Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia di Indonesia Tidak Semarak

 In Opini, Lainnya, Sosial

Hari ini, 9 Desember 2019 Hari Anti Korupsi Sedunia. Biasanya setiap Hari Anti Korupsi Sedunia diperingati dengan semarak.

Akan tetapi, peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia di Jakarta dan berbagai daerah di Indonesia kali ini sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Publik sudah pesimis masa depan pemberantasan korupsi, karena itu tidak lagi menarik mengadakan peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia.

Pertama, masyarakat madani (civil society) sudah kehilangan kepercayaan masa depan pemberantasan korupsi di Indonesia setelah UU KPK direvisi DPR dan pemerintah.

Kedua, penyidik dan seluruh karyawan KPK sedang galau. Kabarnya berdasarkan hasil revisi UU KPK semua penyidik dan karyawan KPK akan dijadikan ASN/PNS. Konsekuensinya semua ketentuan tentang ASN/PNS diberlakukan kepada mereka termasuk gaji.

Ketiga, KPK berdasarkan hasil revisi UU KPK memiliki pengawas yang mempunyai otoritas mengawasi dan mengawal komisioner KPK termasuk boleh tidaknya mengeluarkan Sprindik, sehingga KPK terkesan “dipasung.”


Menunggu PERPPU

KPK, masyarakat madani dan mahasiswa sampai saat ini masih menanti Peraturan Presiden Pengganti Undang-Undang (PERPPU) sebagaimana pernah dikemukakan Presiden Jokowi akan dipertimbangkan.

Akan tetapi, suasana sudah damai tidak ada lagi yang demonstrasi, sehingga tidak ada unsur keadaan yang memaksa. Dengan demikian prospek dikeluarkannya PERPPU sangat kecil.

Satu-satunya peluang untuk mengoreksi hasil revisi UU KPK ialah mengajukan Judicial Review ke Mahkamah Konstitusi (MK). Walaupun tidak ada jaminan akan dikabulkan MK, tetapi ada kemauan bersama mengajukan Judicial Review sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab dalam memperjuangkan tegaknya pemberantasan korupsi.


Komisioner Baru

Sejatinya publik memberi kesempatan kepada komisioner baru KPK yang dipimpin Jenderal Polisi Firli Bahuri untuk membuktikan kemampuan mereka dalam melakukan pemberantasan korupsi.

Nampaknya sulit mengharapkan dukungan publik kepada komisioner baru KPK karena sudah timbul distrust (ketidakpercayaan) kepada mereka.

Satu-satunya cara yang harus ditempuh untuk menghadirkan kepercayaan dan partisipasi publik dalam memberantas korupsi, komisioner baru KPK harus beri bukti bahwa mereka memiliki kemampuan dan keberanian dalam memberantas korupsi.

Semoga tulisan ini memberi dorongan dan semangat kepada seluruh bangsa Indonesia untuk terus berjuang mewujudkan Indonesia tanpa korupsi. Mulailah dari diri kita masing-masing untuk tidak korupsi jika mendapat kesempatan dalam memimpin.

Selamat memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia. Semoga momentum memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia, kita kobarkan hidup tanpa korupsi.

Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search

PAN: Sadarlah Berubahlah dan Bangkitlah Dari KeterpurukanJika Ingin Damai Bersiaplah Perang "Si vis Pacem Para Bellum"