Connect with us

Hari ini (6/1/2020) jenazah Qasem Soleimani telah di makamkan di Tehran - ig ladymoon.en

Politik

Pembalasan Iran Atas Pembunuhan Jenderal Qasem Soleimani oleh Amerika Serikat

Timur Tengah kembali membara setelah Presiden Donald Trump memerintahkan militer Amerika Serikat membunuh Qasem Soleimani, komandan Pasukan Quds Pengawal Revolusi Islam Iran di bandara internasional Bagdad, Irak.

Timur Tengah kembali membara setelah Presiden Donald Trump memerintahkan militer Amerika Serikat membunuh Qasem Soleimani, komandan Pasukan Quds Pengawal Revolusi Islam Iran di bandara internasional Bagdad, Irak.

Pembunuhan tersebut menimbulkan protes keras di dalam negeri Republik Islam Iran. Pemimpin tertinggi Republik Islam Iran Ayatullah Ali Khamenei bersumpah akan melakukan pembalasan terhadap kematian Jenderal Soleimani.

Di dalam negeri Iran pada hari Jum’at (3/1) terjadi demonstrasi besar-besaran yang mengutuk Donald Trump dan Amerika Serikat. Puluhan ribu rakyat Iran turun ke jalan memprotes pembunuhan Jenderal Soleimani.

Sementara itu, di dalam negeri Amerika Serikat, terjadi demonstrasi di berbagai kota yang menolak perang dengan Iran. Mereka juga menyerukan supaya pasukan Amerika Serikat di Irak segera ditarik.


Ancaman Iran Serius

Satu-satunya negara di Timur Tengah yang berani menantang dan melawan Amerika Serikat ialah Republik Islam Iran.

Iran ditakuti bukan saja karena memiliki angkatan bersenjata yang kuat, tetapi memiliki militansi yang tinggi, persatuan yang kuat serta mempunyai jaringan militer yang terlatih di Libanon, Palestina, Yaman, Suriah, dan Irak yang siap digerakkan untuk melakukan pembalasan atas kematian Jenderal Qassem Soleimani.

Pertanyaannya, apa yang akan menjadi sasaran untuk melakukan balas dendam atas syahidnya Jenderal Soleimani?

Boleh jadi pangkalan militer, barak militer, kantor kedutaan besar, diplomat, Donald Trump atau keluarganya, membom kilang minyak, dan sebagainya.

Oleh karena yang bersumpah adalah pemimpin spiritual Republik Islam Iran, maka pasti dilaksanakan aksi balas dendam. Kapan dilaksanakan aksi balas dendam? Bisa cepat atau melibat sasaran yang jika dilakukan akan memberikan ledakan yang menakutkan dan mengguncangkan.

Sekarang ini, negara-negara di kawasan Timur Tengah yang menjadi kaki tangan Amerika Serikat, pasti ketakutan karena bisa saja aksi balas dendam atas syahidnya Jenderal Qassem Soleimani, mereka yang menjadi sasaran.

Semoga eskalasi ancaman perang antara Republik Islam Iran dengan Amerika Serikat bisa diredam, sehingga tidak berubah menjadi perang dunia lll.

Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Baca Juga

Politik

Donald Trump masih menghadapi pemakzulan di parlemen Amerika Serikat. Anggota DPR Amerika Serikat yang didominasi Partai Demokrat sudah memakzulkan Trump. Untuk mensahkan pemakzulan Trump...

Opini

Hasil pemilihan Presiden Amerika Serikat tersebut sampai hari ini 3 Januari 2021, belum mau dinerima Donald Trump atas kemenangan Joe Biden, walaupun hasil ellectoral...

Opini

Joe Biden memastikan kemenangannya pada Sabtu (7/11) setelah mengantongi electoral colleges penentu dari Pennsylvania (20) dan Nevada (6), sehingga tokoh kelahiran 20 November 1942...

Opini

Debat Presiden Amerika Serikat sangat menarik dan dapat menjadi pelajaran bagi bangsa Indonesia. Debat terakhir ini mengusung tema tentang penanganan pandemi Covid-19; keamanan nasional,...

Opini

China dan Iran telah membuat kesepakatan kerjasama jangka panjang selama 25 tahun, yang ditandai dengan lawatan resmi Presiden China Xi Jinping ke Iran.

Lainnya

Terjadi ledakan dahsyat di pelabuhan Beirut yang menelan ratusan korban nyawa dan sekitar 4.000 mengalami luka-luka.

Lainnya

Hubungan Amerika Serikat dengan China semakin memanas. Amerika Serikat memerintahkan China untuk menutup dan mengosongkan Konsulatnya di Houston dalam 72 jam.

Lainnya

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompea dalam sebuah konferensi virtual Forum Brussels, menganggap Partai Komunis China (CPC) adalah ancaman.