yang memiliki keyakinan agama yang kokoh, memandang hidup ini merupakan arena perjuangan (jihad). Tidak sempurna iman dan taqwa kepada Allah jika tidak berjuang.

Reuni 212 merupakan arena untuk memperbaharui niat dan tekad dalam berjuang. Kalau aksi 212 tahun 2016 digerakkan untuk melawan ketidakadilan hukum terhadap Ahok, reuni 212 tahun 2019 tetap digerakkan untuk melawan ketidakadilan hukum dan ekonomi.

Habib Rizieq Shihab dalam amanatnya pada Reuni 212 tahun 2019 di Monas Jakarta kembali menuntut ditegakkannya hukum terhadap mereka yang menista Nabi Muhammad saw dan menista Agama. Dari Makkah Al Mukarramah, Imam Besar itu menyerukan kepada para pendukungnya untuk berdemo berjilid-jilid menuntut penegakan keadilan terhadap Sukmawati.

Kedua, spirit untuk bersilaturrahim. Para peserta reuni 212 dari berbagai daerah pada umumnya adalah peserta aksi 212 tahun 2016 yang menuntut ditegakkannya hukum terhadap Ahok. Tahun ini dihotel tempat saya menginap saya bertemu lagi dengan mereka. Begitu juga sewaktu saya keliling di Monas banyak yang mengenal saya dan mengajak berfoto.

Dengan demikian, datang ke reuni 212 adalah panggilan hati dengan biaya sendiri untuk silaturrahim. Silaturrahim adalah ajaran Islam yang memerintahkan untuk memupuk persaudaraan, persatuan dan kesatuan.

Ketiga, spirit memperjuangkan keadilan. Peserta reuni pada umumnya kelas menengah dan kelas bawah. Mereka menyadari bahwa masalah utama yang dihadapi Indonesia adalah ketidakadilan hukum dan ekonomi. Spirit perjuangan mereka adalah mendorong diwujudkannya keadilan hukum dan ekonomi.

Perjuangan mewujudkan tegaknya keadilan merupakan perintah Allah dalam Alqur’an supaya menolong Allah.
“Jika kamu menolong Allah, Allah pasti menolong kamu.” wujud kita menolong Allah ialah mengamalkan segala perintahNya dan menjauhi larangannya. Salah satu perintah Allah ialah menegakkan dan memperjuangkan tegaknya keadilan.

Semoga spirit reuni 212 selalu mendorong kita untuk cinta Indonesia, cinta Agama yang kita anut, cinta Nabi dan Allah yang kita imani.

Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Berikut foto-foto reuni 212 hari ini (2/12/2019)

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search

Reuni 212 dan Dampak Ekonomi Yang DitimbulkanReuni 212 Membangun Kebersamaan, Persaudaraan dan Persatuan Umat Islam