Connect with us

Prof Dr KH Said Aqil Sirodj, Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama pada saat berbicara dalam wisuda sarjana Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia - youtube NU channel

Politik

Umat Islam Hanya Di Manfaatkan, Ketika Pilpres Selesai, Mereka Ditinggal

Umat Islam yang mayoritas di Indonesia, suara mereka hanya dimanfaatkan. Setelah menang pemilu mereka ditinggal.

Prof Dr KH Said Aqil Sirodj, Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama pada saat berbicara dalam wisuda sarjana Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) di Parung Bogor, Jawa Barat, beberapa waktu lalu mengatakan bahwa “Ketika Pilpres, suara kita dimanfaatkan. Tapi ketika selesai, kita ditinggal.” – Umat islam hanya di manfaatkan.

Pernyataan itu, bukan mengada-ada, tetapi faktanya seperti itu. Umat Islam yang mayoritas di Indonesia, faktanya mereka tak obahnya buih dipermukaan laut – memutih saking banyaknya, tetapi secara de facto betul sekali, suara mereka hanya dimanfaatkan. Setelah menang pemilu mereka ditinggal.


Umat Islam Hanya di Manfaatkan

Menurut saya, paling tidak ada lima sebab, umat islam hanya di manfaatkan, setelah pemilu mereka ditinggal.

Pertama, ada rekayasa internasional, umat Islam Indonesia yang mayoritas tidak boleh kuat secara ekonomi dan politik karena bisa mengancam kepentingan asing dan penguasa ekonomi di Indonesia. Ini hanya kekhawatiran dan ketakutan yang tidak berdasar karena faktanya umat Islam Indonesia sangat toleran dan bisa diajak dialog dan musyawarah.

Kedua, ada kolaborasi kekuatan dalam negeri dan kekuatan global, supaya keseimbangan terus terpelihara dan terjaga, dengan memberi peluang kelompok minoritas, dominan dalam bidang ekonomi.

Ketiga, terjadi perselingkuhan antara penguasa ekonomi dan penguasa politik untuk memelihara dan mempertahankan statuq quo dalam keseimbangan semu dalam bidang ekonomi yang tidak adil antara umat Islam dan kelompok lainnya.

Keempat, pemilu hanya alat legitimasi untuk mempertahankan status quo. Siapa yang memenangkan pemilu, sangat ditentukan oleh kekuatan global yaitu Amerika Serikat dan RRC.

Kelima, umat Islam tidak hanya dibiarkan dan bahkan sengaja diciptakan lemah dalam bidang ekonomi dan politik melalui kebijakan yang super liberal (persaingan bebas), yang kuat akan menang dan yang lemah terpuruk, tetapi mereka dipecah belah dan dihancurkan dengan menggunakan politik pecah belah dan politik bela bambu, yang lain diangkat setinggi langit, sementara yang lain ditekan habis-habisan.

Harus Melakukan Apa?

Pernyaan Ketua Umum PB NU tersebut sebaiknya direspon secara positif dengan melakukan lima hal.

Pertama, memasyarakatkan pernyataan Prof. Dr. KH. Said Aqil Sirodj tersebut sehingga menjadi kesadaran seluruh umat Islam dan seluruh bangsa Indonesia untuk mewujudkan perbaikan nasib umat.

Kedua, meningkatkan ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama Muslim), ukhuwawah basyariyah (persaudaraan sesama manusia) dan ukhuwah wathoniyah (persaudaraan sesama anak bangsa) untuk mengukuhkan kebersamaan dan persatuan.

Ketiga, meningkatkan komunikasi, dialog, toleransi dan saling pengertian antara sesama anak bangsa terutama dikalangan umat Islam untuk mencegah perpecahan.

Keempat, menggalang kekuatan nasional dari semua kekuatan bangsa tanpa memandang unsur agama, suku, antar golongan dan ras untuk bekerja sama, bersama pemerintah mewujudkan tujuan kita merdeka yang tercantum dalam Mukadimah UUD 1945 dan Pancasila khususnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Kelima, memelihara, menjaga dan mengupayakan terus-menerus kebersamaan, persatuan dan kesatuan seluruh bangsa Indonesia terutama umat Islam yang mudah dan suka diadu domba dan dipecah belah.

Dengan melakukan lima hal yang dikemukakan di atas, diharapkan pernyataan Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama memberi pengaruh dalam upaya mewujudkan keadilan terhadap umat Islam dan seluruh bangsa Indonesia.

Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Baca Juga

Lainnya

Catatan yang sangat penting dalam penyelenggaraan Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiah karena sukses dalam pembukaan, sukses pelaksanaan berbagai acara persidangan, teristimewa sukses pemilihan pengurus PP Muhammadiyah.

Opini

Besarnya utang Indonesia berikut beban untuk membayar bunga utang dan cicilan utang pokok serta tingginya jumlah orang miskin, sangat mudah terjadi goncangan ekonomi dan gejolak...

Opini

Keputusan harga Bahan Bakar Minyak BBM bersubsidi naik, pasti memberi dampak sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Covid-19

Para pemimpin di berbagai negara lengser dari kekuasaan disebabkan banyak faktor, tetapi faktor utama adalah ekonomi akibat pandemi Covid-19 dan dampak negatif dari Konflik...

DKI Jakarta

Salah satu wujud partisipasi dan kolaborasi Transjakarta yang paling mutakhir ialah menyukseskan shalat Idul Adha di JIS dengan menyediakan bus Transjakarta dari berbagai lokasi.

Lainnya

Setiap kita merayakan Hari Raya Idul Adha dengan Salat Idul Adha dan menyembelih hewan kurban, kita pasti mengenang peristiwa heroik yang dilakukan Nabi Ibrahim...

Politik

Saya sangat prihatin terjadinya demonstrasi di berbagai tempat yang menuntut Suharso Monoarfa, mundur sebagai Ketua Umum PPP.

DKI Jakarta

Sebanyak 260 UMKM didatangkan ke arena Formula E di Ancol Jakarta Utara. Ada yang merupakan binaan dari Jakpreneur, tetapi juga ada yang dari 10...