Connect with us

Selamat atas kelulusan mahasiswa/wi Fakultas Agama Islam Universitas Ibnu Chaldun Semoga berkah ilmunya - ig retnazee

Pendidikan

Jadilah Pengusaha Wahai Sarjana Universitas Ibnu Chaldun dan Sarjana Indonesia

Mereka yang baru menyandang sarjana, dihadapkan pada tiga pilihan. Pertama, melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi (strata 2/master atau magister) di dalam dan luar negeri. Tantangan para sarjana yang paling berat bagi yang baru menyelesaikan pendidikan adalah mencari pekerjaan. Mereka yang aktif di organisasi, biasanya menghubungi senior mereka untuk meminta bantuan guna bekerja di perusahaan swasta/BUMN atau melamar menjadi PNS/ASN.

Pada 19 Desember 2019, Universitas Ibnu Chaldun menyelenggarakan wisuda sarjana program strata 1 di Klub Eksekutif Persada Halim Persada Kusuma Jakarta.

Hadir dalam wisuda sarjana, dari LLDikti Wilayah lll Imam Yuwono, Ekonom Senior Rizal Ramli, Ph.D. yang hadir untuk memberi orasi ilmiah, Prof. Dr. Abdul Anshari Ritonga, Ketua Dewan Pembina YPPIC, Edy Haryanto, Ketua Umum YPPIC, Muhajirin Tohir, Sekum YPPIC dan pengurus lain, para wakil rektor, para dekan, para Kaprodi, para dosen senior, wisudawan (i) dan para orang tua wisudawan (i).

Sebagai rektor, saat melantik dan bersalaman dengan para wisudawan (i), saya merasakan getaran hati mereka yang penuh dengan kebahagiaan dan kegembiraan. Begitu pula kedua orang tua mereka yang ikut menyaksikan prosesi wisuda sarjana putera (i) mereka, dari mimbar saya menyaksikan kebahagiaan dan kebanggaan mereka.

Tantangan Para Sarjana

Mereka yang baru menyandang sarjana, dihadapkan pada tiga pilihan. Pertama, melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi (strata 2/master atau magister) di dalam dan luar negeri.

Kedua, mencari pekerjaan atau membuka pekerjaan sendiri. Ada juga yang sudah bekerja, tentu melanjutkan pekerjaan yang sudah ditekuni.

Ketiga, mencari jodoh dan menikah, ada yang memilih jodoh dan menikah dengan teman selama kuliah atau memilih teman sekolah di SMA atau teman satu organisasi atau perkumpulan.

Tantangan para sarjana yang paling berat bagi yang baru menyelesaikan pendidikan adalah mencari pekerjaan. Mereka yang aktif di organisasi, biasanya menghubungi senior mereka untuk meminta bantuan guna bekerja di perusahaan swasta/BUMN atau melamar menjadi PNS/ASN.

Mereka yang orang tuanya mapan secara ekonomi, mempunyai perusahaan atau menjadi pimpinan perusahaan di swasta atau BUMN tidak susah bagi mereka karena dengan mudah diberikan pekerjaan (job) oleh orang tua mereka. Akan tetapi, mereka yang dari kalangan masyarakat menengah ke bawah harus bertarung, sabar dan tabah mencari pekerjaan.

Jadilah Pengusaha

Nasihat ini tidak hanya ditujukan kepada sarjana Universitas Ibnu Chaldun, tetapi juga sarjana Indonesia dari universitas dalam dan luar negeri.

Setidaknya ada enam nasihat saya kepada para sarjana.

Pertama, sebaiknya para sarjana berjuang menjadi pengusaha. Membuka usaha bersama keluarga, teman sesama kuliah atau teman satu organisasi.

Kedua, peluang untuk kaya sangat besar bagi mereka yang berkiprah menjadi pengusaha. Sementara mereka yang bekerja di pemerintah sebagai ASN/PNS dan swasta sudah ditakar penghasilannya. Kalau ada yang kaya raya, patut diduga korupsi.

Ketiga, untuk membangun bangsa dan negara diperlukan banyak pengusaha yang mempunyai pendidikan tinggi agar bisa berinovasi, dapat bersaing, berinteraksi dan berkolaborasi dengan pengusaha manca negara.

Keempat, untuk mewujudkan pemerataan dan keadilan ekonomi bagi kaum pribumi. Tidak mungkin terwujud keadilan ekonomi, jika semua sarjana memilih menjadi pegawai/kargawan, tentara dan polisi.

Kelima, masa kerja pengusaha cukup panjang bisa selama hidup jika sehat. Sementara masa kerja pegawai/karyawan paling lama 58 tahun. Pada hal di usia tersebut masih potensial, tetapi pensiun. Mereka yang pensiun cepat tua, sakit-sakitan, dan merasa tidak bermanfaat. Untuk pindah profesi, misalnya menjadi pengusaha tidak mudah karena budaya kerja sangat berbeda sebagai pegawai dan pengusaha.

Keenam, untuk membangun Indonesia diperlukan banyak pengusaha. Semakin banyak pengusaha semakin baik karena akan banyak pembayar pajak, dan ekonomi akan perputar di seluruh lapisan masyarakat.

Untuk sukses menjadi pengusaha harus pintar-pintar membawa diri, harus tekun, ulet, sabar dan tabah. Disamping bekerja keras juga berdoa dalam menjalankan usaha. Semoga kemudahan dan kemujuran menyertai para sarjana Universitas Ibnu Chaldun dan seluruh sarjana Indonesia dimanapun berada.

Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Baca Juga

Pendidikan

Rocky Gerung menggemparkan UIC. Saya tidak sangka seluruh mahasiswa universitas Ibnu Chaldun Jakarta mengidolakan Rocky Gerung.

Covid-19

Sebagai bentuk keprihatinan, Civitas Akademika Universitas Ibnu Chaldun Jakarta menggelar Istighotsah doa bersama. Dengan harapan, semoga Allah mengabulkan doa kita sehingga bangsa Indonesia yang...

Pendidikan

Pada 11 Juni 2021 Universitas Ibnu Chaldun dengan akronim UIC, memperingati milad ke-65 tahun secara sederhana dengan menerapkan protokol kesehatan.

Opini

Pendidikan adalah investasi yang mahal dan bersifat jangka panjang. Maka, pemimpin yang tidak memiliki visioner, lebih memilih pembangunan ekonomi dengan membangun jalan, jembatan dan...

Covid-19

Untuk menggenjot kembali dunia pendidikan karena merupakan kunci kemajuan Indonesia di masa depan. Kalau pemerintah mengemukakan alasan membuka sekolah tatap muka di masa pandemi...

Pendidikan

Sejak lama saya berpendapat bahwa kunci kemajuan Indonesia terletak pada pendidikan yang berkualitas. Agar kita dapat menjadikan Indonesia Emas 2045 milik rakyat Indonesia, kita...

Pendidikan

Saya berharap kepada umat Islam dimanapun berada dan apapun profesi yang ditekuni untuk berlomba menyumbangkan sebagian kecil rezekinya, ikut membangun Masjid Hikmatul Ilmi Universitas...

Pendidikan

Dr. Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation, yang juga imam Masjid di New York, WNI kelahiran Bulukumba, Sulawesi Selatan mempunyai gagasan besar dan luar biasa...