Jika Ingin Damai Bersiaplah Perang “Si vis Pacem Para Bellum”

 In Sosial, Lainnya, Opini

Dalam kehidupan yang penuh dengan persaingan baik dalam sebuah negara maupun antar negara, harus selalu siap sebagaimana ungkapan “Si vis Pacem Para Bellum” (Jika ingin damai bersiaplah perang).

Kalimat itu diucapkan Dr. Fahmi Idris, mantan Menteri Tenaga Kerja di era BJ Habibie dan Menteri Perindustrian di era SBY pada saat diskusi terbatas Fordis ICS Kahmi beberapa waktu lalu.

Fahmi Idris mengemukakan hal tersebut ketika mengomentari Reuni Akbar 212 yang bertema “Maulid Akbar dan Reuni 212.”

Semua kekuatan di manapun harus siap. Kalau siap dan dianggap kuat, maka kekuatan lain akan menimbang sebelum melakukan serangan.

Ahmad Ganis, mantan aktivis 66 yang juga pengusaha menyatakan persetujuannya atas pendapat Fahmi Idris. Akan tetapi, dia menekankan pentingnya membangun “Barisan Nasional” dari kalangan nasionalis untuk membela dan melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman.


Semoga Tidak Ada Krisis

Fahmi Idris dan Ahmad Ganis merasa khawatir Indonesia mengalami krisis di masa depan.

Pemicu krisis bersumber dari dalam negeri dan luar negeri. Dari dalam negeri, pemicunya adalah defisit anggaran yang amat besar ditutup dengan utang yang terus membesar jumlahnya.

Kedua, perang dagang antara Amerika Serikat dengan RRC. Akibat perang dagang antara dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia, mengakibatkan terjadinya kelesuan ekonomi di hampir semua negara di dunia.

Jika persoalan dari luar menerpa Indonesia, sementara di dalam negeri menghadapi banyak masalah, seperti defisit anggaran yang luar biasa besar yang ditutup dengan utang baru yang terus membesar jumlahnya, maka Indonesia akan mengalami kesulitan bukan saja resesi tetapi krisis, yang mungkin lebih parah dari krisis tahun 1998.


Bantuan RRC

Jika Indonesia mengalami krisis, maka berdasarkan pengalaman, pemerintah Indonesia dipastikan akan meminta bantuan kepada RRC.

Kalau itu terjadi, maka rakyat Indonesia khususnya umat Islam akan sangat tertekan.

Untuk bersiap menghadapi masa yang mungkin akan lebih sulit dari krisis tahun 1998, bangsa Indonesia harus membangun barisan nasional dari berbagai kalangan yang mencintai Indonesia dan berani dan sanggup berjuang bersama membela dan melindungi Indonesia.

Semoga tidak terjadi krisis yang digambarkan para pakar dan praktisi, sehingga seluruh bangsa Indonesia selamat dari kesulitan. Maka sedia payunglah sebelum hujan.

Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search

Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia di Indonesia Tidak SemarakDari Silaturrahim ACI: Kita Berdoa Indonesia Tidak Alami Krisis