Musni Umar Socmed

Search

15:49 #Banjir 30-40 cm di depan Plaza Senayan Jl. Asia Afrika, agar hati-hati bila sedang melintas - twitter TMCPoldaMetro

DKI Jakarta

Banjir, Kolaborasi dan Serangan ke Anies

Banjir di DKI (17/12/2019) menyebabkan 27 titik banjir di sejumlah wilayah, telah dijadikan sarana untuk menyerang Anies.

Salah satu persoalan yang sering dihadapi sebagian warga DKI Jakarta adalah banjir. Banjir di DKI, paling tidak disebabkan lima hal. Pertama, tingginya curah hujan yang turun di DKI Jakarta.

Kedua, lebatnya hujan turun di Bogor dan Puncak, yang kemudian banjir dan meluap sampai di DKI Jakarta.

Ketiga, kombinasi hujan lebat di Puncak dan Bogor dan di DKI Jakarta, sehingga air hujan tidak mampu ditampung oleh sungai katulampa, dan akhirnya banjir di DKI.

Keempat, sampah dibuang di kali, selokan dan sembarang tempat sehingga mengganggu jalannya air di sungai dan diselokan, yang mengakibatkan air meluap dipemukiman warga.

Kelima, lokasi sebagian Jakarta sudah berada di bawah permukaan air laut, sehingga air hujan tidak bisa mengalir ke laut.

Keenam, DKI Jakarta sudah dipenuhi bangunan beton, sehingga air hujan tidak bisa masuk ke dalam tanah ataupun mengalir di dalam tanah.

Mencegah banjir di DKI

Untuk mencegah banjir di DKI, tidak bisa sepenuhnya hanya mengandalkan Gubernur DKI dan seluruh aparat terkait.

Harus ada kolaborasi antara pemerintah provinsi DKI dengan seluruh warga DKI. Bentuk kolaborasi seperti warga membuang sampah ditempat yang sudah ditentukan, tidak membuang sampah di sungai atau di selokan.

Kedua, setiap rumah apakah kecil atau besar harus ada reservoar air hujan. Kalau hujan, air hujan bisa masuk ke dalam tanah.

Ketiga, kalau ada kawasan yang banjir, warga DKI harus segera melaporkan ke instansi terkait untuk diatasi.

Serangan ke Anies

Banjir di DKI tgl 17 Desember 2019 yang menyebabkan 27 titik banjir di sejumlah wilayah ibu kota, telah dijadikan sarana untuk menyerang Anies.

Salah satu tulisan yang viral #Anies tidak becus kerja. Ada juga netizen yang menulis “Anies tidak kerja apa-apa.”

Serangan demi serangan diarahkan kepada Anies. Bahkan muncul tulisan di media sosial yang memuji Ahok.

Salah seorang penyerang Anies yang sangat keras adalah Ferdinan Hutahean. Saya menulis di twitter “Serangan Ferdinan Hutahean dkk terhadap Anies, sudah membabi buta. Banjir ada tapi segera surut di eksploitasi #Anies tidak becus kerja. Anies disebut tidak kerja apa-apa. Ini politik pembunuhan karakter. Karena dia juru bicara partai politik patut di duga ada agenda politik untuk hancurkan Anies demi AHY?

Pernyataan saya itu di balas dengan serangan balik yang keras oleh Ferdinan Hutahean dan Andi Arief. Pernyataan kedua tokoh politik itu, saya diamkan saja. Saya menulis kalimat tersebut untuk memberi “warning” kepada Ferdinan Hutahean dan siapapun bahwa Anies tidak sendirian. Berhentilah terus-menerus menyerang Anies.

Selain itu, H. Lulung, anggota DPR RI tampil membela Anies dengan mengatakan bahwa Anies lebih baik daripada Ahok dalam mengatasi banjir di DKI.

Di hari-hari mendatang serangan kepada Anies akan semakin gencar karena mereka mempunyai agenda politik untuk menghancurkan Anies yang terus bersinar dan sukses memimpin DKI walau baru dua tahun menjadi nakhoda DKI Jakarta.

Kutipan

Butuh bahan berita/artikel/tulisan?

Diperbolehkan mengutip sebagian isi dari tulisan ini tapi jangan lupa sebut sumber: arahjaya.com atau dikutip dari Musni Umar.

Diharapkan tulisan-tulisan di website ini bisa menginspirasi pembaca untuk selalu mendukung kemajuan bangsa Indonesia.

Youtube Musni Umar

Baca Juga

DKI Jakarta

Pembangunan yang menghadirkan keterbukaan untuk dikritik dan didukung, menurut saya sangat baik, dan inilah ciri demokrasi yang baik kita harus lakukan di masa depan.

Covid-19

Untuk menggenjot kembali dunia pendidikan karena merupakan kunci kemajuan Indonesia di masa depan. Kalau pemerintah mengemukakan alasan membuka sekolah tatap muka di masa pandemi...

DKI Jakarta

Pembangunan di DKI Jakarta dari waktu ke waktu terus dipacu kemajuannya dalam berbagai bidang. Hasil pembangunan telah dirasakan oleh warga DKI Jakarta pada khususnya...

DKI Jakarta

Kerjasama Pemprov DKI Jakarta dengan UNU Indonesia patut diapresiasi karena pembangunan yang menghadirkan kolaborasi dengan dunia perguruan tinggi merupakan wujud dari pembangunan partisipatif. Hasilnya...

DKI Jakarta

Dalam pelaksanaan Pembangunan Di DKI Jakarta, Anies Baswedan, Gubernur DKI mengemukakan jargon menarik yang coba diamalkan di DKI yaitu Membesarkan yang kecil dan tidak...

DKI Jakarta

Saat ini, Pemprov DKI sedang kampanye penggunaan kendaraan Transjakarta yang akan mengoperasikan sejumlah armada bus listrik di Jakarta. Transportasi listrik merupakan salah satu solusi...

DKI Jakarta

Sebagai sosiolog saya sangat bergembira melihat dinamika masyarakat yang kembali berdenyut akhir-akhir ini di Jakarta. Terlihat banyak kegiatan di Jakarta mulai berjalan seperti sebelum...

DKI Jakarta

Kita sangat prihatin dan mengecam keras anak buah Anies diduga melakukan korupsi program Rumah DP 0 Rupiah yang digadang-gadang sebagai jalan keluar bagi hampir...