Connect with us

Jamaah Ihsan Nur Rijalul Masajid di Masjid Al Muttaqin BNI Grogol Petamburan Jakarta Barat - twitter musniumar

Pendidikan

Musni Umar: Umat Islam Harus Prioritaskan Pendidikan dan Ekonomi

Rektor Universitas Ibnu Chaldun Jakarta, Musni Umar dalam ceramahnya dihadapan jamaah Ihsan Nur Rijalul Masajid di Masjid Al Muttaqin BNI Grogol Petamburan Jakarta Barat dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW (22/12) mengemukakan bahwa umat Islam Indonesia sudah sangat tertinggal di bidang pendidikan dan ekonomi.

Rektor Universitas Ibnu Chaldun Jakarta, Musni Umar dalam ceramahnya dihadapan jamaah Ihsan Nur Rijalul Masajid di Masjid Al Muttaqin BNI Grogol Petamburan Jakarta Barat dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW (22/12) mengemukakan bahwa umat Islam Indonesia sudah sangat tertinggal di bidang pendidikan dan ekonomi.

Untuk mendorong kemajuan bangsa Indonesia, maka umat Islam yang merupakan penduduk mayoritas harus memberi prioritas pada pendidikan dan ekonomi.

Bangsa Indonesia yang mayoritas umat Islam masih rendah tingkat pendidikannya. Sebagai contoh, tingkat pendidikan para pekerja Indonesia masih sekitar 45% berpendidikan SD dan SMP.

Selain itu, Angka Partisipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi, Indonesia masih sangat rendah (31%), Malaysia (38%), Thailand (51%) dan Singapura (82%).

Untuk memajukan bangsa Indonesia harus di mulai dengan pendidikan. Ada lima ayat dalam Alqur’an yang pertama diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang dimulai dengan perintah membaca (iqra’) dan ayat kelima “menulis” (allazii allama bilqalam).

Intinya kalau ingin maju, beri prioritas pada pendidikan. Semua negara yang maju, karena mengutamakan pendidikan.

Prioritaskan Pendidikan dan Ekonomi

Umat Islam sangat terpuruk dalam bidang ekonomi. Prof. Rokhmin Dahuri pernah mengatakan bahwa umat Islam yang berjumlah 87% hanya menguasai ekonomi 12 persen.

Selain itu, telah banyak diberitakan media bahwa 1% orang Indonesia menguasai 45% kekayaan nasional. 10% orang kaya Indonesia kuasai 74.8% kekayaan nasional.

Mereka yang kaya raya itu kemudian berkolusi dengan penguasa atau calon penguasa politik dengan menggelontarkan dana kepada mereka yang bertarung dalam pemilu Presiden atau pemilihan kepala daerah. Termasuk mendukung partai-partai dengan menggelontarkan dana untuk meraih kemenangan.

Maka siapapun yang menang dalam pesta demokrasi, akan tetap menjaga dan melindungi mereka yang kaya-raya karena telah berkontribusi dalam membantu pembiayaan pada masa kampanye.

Oleh karena itu, umat Islam harus berjuang untuk memperjuangkan diwujudkannya tujuan Indonesia seperti yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 yaitu “memajukan kesejahteraan umum” dan masalah keadilan dalam sila kedua dan sila kelima dari Pancasila.

Ekonomi yang tidak adil bagi seluruh rakyat Indonesia harus diperjuangkan, sehingga keadilan hadir di Indonesia.

Untuk mewujudkan keadilan ekonomi, pemerintah harus mengeluarkan kebijakan ekonomi yang memberikan pemihakan (affirmative action) kepada kaum pribumi yang termarjinalisasi dalam bidang ekonomi seperti yang dilakukan di Malaysia.

Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Berikut foto-foto kegiatan

Baca Juga

Dunia Usaha

Pariwisata merupakan andalan untuk mewujudkan pemulihan ekonomi Indonesia, Sandiaga Uno menyebutkan bahwa wisatawan dalam negeri yang disebutnya wisatawan nusantara harus menjadi andalan dengan target...

Pendidikan

Tina Nur Alam, setelah menjadi anggota DPR RI mengusahakan beasiswa untuk membantu putera (i) tamatan Sekolah Lanjutan Atas (SLA) di Sulawesi Tenggara yang orang...

Opini

Tanpa terasa bangsa Indonesia telah berada di penghujung tahun 2021 Masehi. Sebagai bangsa yang mayoritas Muslim, alhamdulillah telah menjalani tahun 2021 dengan rasa syukur....

Opini

Umat Islam yang mayoritas, terus tidak berdaya dan semakin diperparah keadaan mereka karena tidak bersatu umat Islam dipecah belah, sehingga tidak pernah memegang kekuasaan...

Pendidikan

Menurut saya, berpolitik merupakan bagian dari jihad (perjuangan) yang harus aktif dilakukan umat Islam untuk mewujudkan tujuan Indonesia merdeka sebagaimana yang tercantum dalam Pembukaan...

Opini

Tidak sedikit yang akhirnya menjilat karena tidak tahan mengalami demoralisasi. Ada juga yang kemudian memilih diam.

Opini

Reuni Akbar 212 akan digelar bulan Desember 2021 di Jakarta. Diperkirakan akan dihadiri lebih dari 7 juta orang.

DKI Jakarta

Lawatan Presiden Turki ke Jakarta, ibukota Republik Indonesia, sangat penting dan insya Allah menjadi sarana promosi untuk menarik wisatawan negara itu berkunjung ke Indonesia.