Connect with us

Jika Ingin Damai Bersiaplah Perang "Si vis Pacem Para Bellum"
macet di jakarta - unsplash adrian pranata

Sosial

Jika Ingin Damai Bersiaplah Perang “Si vis Pacem Para Bellum”

Dalam kehidupan yang penuh dengan persaingan baik dalam sebuah negara maupun antar negara, harus selalu siap sebagaimana ungkapan “Si vis Pacem Para Bellum” (Jika ingin damai bersiaplah perang). Kalimat itu diucapkan Dr. Fahmi Idris, mantan Menteri Tenaga Kerja di era BJ Habibie dan Menteri Perindustrian di era SBY pada saat diskusi terbatas Fordis ICS Kahmi beberapa waktu lalu.

Dalam kehidupan yang penuh dengan persaingan baik dalam sebuah negara maupun antar negara, harus selalu siap sebagaimana ungkapan “Si vis Pacem Para Bellum” (Jika ingin damai bersiaplah perang).

Kalimat itu diucapkan Dr. Fahmi Idris, mantan Menteri Tenaga Kerja di era BJ Habibie dan Menteri Perindustrian di era SBY pada saat diskusi terbatas Fordis ICS Kahmi beberapa waktu lalu.

Fahmi Idris mengemukakan hal tersebut ketika mengomentari Reuni Akbar 212 yang bertema “Maulid Akbar dan Reuni 212.”

Semua kekuatan di manapun harus siap. Kalau siap dan dianggap kuat, maka kekuatan lain akan menimbang sebelum melakukan serangan.

Ahmad Ganis, mantan aktivis 66 yang juga pengusaha menyatakan persetujuannya atas pendapat Fahmi Idris. Akan tetapi, dia menekankan pentingnya membangun “Barisan Nasional” dari kalangan nasionalis untuk membela dan melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman.


Semoga Tidak Ada Krisis

Fahmi Idris dan Ahmad Ganis merasa khawatir Indonesia mengalami krisis di masa depan.

Pemicu krisis bersumber dari dalam negeri dan luar negeri. Dari dalam negeri, pemicunya adalah defisit anggaran yang amat besar ditutup dengan utang yang terus membesar jumlahnya.

Kedua, perang dagang antara Amerika Serikat dengan RRC. Akibat perang dagang antara dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia, mengakibatkan terjadinya kelesuan ekonomi di hampir semua negara di dunia.

Jika persoalan dari luar menerpa Indonesia, sementara di dalam negeri menghadapi banyak masalah, seperti defisit anggaran yang luar biasa besar yang ditutup dengan utang baru yang terus membesar jumlahnya, maka Indonesia akan mengalami kesulitan bukan saja resesi tetapi krisis, yang mungkin lebih parah dari krisis tahun 1998.


Bantuan RRC

Jika Indonesia mengalami krisis, maka berdasarkan pengalaman, pemerintah Indonesia dipastikan akan meminta bantuan kepada RRC.

Kalau itu terjadi, maka rakyat Indonesia khususnya umat Islam akan sangat tertekan.

Untuk bersiap menghadapi masa yang mungkin akan lebih sulit dari krisis tahun 1998, bangsa Indonesia harus membangun barisan nasional dari berbagai kalangan yang mencintai Indonesia dan berani dan sanggup berjuang bersama membela dan melindungi Indonesia.

Semoga tidak terjadi krisis yang digambarkan para pakar dan praktisi, sehingga seluruh bangsa Indonesia selamat dari kesulitan. Maka sedia payunglah sebelum hujan.

Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Baca Juga

Covid-19

Sangat tragis penerbangan internasional rute Wuhan-CGK Jakarta yang membawa TKA China yang dilayani oleh Lion Air telah mendarat di Bandara Soekarno-Hatta Cingkareng, Banten

Politik

Krisis politik di Myanmar adalah akibat kudeta militer yang telah berlangsung selama hampir tiga bulan, yang diprotes rakyat Myanmar dengan berdemonstrasi yang dibalas oleh...

Opini

Fahmi Idris mendirikan Akademi Alquran dan memberikan beasiswa kepada para mahasiswa (i) untuk mengikuti program tahfiz (hafal Alquran).

Covid-19

Saya kemukakan tahun 2020 merupakan tahun kesedihan karena hampir semua negara di dunia termasuk Indonesia terpuruk ditengah ancaman corona.

Dunia Usaha

Dalam bulan November 2020, setidaknya ada tiga negara yang memberi pinjaman (utang) kepada pemerintah Indonesia.

Dunia Usaha

Investasi China kini telah menggantikan Jepang sebagai mitra dagang terbesar Indonesia. Di era Jokowi, pemerintah menggandeng China untuk berinvestasi di sejumlah proyek infrastruktur besar...

Lainnya

Forum Diskusi Insan Cita Sejahtera (Fordis ICS) KAHMI dan Universitas Ibnu Chaldun menggelar Webinar yang membahas topik "Membaca Arah Politik Pasca Omnibus Law Disahkan"...

Covid-19

Ekonom Atifah Thaha, Ph.D mengatakan bahwa resesi ekonomi telah memberi dampak negatif yang besar terhadap usaha informal, mikro dan kecil. Pada hal jumlah usaha...