Connect with us

Car Free Day di Jalan Jendral Sudirman - unsplash satria eleazar

Urgensi dan 10 Tips Pelihara dan Jaga Kesehatan

Kesehatan adalah mahkota dalam hidup. Hidup tanpa sehat, tahta, harta dan wanita sebagai sarana untuk menikmati kehidupan, dapat dikatakan tidak ada gunanya.

Kesehatan adalah mahkota dalam hidup. Hidup tanpa sehat, tahta, harta dan wanita sebagai sarana untuk menikmati kehidupan, dapat dikatakan tidak ada gunanya.

Oleh karena itu, memelihara dan menjaga kesehatan sangat urgen dalam hidup kita.

Urgensi Jaga Kesehatan

Saya bukan pakar kesehatan, tetapi sebagai sosiolog saya merasa sangat sedih dan prihatin, melihat sangat banyak masyakat yang sakit.

Pergilah ke rumah sakit, kita akan menyaksikan begitu banyak masyarakat yang antri untuk berobat. Sejak pukul 04.30 setiap hari kerja sudah ramai masyarakat antri di loket rumah sakit untuk berobat.

Fenomena di masyarakat yang banyak sakit, memberi inspirasi kepada saya sebagai sosiolog untuk menulis artikel ini.

Menurut saya, menjaga dan memelihara kesehatan memiliki tingkat urgensi yang amat penting bagi setiap orang.

Bagaimana Jaga Kesehatan

Pengalaman saya dalam menjaga kesehatan, saya selalu melakukan 10 hal:

Pertama, puasa Senin dan Kamis. Alhamdulillah saya merasa sangat sehat dan karena terbiasa tidak ada pengaruh dalam kerja.

Kedua, tidak sering bergadang. Jika ada rapat dan urusan penting, bisa sekali tidur larut malam, tetapi diusahakan tidur pukul 10.00-10.30 tiap hari.

Ketiga, bangun pagi pukul 04.00 lalu berdoa sebagai tanda syukur karena menghidupkan kita setelah mati dalam tidur.

Keempat, minum air hangat satu gelas dan siap untuk melaksanakan shalat Subuh berjamaah di Masjid.

Kelima, mengaji Alqur’an sekitar 15 menit sambil menyiapkan sarapan dengan bakar roti dan segelap kopi.

Keenam, membaca berita aktual diinternet, kemudian menulis artikel atau berita yang akan dimuat di arahjaya.com.

Ketujuh, ke Universitas Ibnu Chaldun untuk bekerja atau rapat sesuai jadwal yang telah disusun.

Kedelapan, berolah raga dengan jalan kaki dua hari sekali sekurang-kurangnya 30 menit.

Kesembilan, setiap hari Ahad jalan kaki dalam rangka Car Free Day di jalan Jenderal Sudirman atau di Gelora Bung Karno Jakarta.

Kesepuluh, selalu optimis dalam hidup. Sesusah apapun masalah yang dihadapi, pasti ada jalan keluar. Di dalam kesulitan ada kemudahan.

Dengan melakukan 10 tips yang saya kemukakan, saya bersyujur bisa hidup sehat, bahagia dan bermanfaat bagi sesama.

Menulis dan menyebarkan pemikiran yang konstruktif untuk mempersatukan dan memberi arah hidup yang benar sebagai bangsa dan negara, setiap hari saya lakukan.

Ayo kita jaga kesehatan rohani dan jasmani sebagai fondasasi utama untuk hidup sehat agar bisa melanjutkan pengabdian atau ibadah dalam hidup kita.

Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Baca Juga

DKI Jakarta

Pelaku usaha mikro kecil atau yang populer Pedagang kaki lima (PKL) diperbolehkan untuk berjualan di area CFD yang berada di sejumlah titik Ibu Kota...

DKI Jakarta

Malam puncak Jakarta Hajatan ke-495 sebagai telah diunggah di berbagai social media @DKIJakarta akan digelar di Jakarta International Stadium (JIS) pada Sabtu, 25 Juni...

Pendidikan

Jalan santai Sivitas Akademika Universitas Ibnu Chaldun diikuti ribuan orang diantaranya Dr Edy Haryanto, Ketua Umum Yayasan Pembina Pendidikan Ibnu Chaldun dan isteri, Musni...

DKI Jakarta

Saya bersyukur pasca pandemi Covid-19 di Jakarta, pada Car Free Day (22/5) saya dapat berpartisipasi olahraga jalan kaki dari Dukuh Atas Jalan Jenderal Sudirman...

DKI Jakarta

Untuk mempromosikan bahwa Jakarta dan Indonesia, pandemi Covid-19 sudah bisa dikendalikan, sehingga Balap Mobil Listrik Formula E bisa dilaksanakan di Jakarta.

DKI Jakarta

Sarinah yang terletak di pusat jantung kota Jakarta merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang didirikan pada tahun 1962 di era Presiden Soekarno. BUMN...

DKI Jakarta

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar Ramadhan Market atau Festival Ramadhan di berbagai kelurahan DKI Jakarta.

DKI Jakarta

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja daerah (APBD) yang cukup besar untuk memajukan UMKM usaha mikro kecil menengah dan koperasi.