Banjir, Kolaborasi dan Serangan ke Anies

 Di DKI Jakarta, Opini, Politik

Salah satu persoalan yang sering dihadapi sebagian warga DKI Jakarta adalah banjir. Banjir di DKI, paling tidak disebabkan lima hal. Pertama, tingginya curah hujan yang turun di DKI Jakarta.

Kedua, lebatnya hujan turun di Bogor dan Puncak, yang kemudian banjir dan meluap sampai di DKI Jakarta.

Ketiga, kombinasi hujan lebat di Puncak dan Bogor dan di DKI Jakarta, sehingga air hujan tidak mampu ditampung oleh sungai katulampa, dan akhirnya banjir di DKI.

Keempat, sampah dibuang di kali, selokan dan sembarang tempat sehingga mengganggu jalannya air di sungai dan diselokan, yang mengakibatkan air meluap dipemukiman warga.

Kelima, lokasi sebagian Jakarta sudah berada di bawah permukaan air laut, sehingga air hujan tidak bisa mengalir ke laut.

Keenam, DKI Jakarta sudah dipenuhi bangunan beton, sehingga air hujan tidak bisa masuk ke dalam tanah ataupun mengalir di dalam tanah.

Mencegah banjir di DKI

Untuk mencegah banjir di DKI, tidak bisa sepenuhnya hanya mengandalkan Gubernur DKI dan seluruh aparat terkait.

Harus ada kolaborasi antara pemerintah provinsi DKI dengan seluruh warga DKI. Bentuk kolaborasi seperti warga membuang sampah ditempat yang sudah ditentukan, tidak membuang sampah di sungai atau di selokan.

Kedua, setiap rumah apakah kecil atau besar harus ada reservoar air hujan. Kalau hujan, air hujan bisa masuk ke dalam tanah.

Ketiga, kalau ada kawasan yang banjir, warga DKI harus segera melaporkan ke instansi terkait untuk diatasi.

Serangan ke Anies

Banjir di DKI tgl 17 Desember 2019 yang menyebabkan 27 titik banjir di sejumlah wilayah ibu kota, telah dijadikan sarana untuk menyerang Anies.

Salah satu tulisan yang viral #Anies tidak becus kerja. Ada juga netizen yang menulis “Anies tidak kerja apa-apa.”

Serangan demi serangan diarahkan kepada Anies. Bahkan muncul tulisan di media sosial yang memuji Ahok.

Salah seorang penyerang Anies yang sangat keras adalah Ferdinan Hutahean. Saya menulis di twitter “Serangan Ferdinan Hutahean dkk terhadap Anies, sudah membabi buta. Banjir ada tapi segera surut di eksploitasi #Anies tidak becus kerja. Anies disebut tidak kerja apa-apa. Ini politik pembunuhan karakter. Karena dia juru bicara partai politik patut di duga ada agenda politik untuk hancurkan Anies demi AHY?

Pernyataan saya itu di balas dengan serangan balik yang keras oleh Ferdinan Hutahean dan Andi Arief. Pernyataan kedua tokoh politik itu, saya diamkan saja. Saya menulis kalimat tersebut untuk memberi “warning” kepada Ferdinan Hutahean dan siapapun bahwa Anies tidak sendirian. Berhentilah terus-menerus menyerang Anies.

Selain itu, H. Lulung, anggota DPR RI tampil membela Anies dengan mengatakan bahwa Anies lebih baik daripada Ahok dalam mengatasi banjir di DKI.

Di hari-hari mendatang serangan kepada Anies akan semakin gencar karena mereka mempunyai agenda politik untuk menghancurkan Anies yang terus bersinar dan sukses memimpin DKI walau baru dua tahun menjadi nakhoda DKI Jakarta.

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search