Malaysia Tujuan Utama Pelajar dan Mahasiswa Indonesia Menuntut Ilmu Pengetahuan

 In Opini, Pendidikan

Pada 5-7 Januari 2020, delegasi dari Universitas Ibnu Chaldun Jakarta yang saya pimpin melakukan lawatan di Malaysia.

Jadwal lawatan pertama, ke Asia e University untuk bertemu Prof. Juhary guna melakukan pertemuan. Pada kesempatan itu, para calon mahasiswa doktoral Asia e University yang merupakan dosen muda Univdmersitas Ibnu Chaldun yang sudah diterima sebagai mahasiswa doktoral di AeU membayar uang pendaftaran.

Kedua, bersilaturrahim dengan Mokhammad Farid Maruf, Ph.D., Atase Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia di Kedutaan Besar Republik Indonesia.

Ketiga, live di Astro Awani, TV Berita terkemuka di Malaysia untuk membincangkan banjir di Jakarta dan pemindahan ibu kota negara di Kalimantan Timur.

Artikel Lawatan di Malaysia

Seperti biasa, hasil lawatan di Malaysia selama tiga hari, saya tulis di arahjaya.com pada 08 Januari 2020 dengan tajuk “Puluhan Ribu Mahasiswa Indonesia Belajar di Malaysia Apa Sebabnya?”


Selain itu, pada 10 Januari 2020, saya kembali menulis di arahjaya.com dengan tajuk “Kolaborasi Malaysia Bidang Pendidikan untuk Wujudkan Pemerataan dan Keadilan di Indonesia.”


Kedua tulisan tersebut sepenuhnya merupakan opini pribadi sebagai orang yang pernah lama tinggal di Malaysia saat belajar doktoral di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) dan bahkan memperoleh gelar Profesor di Asia e University (AeU).

Pada tulisan pertama bertajuk “Puluhan Ribu Mahasiswa Indonesia Belajar di Malaysia Apa Sebabnya? Saya mengutip pernyataan Atase Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia Mokhammad Farid Maruf, Ph.D saat bersilaturrahim. Dia berkata “lebih suka kalau pelajar dan mahasiswa Indonesia belajar di dalam negeri.”

Tulisan saya yang pertama, karena mengutip pendapat Atase Pendidikan dan Kebudayaan, telah dimaknai salah seolah-olah merupakan pendapat Atase Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia di Malaysia. Saya tegaskan selain yang saya sebutkan di atas, semuanya merupakan opini saya pribadi.

Demikian pula,mengapa pelajar dan mahasiswa Indonesia memilih belajar di Malaysia atau menjadikan Malaysia sebagai tujuan utama menuntut ilmu pengetahuan 1) Biaya kuliah lebih murah. 2) Kesamaan bahasa dan budaya (dalam tulisan pertama tidak ditulis). 3) Hubungan mahasiswa dengan profesor seperti sahabat. 4) Sistem pendidikan. 5) Masa belajar 3-4 tahun untuk program doktoral. 6) Program doktoral by research.

Semua yang saya tulis dalam dua artikel adalah opini pribadi yang saya lihat, baca, dengar dan alami sebagai orang yang lama tinggal di Malaysia selama belajar doktoral di UKM, menjadi utusan Presiden SBY di Malaysia selama 7 tahun bersama Try Sutrisno, Quraish Shihab, Ali Alatas, Des Alwi, Pudentia dan Musni Umar, Disamping itu, banyak berkomunikasi dalam pertemuan ilmiah (konferensi, seminar, simposium) dengan para pakar di Malaysia.

Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search