Connect with us

Kebijakan #KampusMerdeka pertama adalah otonomi bagi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Swasta (PTS) untuk melakukan pembukaan atau pendirian program studi baru. #MerdekaBelajar - twitter Kemendikbud_RI

Opini

Rektor UIC Apresiasi Kebijakan Nadiem: Ribuan PTS Bubar Jika Tidak Ada Afirmasi

PTS kecil dan menengah harus bersaing bebas dengan PTN yang mendapat anggaran besar dari pemerintah dan PTS yang didirikan pada konglomerat.

Rektor Universitas Ibnu Chaldun Musni Umar memberi apresiasi kepada Mendikbud RI Nadiem Makarim yang mengeluarkan Empat Kebijakan Merdeka Belajar: Kampus Merdeka.

Kebijakan tersebut membawa harapan baru bagi kemajuan dunia perguruan tinggi di Indonesia.

Setidaknya tiga alasan yang mendasari, saya memberi apresiasi kepada Mendikbud RI.

Pertama, Perguruan Tinggi Negeri dan Perguruan Tinggi Swasta diberi otonomi secara bebas, luas dan merdeka untuk berkembang dan maju melalui otonomi pembukaan atau pendirian program studi (prodi) baru termasuk Pengajuan re-akreditasi PT dan prodi dibatasi paling cepat 2 tahun setelah mendapatkan akreditasi yang terakhir kali. Untuk perguruan tinggi yang berakreditasi B dan C bisa mengajukan peningkatan akreditasi kapanpun.

Kedua, PTN dan PTS akreditasi A dan B diberi kesempatan dan peluang yang luas untuk merdeka melakukan aliansi strategis dengan kerja sama organisasi dan/atau universitas yang masuk dalam QS Top 100 World Universities.

Ketiga, PTN dan PTS yang berakreditasi A dan B merdeka melakukan persaingan bebas dalam mengembangkan dan memajukan PTN dan PTS.

Mayoritas PTS Akan Bubar

Kebijakan merdeka belajar kampus merdeka, disatu sisi membawa kebaharuan dan prospek bagi kemajuan PTN dan PTS.

Akan tetapi kebijakan tersebut akan mengubur ribuan PTS. Mereka akan bubar secara perlahan tapi pasti.

Ada lima alasan yang bisa dijadikan dasar untuk memastikan bakal banyak PTS yang bubar akibat kebijakan merdeka belajar kampus merdeka.

Pertama, PTS kecil dan menengah harus bersaing bebas dengan PTN yang mendapat anggaran besar dari pemerintah dan PTS yang didirikan pada konglomerat.

Kedua, PTS kecil dan menengah yang jumlahnya ribuan akan semakin sulit memperoleh mahasiswa dalam jumlah yang diharapkan. Pada hal sumber pembiayaan mereka hanya dari uang kuliah mahasiswa.

Ketiga, akan terjadi konglomerasi Perguruan Tinggi oleh PTN dan PTS yang didirikan para konglomerat.

Keempat, PTS yang kecil dan menengah akan semakin termarjinalisasi akibat kebijakan PTN dan PTS akreditasi A dan B yang bebas mendirikan program studi dan menghimpun mahasiswa baru tanpa batas.

Kelima, kebijakan merdeka belajar kampus merdeka akan mengakibatkan ribuan PTS bubar karena tidak mampu bersaing bebas. Pada hal mereka telah berkontribusi yang amati positif dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Kelima hal yang dikemukakan di atas tidak akan dialami PTS kecil dan menengah kalau ada kebijakan afirmasi dari pemerintah dalam bidang akademik misalnya melatih tenaga kependidikan di PTS supaya memiliki kemampuan kerja (Skill), memberi beasiswa kepada para dosen muda PTS dalam jumlah besar untuk melanjutkan pendidikan S3 dan pemberian anggaran kepada PTS kecil dan menengah yang memadai.

Baca Juga

Sosial

Sebagaimana provinsi lain di Kawasan Timur Indonesia, tidak mudah bagi mereka yang hidup di Kawasan Indonesia Barat ataupun yang lahir dan hidup di Barat...

Opini

Pendidikan adalah investasi yang mahal dan bersifat jangka panjang. Maka, pemimpin yang tidak memiliki visioner, lebih memilih pembangunan ekonomi dengan membangun jalan, jembatan dan...

Covid-19

Untuk menggenjot kembali dunia pendidikan karena merupakan kunci kemajuan Indonesia di masa depan. Kalau pemerintah mengemukakan alasan membuka sekolah tatap muka di masa pandemi...

Pendidikan

Sejak lama saya berpendapat bahwa kunci kemajuan Indonesia terletak pada pendidikan yang berkualitas. Agar kita dapat menjadikan Indonesia Emas 2045 milik rakyat Indonesia, kita...

Lainnya

UIC klarifikasi dengan Rektor, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Ibnu Chaldun (12/1/2020) tentang pemberhentian empat mahasiswa UIC.

Pendidikan

Musni Umar, rektor Universitas Ibnu Chaldun mengingatkan kepada seluruh Sivitas Akademika Universitas Ibnu Chaldun bahwa UIC tahun 2021 genap 65 tahun. Ditengah bangsa Indonesia...

Covid-19

Dunia juga menghadapi ketidak-pastian dalam bidang ekonomi sehingga memberi pengaruh negatif kepada kehidupan sosial, pendidikan dan sebagainya.

Pendidikan

Mahasiswa (i) Universitas Ibnu Chaldun calon penerima beasiswa diundang ke UIC, disamping urusan akademik, untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda dengan mendengarkan ceramah rektor Universitas...